Hati-hati, Chikungunya Sebabkan 8 Komplikasi Ini

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
Hati-hati, Chikungunya Sebabkan 8 Komplikasi Ini

Halodoc, Jakarta - Jika orang banyak waspada terhadap demam berdarah (DB), karena dapat menyebabkan kematian, chikungunya, yang juga disebabkan oleh gigitan nyamuk, juga perlu diwaspadai. Pasalnya, penyakit ini memiliki cukup banyak komplikasi serius. Chikungunya adalah infeksi virus yang ditandai dengan serangan demam dan nyeri sendi secara mendadak. Virus ini masuk ke tubuh manusia melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus, dua jenis nyamuk yang juga dikenal sebagai penyebab DB.

Penularan virus chikungunya terjadi ketika kedua jenis nyamuk tersebut menggigit seorang pengidap chikungunya, lalu menggigit orang lain. Jadi, perlu digaris bawahi bahwa penyakit ini tidak dapat menyebar secara langsung dari orang ke orang. Meski dapat menyerang siapa saja, dari beragam rentang usia, risiko chikungunya lebih tinggi terjadi pada bayi baru lahir, lansia, dan orang yang mengidap kondisi lain seperti diabetes, hipertensi, dan penyakit jantung.

Baca juga: Yang Terjadi Jika Kena Gigitan Nyamuk Chikungunya

Menyebabkan Nyeri Sendi hingga Kelumpuhan Sementara

Gejala chikungunya dapat berbeda pada setiap pengidapnya. Pada beberapa kasus, pengidap chikungunya mungkin saja tidak merasakan gejala apapun. Namun, pada beberapa kasus lainnya, mungkin saja gejala yang muncul sangat mengganggu, hingga menyebabkan kelumpuhan sementara. Oleh sebab itu, segera periksakan diri ke dokter jika mengalami gejala-gejala berikut:

  • Demam hingga 39 derajat Celsius.

  • Nyeri pada otot dan sendi.

  • Sendi bengkak.

  • Nyeri pada tulang.

  • Sakit kepala.

  • Muncul ruam di tubuh.

  • Lemas.

  • Mual.

Gejala-gejala tersebut biasanya muncul 3 hingga 7 hari setelah digigit nyamuk pembawa virus chikungunya. Umumnya, gejala akan membaik dalam seminggu. Namun, seperti telah disebutkan tadi, sebagian pengidap mungkin saja mengalami nyeri sendi yang berlangsung berbulan-bulan, bahkan kelumpuhan sementara.

Baca juga: 3 Alasan Mengapa Chikungunya Berbahaya

Waspadai Komplikasinya

Walaupun sangat jarang menyebabkan kematian, chikungunya dapat menimbulkan beberapa komplikasi serius, seperti:

1. Uveitis

Uveitis adalah peradangan yang terjadi pada uvea atau lapisan tengah mata. Kondisi ini ditandai dengan satu atau kedua mata terlihat sangat merah karena pada uvea banyak pembuluh darah. Umumnya, uveitis dialami oleh orang dewasa usia 20-50 tahun, tetapi terkadang juga dialami anak-anak.

2. Retinitis

Retinitis adalah inflamasi atau peradangan dari bagian retina pada mata. Infeksi ini biasanya terjadi setelah terjadinya peradangan koroid, yaitu lapisan pembuluh darah pada mata, yang terletak di antara retina dan sklera. Koroid berfungsi mengalirkan oksigen dan nutrisi ke retina.

3. Miokarditis

Miokarditis adalah kondisi ketika terjadi peradangan atau inflamasi pada otot jantung (miokardium). Otot ini bertanggung jawab pada fungsi jantung dalam memompa darah ke seluruh organ tubuh. Ketika otot ini mengalami peradangan, maka fungsi jantung dalam memompa darah pun akan terganggu. Akibatnya, muncul gejala-gejala berupa nyeri dada, gangguan irama jantung, dan sesak napas.

4. Nefritis

Nefritis adalah gangguan fungsi ginjal akibat adanya masalah pada ginjal atau sebagai komplikasi penyakit lain seperti komplikasi penyakit diabetes melitus, keracunan obat, atau penyakit infeksi lainnya. Pada penyakit ini, kebocoran eritrosit atau kebocoran protein bisa terjadi.

Baca juga: Cegah Chikungunya, Lakukan 2 Hal Ini

5. Hepatitis

Hepatitis adalah penyakit yang ditandai dengan peradangan pada organ hati. Hepatitis umumnya disebabkan oleh infeksi virus, meskipun juga dapat disebabkan oleh kondisi lain. Selain karena infeksi virus, hepatitis juga dapat disebabkan oleh kebiasaan minum alkohol, penyakit autoimun, serta zat racun atau obat-obatan tertentu.

6. Meningoensefalitis

Meningoensefalitis adalah penyakit infeksi pada meninges (selaput otak) dan ensefal (jaringan otak). Infeksinya bisa disebabkan oleh virus, bakteri, atau jamur yang mungkin awalnya menyerang bagian tubuh lain, seperti telinga, sinus, dan tenggorokan.

7. Mielitis

Mielitis adalah peradangan pada sumsum tulang belakang yang dapat mengganggu respon normal dari otak ke seluruh tubuh, dan dari seluruh tubuh ke otak. Peradangan di sumsum tulang belakang, dapat menyebabkan myelin dan akson menjadi rusak yang mengakibatkan gejala seperti kelumpuhan dan kehilangan sensorik.

8. Sindrom Guillain- Barré

Guillain barre syndrome yang biasa dikenal dengan penyakit GBS merupakan suatu kondisi langka yang disebabkan oleh sistem imun yang menyerang sistem saraf perifer. Jaringan saraf tersebut bertugas mengirimkan informasi dari seluruh bagian tubuh ke otak dan sumsum tulang belakang, sebuah kelompok yang disebut sistem saraf pusat (SSP). Kondisi ini mungkin membuat saraf meradang yang mengakibatkan kelumpuhan atau kelemahan otot, jika tidak terobati secepatnya.

Itulah sedikit penjelasan tentang chikungunya dan komplikasi serius yang dapat ditimbulkannya. Jika kamu membutuhkan informasi lebih lanjut soal hal ini atau gangguan kesehatan lainnya, jangan ragu untuk mendiskusikannya dengan dokter pada aplikasi Halodoc, lewat fitur Contact Doctor, ya. Mudah kok, diskusi dengan dokter spesialis yang kamu inginkan pun dapat dilakukan melalui Chat atau Voice/Video Call. Dapatkan juga kemudahan membeli obat menggunakan aplikasi Halodoc, kapan dan di mana saja, obatmu akan langsung diantar ke rumah dalam waktu satu jam. Yuk, download sekarang di Apps Store atau Google Play Store!