30 October 2018

Hepatitis Juga Bisa Menyebabkan Hepatomegali

Hepatomegali

Halodoc, Jakarta - Pernah mendengar istilah hepatomegali? Ini merupakan istilah medis untuk menggambarkan adanya pembesaran pada hati. Hal ini umumnya terjadi karena adanya penyakit pada organ hati, salah satunya adalah hepatitis.

Hepatomegali dapat terjadi ketika organ hati membengkak melebihi ukuran normal. Ukuran hati yang normal yaitu sekitar 7,5 sentimeter pada wanita dan 10,5 sentimeter pada laki-laki. Hati merupakan organ yang memiliki banyak peran penting. Di antaranya adalah untuk memproduksi cairan empedu guna mencerna lemak, membersihkan tubuh dari zat-zat yang berbahaya, dan menyimpan gula jenis glukosa sebagai cadangan energi tubuh.

Dalam beberapa kasus, ketika organ hanya mengalami sedikit pembesaran, tidak akan menimbulkan gejala apa pun. Namun, apabila pembesaran hati merujuk pada kasus yang parah, mungkin akan merasakan hal-hal seperti, selalu merasa kenyang dan rasa tidak nyaman pada bagian perut.

Gejala lain yang akan dirasakan, antara lain:

  1. Sering merasa kelelahan.

  2. Rasa nyeri pada perut, terutama pada bagian kanan atas.

  3. Munculnya rasa mual dan ingin muntah.

  4. Warna kulit berubah menjadi kuning.

  5. Warna putih pada bola mata berubah menjadi kuning.

  6. Rasa gatal pada seluruh badan.

  7. Pembengkakan pada area kaki.

  8. Buang air besar disertai dengan darah.

  9. Napas menjadi pendek dari biasanya.

  10. Timbul rasa nyeri pada otot.

  11. Kurang nafsu makan dan penurunan berat badan.

Hepatomegali umumnya merupakan tanda bahwa organ hati mengalami gangguan tertentu. Berikut ini adalah beberapa faktor dan kondisi yang dapat mengakibatkan terjadinya hepatomegali, antara lain:

  1. Abses hati, yaitu penyakit lubang-lubang kecil pada hati yang penuh nanah karena infeksi dari parasit.

  2. Hepatitis, yaitu peradangan pada hati akibat toxin, seperti kimia atau obat.

  3. Adanya masalah pada kandung empedu dan salurannya.

  4. Gangguan jantung, seperti gagal jantung dan penyakit katup jantung.

  5. Kanker yang berasal dari organ hati itu sendiri, maupun kanker dari organ lain yang menyebar ke hati.

  6. Penyakit perlemakan hati, biasanya penyakit ini timbul disebabkan oleh konsumsi alkohol yang berlebihan.

  7. Kelainan darah, yaitu kondisi yang memengaruhi salah satu atau beberapa bagian darah, sehingga menyebabkan darah tidak bisa berfungsi secara normal.

  8. Kelainan genetik, sejumlah kelainan genetik yang dapat menyebabkan pembesaran ukuran hati.

  9. Infeksi cacing, yaitu penyakit yang disebabkan oleh parasit cacing di dalam usus kecil.

  10. Sindrom budd-chiari, yaitu penyumbatan pembuluh darah hati.

Beberapa hal di bawah ini juga turut meningkatkan risiko masalah pada organ hati, seperti:

  1. Konsumsi obat, vitamin, suplemen, maupun obat lebih banyak dari yang sudah direkomendasikan, dapat meningkatkan risiko kerusakan hati.

  2. Konsumsi alkohol yang berlebihan dapat menyebabkan kerusakan pada hati.

  3. Kelebihan lemak atau obesitas juga dapat menyebabkan berat badan berada di atas normal dapat meningkatkan risiko penyakit hati.

  4. Jika kamu mengalami infeksi, seperti malaria dan demam, itu akan berpeluang besar untuk mengalami kerusakan pada hati.

  5. Mengkonsumsi obat herbal.

  6. Kadar SGOT dan SGPT. SGOT (Serum Glutamic Oxaloacetic Transaminase) merupakan enzim yang biasanya ditemukan pada hati (liver), jantung, otot, ginjal, hingga otak. Sementara, SGPT (Serum Glutamic Pyruvic Transaminase) merupakan enzim yang paling banyak terdapat di dalam hati. Kedua enzim ini memiliki tugas yang sama, yaitu membantu mencerna protein dalam tubuh.

Untuk menangani masalah pada pembesaran hati, kamu harus mengetahui terlebih dahulu dan harus memfokuskan apa penyebab utamanya. Penyakit perlemakan hati alkohol maupun non-alkohol dapat diatasi dengan perubahan gaya hidup yang positif. Seperti olahraga yang teratur dan pola makan teratur.

Jika kamu atau orang-orang terdekatmu mengalami tanda-tanda atau gejala dari hepatomegali, segera diskusikan dengan dokter. Kamu dapat ngobrol langsung melalui Chat atau Voice/Video Call melalui aplikasi Halodoc. Tidak hanya itu, kamu juga bisa membeli obat dan obat akan langsung diantar ke tempatmu dalam waktu satu jam. Yuk, download aplikasinya segera!

Baca juga: