Hindari Nyeri, Ini 7 Cara Mudah Cegah Maag Kambuh

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
  Hindari Nyeri, Ini 7 Cara Mudah Cegah Maag Kambuh

Halodoc, Jakarta - Boleh dibilang maag merupakan penyakit “sejuta umat” yang kerap bikin aktivitas pengidapnya terganggu. Penyakit lambung ini membuat perut terasa melilit, sehingga mereka yang berhadapan dengan maag mesti siap-siap meringis kesakitan.

Pertanyaanya simpel, bagaimana sih cara mencegah agar penyakit maag enggak kambuh? Sebenarnya, cara mencegah kambuhnya maag enggak susah, kok. Terdapat beberapa tips yang bisa kamu coba untuk menangkal penyakit ini.

Pecahnya Lapisan Esofagus

Sebelum menjawab pertanyaan di atas, ada baiknya untuk berkenalan lebih dekat dengan penyakit ini. Tukak lambung atau maag adalah pecahnya lapisan dalam esofagus, lambung, atau duodenum. Maag terjadi ketika lapisan organ-organ ini terkikis oleh cairan pencernaan asam yang dikeluarkan oleh sel-sel selaput lambung.

Penyakit maag berbeda dari erosi, karena maag meluas lebih dalam ke lapisan dan lebih memicu reaksi peradangan dari jaringan yang terlibat. Penyakit tukak lambung sering terjadi dan menyerang jutaan orang setiap tahunnya.

Penyakit maag juga merupakan masalah yang sering kambuh. Bahkan, maag yang sembuh dapat kambuh, kecuali pengobatan diarahkan untuk mencegah kekambuhannya. Maka dari itu, sangat penting untuk mencegah gangguan tersebut kambuh. Lantas, apa sih yang bisa menyebabkan maag?

Baca Juga : Cegah Maag Kambuh, Coba 4 Menu Buka Puasa Ini

Akibat Kelebihan Asam Lambung

Hal yang umum menyebabkan maag adalah kelebihan asam pada lambung, sehingga asam tersebut menyerang lapisan lambung. Gangguan tersebut akan menyebabkan bisul, sehingga terasa nyeri. Maka dari itu, pengobatan yang bisa dilakukan adalah dengan menghambat sekresi asam lambung.

Beberapa hal lainnya yang dapat menyebabkan penyakit maag adalah infeksi pada perut oleh bakteri Helicobacter pylori dan penggunaan yang kronis terhadap obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID), seperti aspirin. Di samping itu, bagi kamu yang memliki kebiasaan merokok rasanya perlu harap-harap cemas. Sebab, merokok juga bisa memicu kambuhnya penyakit maag.

Kembali ke pertanyaan di atas, bagaimana cara mencegah maag agar tak sering kambuh?

Dari Pola Makan hingga Pakaian

Belum ada yang tahu pasti bagaimana H. pylori menyebar atau mengapa beberapa orang mengembangkan penyakit maag tanpa terinfeksi oleh bakteri H. pylori. Karenanya pencegahan mungkin akan sulit untuk dilakukan.

Sejauh ini, tahap percobaan masih berlangsung untuk mengembangkan vaksin yang dapat mencegah infeksi bakteri tersebut. Berikut adalah beberapa cara yang dapat kamu lakukan untuk cegah maag terjadi:

  1. Hindari makanan yang mengiritasi perut. Jika hal tersebut dapat mengganggu perut kamu setelah memakannya, sebaiknya dihindari. Setiap orang berbeda, tetapi makanan pedas, buah jeruk, dan makanan berlemak dapat menyebabkan iritasi umum.

  2. Berhenti merokok. Perokok berat lebih mungkin untuk mengembangkan penyakit maag daripada yang bukan perokok.

  3. Hindari alkohol. Konsumsi alkohol dalam jumlah besar telah terbukti berkontribusi pada pengembangan bisul di dalam lambung, jadi pertahankan asupan alkohol kamu seminimal mungkin.

  4. Kelola stres dengan baik. Latihan teratur dan teknik relaksasi antara pikiran dan tubuh umumnya membantu untuk mengurangi penyakit maag kambuh.

  5. Makanlah dalam porsi kecil. Porsi besar membuat perut harus bekerja keras untuk mencerna makanan. Sebaiknya makanlah dalam porsi kecil, secara perlahan, dan jangan berbaring setelah makan.

  6. Jangan tidur atau berolahraga dengan perut penuh. Bila ingin berolahraga, lakukan setidaknya satu jam setelah makan (bukan porsi besar). Sementara itu, tunggulah tiga jam setelah makan sebelum tidur.

  7. Hindari menggunakan celana atau pakaian ketat. Kondisi ini bisa menekan perut, dan membuat makanan naik ke kerongkongan.

Timbulnya Rasa Perih dan Tidak Nyaman

Gejala dari penyakit maag, seperti esofagus, duodenum, atau tukak lambung dapat bervariasi. Banyak orang dengan gangguan ini mengalami  gangguan pencernaan, ketidaknyamanan perut yang terjadi setelah makan, rasa nyeri dan perih, atau timbulnya rasa tidak nyaman sama sekali saat hal tersebut terjadi.

Umumnya orang mengeluh terbakar perut bagian atas atau rasa lapar,  satu sampai tiga jam setelah makan atau di tengah malam. Mengonsumsi makanan atau antasida yang dapat menetralkan asam lambung sering kali dapat dengan cepat meringankan gejala-gejala ini.

Nah, segeralah temui dokter bila gejala maag semakin memburuk  atau tak kunjung sembuh. Kamu bisa kok bertanya langsung pada dokter melalui aplikasi Halodoc.

Baca Juga : 5 Tips Cegah Maag Kambuh saat Puasa

Diagnosis Penyakit Maag

Diagnosis dari penyakit maag dapat dilakukan dengan rontgen gastrointestinal barium atas atau endoskopi gastrointestinal atas. Rontgen barium atas gastrointestinal terbilang mudah dilakukan dan tidak melibatkan risiko atau timbulnya rasa tidak nyaman. Walau begitu, cara ini terbilang kurang akurat.

Endoskopi gastrointestinal bagian atas juga lebih akurat daripada cara sebelumnya. Namun, cara ini melibatkan obat bius dan pemasangan tabung fleksibel melalui mulut untuk memeriksa kerongkongan, lambung, dan duodenum.

Endoskopi bagian atas memiliki keuntungan tambahan, karena memiliki kemampuan mengeluarkan sampel jaringan kecil (biopsi) untuk menguji infeksi H. pylori. Biopsi juga diperiksa di bawah mikroskop untuk mengecualikan tukak kanker.

Sementara hampir semua ulkus duodenum bersifat jinak, ulkus lambung kadang-kadang bisa bersifat kanker. Oleh karena itu, biopsi sering dilakukan pada gangguan lambung untuk menyingkirkan kanker.

Baca Juga : Cegah Kambuh, Begini Tips Puasa Bagi Pengidap Maag

Mau tahu lebih jauh mengenai masalah di atas? Atau memiliki keluhan kesehatan lainnya? Kamu bisa kok bertanya langsung pada dokter melalui aplikasi Halodoc. Lewat fitur Chat dan Voice/Video Call, kamu bisa mengobrol dengan dokter ahli tanpa perlu ke luar rumah. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play!

Referensi:
WebMD. Diakses pada September 2019. How can I prevent indigestion?
Mayo Clinic. Diakses pada September 2019. Diseases and Conditions. Indigestion.

Diperbarui pada 27 September 2019