18 October 2018

Hati-Hati, Salah Makeup Mata Bisa Sebabkan Blefaritis

Blefaritis

Halodoc, Jakarta - Apa kamu pernah mendengar istilah blefaritis? Blefaritis merupakan peradangan yang terjadi di daerah area pertumbuhan bulu mata, dan membuat bagian tersebut menjadi bengkak dan merah. Kondisi ini dapat terjadi di kedua mata, dengan kondisi peradangan yang lebih terlihat jelas pada salah satu mata.

Penyakit ini timbul saat kelenjar minyak kecil yang terletak di dekat dasar bulu mata tersumbat dan menyebabkan iritasi berwarna kemerahan. Kondisi ini terkadang sulit untuk diatasi. Pengidap blefaritis seringkali tidak merasa nyaman dan tidak enak dipandang. Meski demikian, blefaritis tidak menyebabkan kerusakan permanen pada penglihatan.

Walaupun terasa berbahaya karena menyebabkan iritasi pada mata dengan warna kemerahan, penyakit ini bukanlah penyakit menular. Kondisi ini bisa dialami pada semua golongan usia. Umumnya blefaritis terbagi menjadi dua jenis, yaitu:

  1. Blefaritis posterior, yaitu peradangan pada bagian dalam kelopak mata. Hal ini dipicu oleh kelainan pada kelenjar minyak yang terletak pada bagian dalam kelopak mata. Selain itu, kondisi ini juga bisa dipicu oleh kelainan kulit.
  2. Blefaritis anterior, yaitu peradangan pada kulit bagian luar kelopak. Hal ini biasanya dipicu oleh infeksi bakteri staphylococcus dan ketombe pada kulit kepala.

Penyakit ini umumnya terjadi pada kedua mata, dengan gejala yang timbul akan lebih parah pada salah satu kelopak mata. Hal ini dapat memengaruhi penampilan, dan kemungkinan dapat memengaruhi penglihatan kamu. Kenali gejala-gejala blefaritis berikut ini:

  1. Bulu mata rontok.
  2. Penglihatan buram.
  3. Kelopak mata gatal.
  4. Kelopak mata berminyak.
  5. Kelopak mata menjadi lengket.
  6. Mata menjadi sensitif terhadap cahaya.
  7. Kelopak mata bengkak dan kemerahan.
  8. Pertumbuhan bulu mata yang tidak normal.
  9. Pengelupasan kulit di sekitar kelopak mata.
  10. Ada sensasi terbakar atau tersengat pada mata.
  11. Mata bisa tampak berair atau bisa juga tampak kering.
  12. Terdapat kerak pada bulu mata atau pada ujung mata.
  13. Sering mengedipkan mata, karena mata terasa mengganjal.

Meski banyaknya gejala yang dikaitkan dengan penyakit blefaritis, tetapi belum dapat dipastikan apa menyebabkan kondisi ini. Berikut ini faktor lain yang dapat meningkatkan risiko blefaritis, antara lain:

  1. Infeksi bakteri.
  2. Malfungsi kelenjar minyak.
  3. Adanya kutu pada bulu mata.
  4. Ketidakseimbangan hormon.
  5. Efek samping dari pengobatan.
  6. Reaksi alergi terhadap riasan atau salah satu produk kosmetik yang digunakan di sekitar mata. Hal ini dapat memicu inflamasi kelopak mata.

Blefaritis dapat menimbulkan ketidaknyamanan dan nyeri pada mata. Beberapa tips di bawah ini adalah langkah-langkah untuk mencegah timbulnya blefaritis:

  1. Mencuci muka secara teratur. Untuk wanita yang suka merias wajahnya, jangan lupa untuk membersihkannya sebelum tidur.
  2. Jangan menggunakan eyeliner pada ujung belakang kelopak mata di belakang bulu mata.
  3. Jaga kebersihan kelopak mata.
  4. Selalu menjaga kebersihan tangan untuk menghindari infeksi bakteri, dan jangan menggaruk mata ketika tangan kotor.
  5. Apabila kamu berada pada tahap awal penanganan blefaritis, kamu dapat mencegah iritasi lanjutan dengan tidak menggunakan riasan pada wajah.
  6. Jika kamu kembali menggunakan riasan pada wajah, ganti produk yang kamu gunakan di sekitar daerah mata. Produk riasan yang kamu pakai di daerah mata, mungkin terkontaminasi. Sehingga memicu terjadinya blefaritis.

Segeralah berdiskusi dengan dokter apabila kamu mempunyai gejala-gejala seperti mata memerah, membengkak, dan terasa nyeri. Halodoc menyediakan layanan berdiskusi langsung dengan dokter melalui Chat atau Voice/Video Call di mana pun dan kapan pun kamu membutuhkan pertolongan. Tidak hanya itu, di Halodoc juga  kamu bisa membeli obat. Pesananmu akan sampai dalam waktu kurang dari satu jam. Yuk, download aplikasinya segera di Google Play atau App Store!

Baca juga: