Ad Placeholder Image

Ini Alasan Indonesia Rentan Mengalami Diabesity (Diabetes dan Obesitas)

6 menit
Ditinjau oleh  dr. Fauzan Azhari SpPD   19 November 2025

Indonesia rentan mengalami diabesity (diabetes dan obesitas) yang berdampak pada kesehatan masyarakat, bahkan menimbulkan beban ekonomi. Lantas, apa penyebab diabesity?

Ini Alasan Indonesia Rentan Mengalami Diabesity (Diabetes dan Obesitas)Ini Alasan Indonesia Rentan Mengalami Diabesity (Diabetes dan Obesitas)

DAFTAR ISI


Fenomena “diabesity”, gabungan antara diabetes tipe 2 dan obesitas, kini menjadi salah satu isu kesehatan terbesar di Indonesia. 

Kondisi ini bukan hanya meningkat secara perlahan, tetapi melonjak cepat hingga membuat Indonesia masuk radar berbagai lembaga kesehatan dunia.

Para ahli menyebutnya sebagai silent twin epidemic, karena kedua masalah ini saling memperburuk dan sulit dipisahkan.

Perubahan gaya hidup yang semakin modern, pola makan tinggi kalori, serta meningkatnya angka obesitas dan diabetes membuat Indonesia berada dalam posisi yang mengkhawatirkan. 

Tidak hanya berdampak pada kesehatan individu, diabesity juga menekan sistem pelayanan kesehatan dan menimbulkan beban ekonomi yang besar.

Nah, agar kamu lebih waspada, berikut ini informasi selengkapnya mengenai diabesity, kombinasi diabetes dan obesitas. 

Indonesia Rentan Diabesity, Apa Sebabnya?

Indonesia kini berada dalam kondisi yang rentan terhadap fenomena diabesity, yaitu kombinasi antara obesitas dan diabetes tipe 2 yang saling memperburuk satu sama lain. 

Diabesity bukan sekadar dua penyakit yang berdiri sendiri, melainkan sebuah kondisi ganda yang muncul akibat pola makan tinggi gula dan lemak, kurangnya aktivitas fisik, serta perubahan gaya hidup masyarakat yang semakin modern.

Lonjakan kasus obesitas dalam beberapa tahun terakhir membuat risiko diabetes ikut meningkat tajam. 

Hal ini bisa terjadi karena obesitas dapat menyebabkan resistensi insulin, faktor utama penyebab diabetes. 

Menurut data International Diabetes Federation (2024), ada 20,4 juta kasus diabetes pada orang dewasa di Indonesia dengan prevalensi mencapai 11,3% jauh di atas rata-rata regional Asia Tenggara. 

Angka ini bisa terus bertambah seiring meningkatnya indeks massa tubuh di berbagai kelompok usia. Faktor lain seperti urbanisasi, pekerjaan sedentary, serta konsumsi makanan cepat saji menjadikan kondisi ini semakin kompleks.

Kombinasi keduanya menciptakan ancaman kesehatan jangka panjang. Mulai dari penyakit jantung, stroke, hingga gagal ginjal. Selain itu, fenomena ini juga memberi tekanan besar pada sistem kesehatan dan ekonomi negara.

Pemicu Diabesity yang Harus Diwaspadai

Berikut ini beberapa faktor pemicu diabesity yang harus diwaspadai: 

1. Makan tinggi gula dan lemak jenuh

Konsumsi minuman manis, makanan cepat saji, dan camilan olahan dapat memicu kenaikan berat badan dan meningkatkan resistensi insulin, yang menjadi dasar terjadinya diabesity. 

2. Kurangnya aktivitas fisik

Gaya hidup sedentary, misalnya terlalu banyak duduk dan jarang bergerak. Kondisi ini mengurangi pembakaran kalori, meningkatkan penumpukan lemak tubuh, dan membuat tubuh kurang responsif terhadap insulin.

3. Stres kronis

Stres berkepanjangan memicu produksi hormon kortisol, yang bisa meningkatkan nafsu makan. Pada gilirannya hal ini dapat memicu penumpukan lemak di perut dan mengganggu metabolisme.

4. Kurang tidur

Kurang tidur dapat mengganggu regulasi hormon rasa lapar (ghrelin dan leptin), yang bisa membuat seseorang makan berlebihan dan meningkatkan risiko obesitas serta resistensi insulin.

5. Faktor genetik dan riwayat keluarga

Memiliki orang tua atau saudara dengan diabetes atau obesitas dapat meningkatkan risiko terbentuknya diabesity, karena faktor keturunan dan kecenderungan metabolik.

Kamu bisa cari tahu lebih lanjut mengenai Obesitas Sentral: Pengertian, Risiko, dan Cara Mengatasinya. 

Rekomendasi Obat Obesitas untuk Turunkan Berat Badan

Nah, karena obesitas dan diabetes saling berkaitan, mengendalikan berat badan bukan hanya soal penampilan, tapi juga langkah penting untuk mencegah gula darah melonjak dan menurunkan risiko komplikasi jangka panjang. 

Inilah mengapa penanganan obesitas sering dilakukan bersamaan dengan strategi pencegahan diabetes, salah satunya dengan melakukan diet guna menurunkan berat badan. 

Berikut ini rekomendasi obat obesitas yang bisa kamu dapatkan di Halodoc: 

1. Wegovy 0.25 mg Dosis Pen 1.5 ml

Wegovy di Indonesia direkomendasikan untuk membantu pengelolaan berat badan pada orang dewasa dengan Indeks Massa Tubuh (IMT) ≥30 (kategori obesitas). 

Obat ini juga dapat diberikan kepada individu dengan IMT >27 hingga <30 yang memiliki kondisi medis terkait berat badan, seperti tekanan darah tinggi, gangguan lemak darah, sleep apnea obstruktif, atau penyakit kardiovaskular.

Berdasarkan hasil uji klinis, penggunaan Wegovy yang dikombinasikan dengan pola makan rendah kalori serta peningkatan aktivitas fisik dapat menghasilkan penurunan berat badan yang bermakna.

Wegovy diberikan melalui suntikan subkutan sekali seminggu, dimulai dari dosis kecil untuk meminimalkan munculnya efek samping pada saluran pencernaan.

No registrasi BPOM: DKI2464695443A1

Harga mulai dari: Rp3.139.100 per pen.

Beli Wegovy 0.25 mg Dosis Pen 1.5 ml di Toko Kesehatan Halodoc.

Wegovy juga hadir dalam berbagai pilihan dosis, namun penggunaannya harus sesuai dengan petunjuk dokter:

Kamu bisa cari tahu juga Kandungan Wegovy dan Cara Kerjanya untuk Mengatasi Obesitas.

Kamu bisa beli obat online atau produk kesehatan lainnya dengan praktis dan mudah di Apotek Online Halodoc. 

Toko Kesehatan Halodoc Produknya 100% asli dan tepercaya. Tanpa perlu antre, obat bisa diantar hanya dalam 1 jam langsung dari apotek terdekat dari lokasi kamu berada. 

Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga dan dapatkan obat dari apotek 24 jam terdekat! 

Temukan Cara Menurunkan Berat Badan Tepat dengan Program Klinis dan Menyeluruh dari Halofit

Kamu sedang mencari cara menurunkan berat badan dengan cepat tapi tetap aman dan diawasi dokter? 

Kini kamu bisa mencoba Halofit, layanan Klinik Obesitas Digital dari Halodoc yang menawarkan pendekatan klinis, nutrisi, dan gaya hidup sehat secara menyeluruh.

Halofit dirancang khusus untuk membantu kamu menemukan cara menurunkan berat badan yang benar-benar efektif, bukan sekadar diet sementara.

Dengan dukungan dokter dan ahli gizi profesional, setiap program Halofit disesuaikan dengan kondisi tubuh, pola makan, dan target penurunan berat badanmu.

Berikut ini pilihan program yang bisa kamu pilih sesuai kebutuhan:

1. Halofit Advanced – Rp750.000/bulan

Cocok bagi kamu yang ingin memulai perjalanan sehat dengan pendampingan dokter dan ahli gizi selama 30 hari. 

Program Halofit Advanced mencakup meal plan personal, serta obat pendamping penurun berat badan yang diresepkan langsung oleh dokter untuk mendukung hasil yang aman dan maksimal.

2. Halofit Transform –  Mulai dari Rp3.300.000/bulan

Program Halofit Transform adalah program premium bagi kamu yang membutuhkan cara menurunkan berat badan dengan cepat dan terukur melalui terapi injeksi GLP-1. 

Terapi ini telah terbukti secara klinis membantu mengontrol nafsu makan dan mempercepat penurunan berat badan. 

Dengan pengawasan dokter, kamu akan mendapatkan dukungan medis lengkap beserta obat diet paling ampuh sesuai kebutuhan tubuhmu.

Semua layanan ini tersedia langsung di aplikasi Halodoc, mulai dari konsultasi, pemesanan paket, hingga pemantauan progres, semuanya bisa dilakukan tanpa perlu datang ke klinik.

Tunggu apa lagi?  Kamu bisa klik di sini untuk mulai coba program Halofit!

Referensi: 
Healthline. Diakses pada 2025. Obesity.
Mayo Clinic. Diakses pada 2025. Diabetes. 
International Diabetes Federation. Diakses pada 2025. Indonesia-Informasi Diabetes di Indonesia 2024.
Suara.com. Diakses pada 2025. Waspada “Diabesity”, Mengapa Indonesia Jadi Sarang Penyakit Kombinasi Diabetes dan Obesitas?