20 November 2018

Hati-Hati, Ini Komplikasi yang Terjadi pada Pengidap Skizofrenia Paranoid

Hati-Hati, Ini Komplikasi yang Terjadi pada Pengidap Skizofrenia Paranoid

Halodoc, Jakarta - Skizofrenia paranoid adalah jenis gangguan psikologi skizofrenia ketika pengidap mengalami delusi yang menyatakan adanya sekelompok orang yang melawan dirinya, keluarga, atau teman. Selain itu, delusi biasanya diikuti oleh munculnya halusinasi pendengaran, yang berarti pengidap mendengar hal-hal yang sebenarnya hanya ada di dalam kepala mereka alias tidak nyata.

Bisa jadi, pengidap gangguan psikologi ini menghabiskan sebagian besar waktunya untuk berinteraksi atau berbicara pada diri sendiri tentang cara melindungi diri atau orang-orang terdekat dari delusi dan halusinasi yang ia alami. Berbeda dengan skizofrenia lainnya, jenis paranoid cenderung memiliki masalah memori yang lebih sedikit dan sulit untuk berkonsentrasi.

Skizofrenia paranoid adalah gangguan kesehatan kronis yang jika tidak ditangani justru akan menimbulkan adanya komplikasi lain yang membahayakan diri sendiri dan orang-orang terdekat.

Apa Penyebabnya?

Tidak berbeda dengan skizofrenia jenis lain, tipe paranoid belum diketahui dengan pasti penyebabnya. Hasil studi menunjukkan bahwa gangguan kesehatan ini erat kaitannya dengan disfungsi otak, meski penyebab terjadinya disfungsi otak ini juga belum bisa dipastikan.

Beberapa pakar beranggapan perkembangan skizofrenia bisa terjadi karena pengaruh buruk lingkungan tempat tinggal pengidap. Ada pula yang menyatakan bahwa gangguan ini terjadi karena ketidakseimbangan dopamin, serotonin, dan beberapa neurotransmitter lainnya.

Sejalan dengan penyebabnya, para pakar telah mengidentifikasi beberapa faktor risiko yang terkait dengan skizofrenia paranoid, termasuk pula genetika, infeksi virus, malnutrisi janin, stres, pelecehan, atau trauma pada masa kanak-kanak, hingga penyalahgunaan obat.

Komplikasinya?

Jika segera mendapatkan penanganan, pengidap skizofrenia jenis paranoid tentu bisa menjalani kehidupan dengan lebih baik. Sebaliknya, penanganan terlambat menimbulkan dampak komplikasi serius dan cenderung berbahaya, baik bagi pengidap maupun orang-orang terdekatnya.

Adapun komplikasi yang ditimbulkan dari skizofrenia paranoid antara lain:

  • Depresi.

  • Datangnya pikiran kuat pengidap untuk bunuh diri.

  • Kecenderungan tinggi untuk melakukan bunuh diri.

  • Malnutrisi.

  • Kehilangan kepedulian terhadap diri sendiri.

  • Perilaku tidak wajar dan negatif yang berujung pada tindak kriminal dan asusila.

  • Ketidakmampuan diri untuk belajar atau melakukan pekerjaan.

  • Munculnya penyakit lain yang berhubungan erat dengan kesalahan gaya hidup yang tidak terkendali, seperti misalnya penyakit akibat merokok atau penyalahgunaan narkotika.

Dari sekian komplikasi yang telah disebutkan di atas, pikiran dan perilaku bunuh diri menjadi komplikasi yang patut diwaspadai. Pasalnya, delusi dan halusinasi pada pengidap skizofrenia paranoid terbilang begitu kuat memengaruhi kondisi pengidap, sehingga dibutuhkan pendampingan ketat dari orang tua atau orang terdekat agar tindakan tersebut tidak dilakukan.

Jangan biarkan jika kamu melihat atau mendapati teman atau anggota keluarga yang mengalami skizofrenia paranoid. Kamu bisa bertanya pada dokter melalui aplikasi Halodoc tentang bagaimana memberikan pertolongan pertama terhadap pengidap gangguan psikologi ini. Melalui layanan Tanya Dokter, pakar kesehatan terbaik dan berpengalaman yang membantu kamu menemukan solusi terbaik atas semua masalah kesehatan yang kamu alami.

Aplikasi Halodoc juga bisa kamu manfaatkan untuk membeli obat, vitamin, dan melakukan cek lab kapan saja dan di mana saja kamu berada. Lalu, kamu pun bisa mendapatkan informasi kesehatan terbaru dari aplikasi ini. Yuk, download sekarang!

Baca juga: