Ini 4 Cara Atasi Perut Melilit Saat Puasa

Ini 4 Cara Atasi Perut Melilit Saat Puasa

Halodoc, Jakarta - Perut melilit merupakan salah satu keluhan yang paling umum dialami selama bulan puasa. Kondisi ini dapat disebabkan oleh banyak hal. Seperti riwayat sakit maag yang dimiliki sebelumnya, atau kesalahan konsumsi makanan ketika berbuka atau sahur. Seperti menyantap makanan yang terlalu asam atau pedas, misalnya. Agar tetap bisa menjalani ibadah puasa dengan nyaman, adakah cara untuk mengatasi perut melilit?

Meski umumnya disebabkan oleh kebiasaan makan yang kurang sehat, sakit perut melilit saat puasa bisa menjadi tanda dari penyakit yang lebih serius. Jadi, yang pertama kali perlu dilakukan adalah mengenali gejala dan berkonsultasi dengan dokter, terutama jika perut melilit terjadi terus-menerus. Hal ini bertujuan untuk mendeteksi dini adanya gangguan kesehatan yang mungkin dialami.

Baca juga: Kenali Perut Kembung dan Solusi Mengatasinya

Lebih lanjut, ada beragam penyebab sakit perut saat puasa. Beberapa termasuk ringan dan mudah diatasi, sedangkan lainnya tergolong serius. Jika kamu mengalami sakit perut saat puasa dan pada momen-momen tertentu, bisa jadi kamu terkena beberapa gangguan kesehatan berikut ini:

Beberapa Cara yang Dapat Dilakukan untuk Mengatasinya

Ada banyak cara untuk mengatasi perut melilit saat puasa. Berikut beberapa di antaranya:

1. Hindari Makanan yang Dapat Memicu

Mengenali diri sendiri itu penting, tak terkecuali dalam hal makanan apa saja yang dapat membuat tubuh tidak enak. Coba mulai pikirkan dan buat daftar, makanan apa saja yang selama ini jika dikonsumsi, membuat perut terasa sakit dan melilit. Ketika sudah mengetahuinya, hal selanjutnya yang wajib dilakukan adalah menghindari makanan-makanan tersebut, baik ketika sahur maupun berbuka.

2. Jangan Langsung Makan dalam Jumlah Besar Ketika Berbuka

Momen berbuka adalah momen yang tentu paling ditunggu-tunggu setiap orang yang sedang menjalani puasa. Tak jarang, lapar yang dirasakan seharian menuntun kita untuk melahap aneka menu bukaan yang tersaji di meja makan, seolah dendam. Jika kamu memiliki kebiasaan seperti ini, mulai kurangi ya. Sebab, langsung makan dalam jumlah besar ketika berbuka mungkin menjadi salah satu penyebab perut melilit yang kerap kamu alami.

Segera setelah berbuka, mulailah dengan minuman sederhana seperti air putih hingga air kelapa yang memiliki kandungan elektrolit, kemudian lanjutkan dengan makan makanan ringan yang manis seperti kurma. Jenis makanan tersebut dapat menormalkan kadar gula setelah berpuasa seharian, terlebih ia pun mudah diserap oleh tubuh.

Baca juga: Tips Atasi Sakit Perut Karena Kekenyangan Sehabis Buka Puasa

3. Tidur Lagi Usai Sahur? Jangan, deh

Rasa kantuk yang terpaksa ditahan karena harus bersantap sahur kerap kembali muncul ketika kegiatan sahur selesai. Hal ini pun membuat kita ingin melanjutkan tidur, hingga waktunya melakukan berbagai aktivitas harian lainnya. Tahukah kamu? Langsung tidur setelah makan sahur dapat meningkatkan sekresi asam lambung. Akibatnya, perut akan terasa melilit, nyeri, bahkan mual, di siang harinya.

Jadi, cobalah untuk jangan tidur lagi usai sahur, ya. Alih-alih tidur, mengapa tidak gunakan waktu yang ada untuk kegiatan bermanfaat lain? Seperti membereskan peralatan makan yang telah digunakan, atau berolahraga ringan di halaman rumah. Hal ini dapat membuat tubuh terasa lebih bugar saat menjalani puasa, lho.

4. Kelola Stres

Stres memang menjadi biang dari berbagai penyakit, termasuk masalah perut. Ya, stres dapat meningkatkan produksi asam lambung dan memicu rasa melilit pada perut. Oleh karena itu, cobalah untuk mengelola stres dengan baik selama puasa, agar tidak mengganggu kenyamanan beribadah. Buat pikiran menjadi relaks dengan sempatkan diri melakukan hal-hal yang disukai, dan jangan lupa untuk berolahraga secara teratur. Sebab, olahraga dapat meningkatkan kadar hormon endorfin dalam tubuh, yang memicu perasaan bahagia.

Baca juga: Faktor Penyebab Sembelit Saat Berpuasa

Itulah sedikit penjelasan tentang cara mengatasi perut melilit saat puasa. Jika kamu membutuhkan informasi lebih lanjut soal hal ini atau gangguan kesehatan lainnya, jangan ragu untuk mendiskusikannya dengan dokter pada aplikasi Halodoc, lewat fitur Talk to a Doctor, ya. Mudah kok, diskusi dengan dokter spesialis yang kamu inginkan pun dapat dilakukan melalui Chat atau Voice/Video Call. Dapatkan juga kemudahan membeli obat menggunakan aplikasi Halodoc, kapan dan di mana saja, obatmu akan langsung diantar ke rumah dalam waktu satu jam. Yuk, download sekarang di Apps Store atau Google Play Store!