07 May 2019

Idap Vertigo, Amankah Berpuasa?

Idap Vertigo, Amankah Berpuasa?

Halodoc, Jakarta – Vertigo adalah jenis pusing spesifik yang ditandai oleh sensasi berputar tiba-dan sekitar kamu juga berputar. Perasaan itu bisa datang dan pergi atau bisa berlangsung berjam-jam atau berhari-hari. Seiring dengan pusing, orang juga mungkin mengalami mual atau muntah, sakit kepala, penglihatan ganda, ataupun detak jantung yang berdetak kencang.

Lantas, amankah pengidap vertigo menjalani puasa? Sejatinya puasa dapat menyebabkan pusing, kelelahan, mual, merasa pusing, dan bahkan pingsan. Tidak hanya terbatas puasa, melewatkan sarapan dapat menyebabkan penurunan konsentrasi dan kinerja. Puasa jangka panjang dapat menyebabkan siklus menstruasi yang tidak normal.

Buat kamu yang mengidap vertigo, ada baiknya melakukan pemeriksaan ke dokter dan mendapatkan rekomendasi perawatan, bila ingin tetap menjalankan puasa. Ada banyak penyebab vertigo lainnya. Masalah yang mempengaruhi batang otak yang merupakan tempat pusat keseimbangan tubuh berada, juga dapat menyebabkan pusing.

Baca juga: Vertigo Kambuh, Haruskah Membatalkan Puasa?

Dehidrasi, mabuk perjalanan, obat-obatan tertentu dan penurunan tekanan darah yang tiba-tiba juga bisa memicu vertigo. Penyebab lain vertigo, termasuk multiple sclerosis, stroke, dan tumor otak (baik jinak dan ganas), tapi mayoritas kasus vertigo disebabkan oleh masalah telinga bagian dalam.

Vertigo paling sering menyerang orang tua dan lebih banyak dialami wanita daripada pria. Sekitar 30 persen orang di atas 60 tahun memiliki masalah dengan vertigo. Sebagian besar, gejala vertigo tidak berbahaya dan cepat berlalu. Muntah dan mual sering menyertai vertigo dan biasanya tidak perlu dikhawatirkan.

Vertigo Bisa Berbahaya

Beberapa gejala vertigo yang berbahaya misalnya karena otak daripada masalah telinga bagian dalam, termasuk penglihatan ganda, bicara cadel, kelemahan atau mati rasa pada wajah, kecanggungan, dan jatuh.

Jika gejala-gejala ini terjadi, seorang pasien harus dievaluasi segera di ruang gawat darurat untuk penyebab vertigo yang berbahaya. Beberapa orang mungkin mengalami vertigo sekali dan tidak memiliki masalah dengannya lagi.

Serangan vertigo yang terus-menerus mungkin merupakan tanda masalah medis. Jika vertigo berlanjut, maka orang tersebut harus menemui dokter perawatan primer, ahli saraf, ataupun spesialis telinga hidung dan tenggorokan untuk perawatan atau kemungkinan pengujian.

Baca juga: Ini Alasan Kenapa Vertigo Mengganggu

Perawatan untuk vertigo tergantung pada penyebabnya dan dapat bervariasi dari gerakan kepala yang diresepkan untuk pengobatan atau operasi. Selama perawatan, profesional medis akan menggunakan riwayat medis pasien untuk mencari penyebab dan akan melakukan pemeriksaan untuk mendiagnosis vertigo.

Sangat membantu bagi seorang dokter untuk mengetahui apa yang memprovokasi vertigo dan apa yang membuatnya lebih baik, apakah kamu baru saja sakit, apakah ada gangguan pendengaran atau kepenuhan di telinga, apakah ada gejala peringatan (termasuk penglihatan ganda, dan bicara tidak jelas), serta kelemahan atau mati rasa di wajah.

Dalam banyak kasus, profesional medis akan berusaha menyembuhkan atau mengobati penyebab vertigo. Perubahan pola makan, menghindari nikotin dan latihan memiringkan kepala, yang sering bisa dilakukan di rumah juga bisa membantu.

Baca juga: Terapi Vertigo Ini Bisa Kamu Lakukan di Rumah!

Mempertimbangkan kondisi kesehatan sebelum menjalani puasa adalah salah satu upaya bisa dilakukan agar jangan sampai puasa yang kamu jalani malah menempatkanmu pada risiko kesehatan.

Kalau ingin mengetahui lebih banyak mengenai apakah pengidap vertigo aman menjalani puasa, bisa tanyakan langsung ke Halodoc. Dokter-dokter yang ahli di bidangnya akan berusaha memberikan solusi terbaik untukmu. Caranya, cukup download aplikasi Halodoc lewat Google Play atau App Store. Melalui fitur Talk to a Doctor , kamu bisa memilih mengobrol lewat Video/Voice Call atau Chat.