Ini Akibatnya Jika Tubuh Terkena Ketoasidosis Alkoholik

Ditinjau oleh: dr. Gabriella Florencia
Ini Akibatnya Jika Tubuh Terkena Ketoasidosis Alkoholik

Halodoc, Jakarta - Bagi kamu yang gemar konsumsi alkohol, sebaiknya mulai sekarang wajib membatasinya. Kebiasaan ini tidak hanya memberatkan kinerja hati tetapi bisa menyebabkan gejala hilang nafsu makan, mual, muntah, gelisah, dan tampak bingung. Apabila gejala tadi dialami, ini bisa menandakan bahwa kamu mengalami ketoasidosis alkoholik. 

Ketoasidosis alkoholik adalah kondisi saat di dalam darah seseorang telah menumpuk zat asam atau keton. Zat ini merupakan sejenis zat asam yang terbentuk dari sisa pembakaran lemak dalam tubuh sebagai upaya untuk menghasilkan energi. Kadar keton yang tinggi di dalam tubuh merupakan kondisi yang membahayakan karena menyebabkan gejala seperti  tubuh terasa lelah, sering kehausan, mual, muntah, gerakan menjadi lamban, kurang nafsu makan, napas jadi tidak teratur, bahkan penurunan kesadaran yang mengarah pada koma. 

Baca juga: Ini Bedanya Ketoasidosis Alkoholik dan Ketoasidosis Diabetik

Lantas Apa yang Menyebabkan Seseorang Alami Ketoasidosis Alkoholik?

Penyebab utama dari kondisi ini adalah kebiasaan konsumsi alkohol dalam jangka panjang. Akibat kebiasaan ini, seseorang dapat mengalami malnutrisi sehingga fungsi tubuh tidak bekerja dengan baik. Efeknya produksi insulin dalam pankreas berkurang dan tubuh tidak mampu mengolah gula menjadi energi. Tubuh kemudian membakar lemak menjadi energi, dari sinilah zat asam keton akan dihasilkan tubuh. Kadar keton semakin menumpuk di dalam darah jika pembakaran lemak terus terjadi dan kemudian ketoasidosis alkoholik terjadi. 

Tidak hanya itu, konsumsi alkohol bisa meningkatkan produksi hormon glukagon, katekolamin, kortisol, dan hormon pertumbuhan, yang memengaruhi kinerja hati. Hal ini meningkatkan penguraian lemak dan memicu pelepasan asam lemak bebas. Peningkatan asam lemak bebas meningkatkan keton dalam tubuh yang bersifat asam. Mereka yang alami penyakit ini mengalami dehidrasi akibat muntah-muntah, penurunan asupan cairan, dan penurunan salah satu hormon yang dinamakan antidiuretik. Dehidrasi ini mampu menurunkan kemampuan ginjal untuk mengeluarkan keton melalui urine dan menyebabkan kadar asam dalam tubuh meningkat.

Jika kamu atau orang terdekat kamu adalah pecandu alkohol, sebaiknya bantu ia untuk terlepas dari kecanduan ini agar tidak mengalami kondisi ini. Kamu bisa chat dengan dokter atau psikolog di Halodoc untuk solusi kesehatan terkait kondisi ini. 

Baca juga: Kecanduan Media Sosial atau Alkohol, Mana yang Lebih Bahaya?

Jika Tidak Diatasi dengan Benar, Mungkinkah Ketoasidosis Alkoholik Sebabkan Komplikasi?

Penyakit ini perlu penanganan segera untuk mencegah komplikasi yang semakin parah. Nah, beberapa jenis komplikasi dari ketoasidosis alkoholik yang perlu kamu ketahui, antara lain: 

  • Pendarahan pada sistem saluran pencernaan;

  • Pneumonia;

  • Radang pankreas;

  • Ensefalopati;

  • Kejang;

  • Koma. 

Baca juga: Benarkah Wanita Rentan Kecanduan Alkohol?

Bagaimana Cara Mengobati Ketoasidosis Alkoholik?

Pengobatan ketoasidosis alkoholik difokuskan untuk mengatasi gangguan keseimbangan asam basa pada tubuh. Selain itu, pengobatan juga akan memberi terapi agar pengidapnya berhenti mengonsumsi alkohol dan meredakan gejala putus alkohol.

Seseorang dengan kondisi ini perlu mendapatkan perawatan di rumah sakit. Selama perawatan, kondisi vital pasien seperti tekanan darah, detak jantung, pernapasan, akan terus dipantau.

Selama perawatan dokter akan memberikan cairan infus berupa larutan garam dan cairan gula (dextrose). Tidak hanya itu saja, pengidapnya juga diberi asupan nutrisi dan vitamin berupa vitamin B1, kalium, fosfor, dan magnesium, untuk mengatasi malnutrisi. Di samping pemberian cairan dan nutrisi, obat tambahan juga diberikan untuk mencegah efek dari pemberhentian konsumsi alkohol. 

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2019. Diabetic Ketoacidosis.
Healthline. Diakses pada 2019. Alcoholic Ketoacidosis.