Hernia Diafragma Bisa Ganggu Tumbuh Kembang pada Bayi

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
hernia-diafragma-bisa-ganggu-tumbuh-kembang-pada-bayi-halodoc

Halodoc, Jakarta – Setiap orangtua tentunya ingin agar bayi yang dikandungnya bisa lahir dengan kondisi yang sempurna. Namun, bagaimana bila isi perut bayi berada di rongga dada ketika lahir? Kondisi yang dinamakan hernia diafragmatika kongenital ini terjadi karena ada lubang yang abnormal pada otot diafragma, sehingga menyebabkan isi rongga perut bisa masuk ke dalam rongga dada. 

Meskipun kelainan ini jarang terjadi, tapi hernia diafragmatik merupakan kondisi yang perlu diwaspadai oleh para orangtua. Pasalnya, hernia diafragmatik bisa menyebabkan gangguan tumbuh kembang pada bayi. Yuk, kenali hernia diafragmatika lebih lanjut di sini. 

Baca juga: Waspada, Bayi Lahir Prematur Rentan Terkena Bronkiolitis

Diafragma adalah otot berbentuk kubah yang berperan dalam membantu proses pernapasan. Otot ini terletak di antara rongga dada dan perut, serta menjadi pemisah antara organ jantung dan paru-paru dengan organ perut (lambung, usus, limfa, dan hati). 

Pada kasus hernia diafragma, terdapat lubang yang tidak normal yang bisa muncul di bagian belakang dan samping diafragma (hernia Bochdalek) atau di bagian depan diafragma (hernia Morgagni).

Penyebab Hernia Diafragma pada Bayi

Hernia diafragmatik yang terjadi pada bayi merupakan hernia diafragma bawaan, yang terjadi karena diafragma tidak berkembang sepenuhnya saat ia masih berada di dalam rahim. Penyebab kondisi tersebut masih belum diketahui secara pasti sampai saat ini. Namun, ada beberapa faktor yang diduga bisa menyebabkan gangguan perkembangan organ tubuh pada janin, yakni:

  • Kelainan genetik dan kromosom.

  • Paparan bahan kimia (seperti, racun serangga) dari lingkungan sekitar.

  • Kekurangan asupan nutrisi saat hamil, khususnya vitamin A.

  • Dampak dari obat-obatan tertentu yang dikonsumsi selama kehamilan.

Komplikasi Hernia Diafragma

Benar bahwa salah satu komplikasi yang bisa terjadi akibat hernia diafragma adalah gangguan pertumbuhan dan perkembangan mental pada bayi. Si Kecil bisa mengalami gangguan koordinasi tubuh, sehingga ia akan sulit atau membutuhkan waktu yang lebih lama untuk belajar duduk, merangkak, berguling, berdiri, dan berjalan. Untuk mengatasi masalah ini, fisioterapi, terapi wicara, dan terapi okupasi bisa dilakukan untuk meningkatkan kekuatan dan koordinasi ototnya.

Cara Mencegah dan Menangani Hernia Diafragma

Setelah mengetahui dampak hernia diafragma yang berbahaya bagi bayi, ibu mungkin jadi bertanya-tanya bagaimana caranya mencegah kelainan tersebut terjadi? Sayangnya, langkah pencegahan hernia diafragma belum diketahui sampai saat ini. Namun, pemeriksaan kehamilan secara rutin berperan besar dalam mendeteksi adanya gangguan pada janin, sehingga dokter bisa menentukan langkah perawatan yang tepat sebelum, selama, dan setelah persalinan.

Hernia diafragma bisa dideteksi sejak kehamilan dengan melakukan USG. Melalui tes pencitraan tersebut, dapat dilihat apabila terdapat usus ataupun isi perut lainnya di dalam rongga dada bayi, serta cairan ketuban yang jumlahnya melebihi kadar normal (polihidramnion). Bila dokter mencurigai adanya kelainan ini, maka akan dilakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk memastikan diagnosis. 

Baca juga: 5 Pemeriksaan Penunjang untuk Diagnosis Hernia Diafragma

Bila janin diketahui positif mengidap hernia diafragma, maka salah satu langkah penanganan yang bisa dilakukan dokter adalah melalui metode FETO (fetal endoluminal tracheal occlusion). FETO merupakan salah satu jenis laparoskopi yang dilakukan dengan cara memasukkan balon khusus ke batang tenggorokan janin ketika ia berusia 26–28 minggu. Balon ini akan memicu paru-paru janin untuk berkembang. Setelah perkembangan paru mulai normal, balon akan diangkat. FETO bermanfaat mencegah gangguan pernapasan yang bisa dialami bayi setelah dilahirkan, akibat hernia diafragma.

Baca juga: 3 Tahapan Pengobatan Hernia Diafragma yang Perlu Diketahui

Itulah sedikit penjelasan mengenai hernia diafragma yang bisa mengganggu tumbuh kembang bayi. Bila ibu ingin mengetahui tentang hernia diafragma lebih lanjut, tanyakan saja pada dokter dengan menggunakan aplikasi Halodoc. Hubungi dokter melalui melalui fitur Talk to A Doctor untuk bertanya-tanya seputar kesehatan melalui Video/Voice Call dan Chat kapan saja dan di mana saja. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play.