Ini Bahaya dari Kekurangan Nutrisi Selama Kehamilan

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
ini-bahaya-dari-kekurangan-nutrisi-selama-kehamilan-halodoc

Halodoc, Jakarta – Selama masa kehamilan, ibu perlu memenuhi kebutuhan akan berbagai macam nutrisi yang penting untuk tumbuh kembang janin. Bila sampai asupan nutrisi harian ibu tidak terpenuhi dengan baik bisa memberi dampak buruk, baik bagi kesehatan ibu maupun janin. Ketahui bahaya kekurangan nutrisi saat hamil di bawah ini.

Penyebab Kekurangan Nutrisi Selama Kehamilan

Ada banyak hal yang bisa menyebabkan ibu hamil kekurangan nutrisi selama kehamilan, antara lain morning sickness yang parah, menurunnya nafsu makan, pola makan yang buruk, kebiasaan pilih-pilih makanan, sampai penyakit tertentu. 

Wanita yang kekurangan nutrisi pada saat pembuahan kemungkinan juga akan gagal memenuhi peningkatan kebutuhan gizi yang diperlukan selama kehamilan. Hal ini dapat menyebabkan penambahan berat badan yang tidak mencukupi selama kehamilan dan meningkatkan risiko keguguran.

Bahaya Kekurangan Nutrisi Bagi Ibu Hamil

Berikut ini dampak kekurangan nutrisi pada ibu hamil:

  • Kekurangan seng dan magnesium dapat menyebabkan preeklampsia dan kelahiran prematur.

  • Kekurangan zat besi dan vitamin B12 dapat menyebabkan ibu hamil mengalami anemia.

  • Asupan vitamin B12 yang tidak memadai juga dapat menyebabkan masalah neurologis.

  • Kekurangan vitamin K dapat menyebabkan ibu hamil mengalami pendarahan yang berlebihan saat melahirkan.

  • Asupan yodium yang tidak memadai selama kehamilan dapat menyebabkan keguguran atau kematian pada bayi yang baru lahir.

Efek gizi buruk selama kehamilan juga sangat merugikan ibu hamil. Kekurangan nutrisi saat hamil juga dapat memengaruhi kesehatan ibu dengan cara-cara berikut ini:

  • Menurunkan sistem kekebalan tubuh dan menyebabkan infeksi.

  • Menyebabkan anemia dan kelemahan.

  • Menurunkan produktivitas ibu hamil sehari-hari.

Baca juga: 6 Makanan yang Baik Dikonsumsi saat Trimester Awal Kehamilan

Bahaya Kekurangan Nutrisi Bagi Bayi

Menurut sebuah penelitian, kekurangan nutrisi selama kehamilan dapat memengaruhi pertumbuhan bayi di tahun-tahun awal kehidupannya. Hal ini juga dapat meningkatkan risiko bayi mengidap obesitas, diabetes, dan komplikasi metabolisme lainnya, seperti penyakit hati dan lain-lain.

Kekurangan nutrisi selama kehamilan dapat membahayakan bayi dengan cara-cara berikut ini:

  • Kekurangan yodium dapat menyebabkan bayi lahir dengan kelainan bawaan, kretinisme neurologis, defisiensi mental, diplegia spastik, kretinisme myxoedematous, dan lain-lain. Hal ini juga dapat meningkatkan risiko kematian bayi.

  • Kadar seng yang rendah dapat menyebabkan retardasi pertumbuhan pada janin dan kelainan bawaan.

  • Kekurangan vitamin D dapat menyebabkan rakhitis pada janin.

  • Kekurangan folat dapat menyebabkan cacat tabung saraf pada bayi.

  • Kekurangan kalsium dapat menyebabkan perkembangan tulang yang buruk pada bayi.

  • Kadar zat besi yang rendah dalam tubuh ibu dapat menyebabkan retardasi pertumbuhan janin.

Diet tidak seimbang yang ibu jalani selama kehamilan juga dapat memengaruhi kesehatan bayi yang baru lahir dengan cara berikut ini:

  • Menyebabkan bayi yang baru lahir meninggal.

  • Menyebabkan kelahiran prematur.

  • Menyebabkan komplikasi neurologis, pernapasan, usus, dan peredaran darah pada bayi. 

  • Menyebabkan cacat lahir dan kerusakan otak.

Baca juga: 7 Tips Pilih Suplemen Tambahan untuk Ibu Hamil

Kekurangan nutrisi juga dapat membuat bayi rentan mengalami komplikasi kesehatan dalam jangka panjang seperti berikut:

  • Disfungsi seksual.

  • Masalah kardiovaskular, seperti hipertensi, aterosklerosis, stroke, dan penyakit jantung koroner.

  • Osteoporosis.

  • Kanker payudara.

  • Disfungsi organ, seperti testis, ovarium, otak, jantung, hati, dan usus kecil.

Malnutrisi selama kehamilan juga dapat memengaruhi perkembangan mental dan kemampuan akademis anak secara negatif.

Mengingat ada banyak bahaya dari kekurangan nutrisi selama kehamilan, baik bagi ibu hamil maupun janin, ibu dianjurkan untuk menerapkan diet seimbang agar dapat menjalani kehamilan yang aman. Konsumsilah banyak buah dan sayuran untuk mendapatkan asupan vitamin, mineral, dan serat. Masukkan sumber protein sehat, seperti ikan, telur, kacang-kacangan, dan unggas dalam menu makanan ibu setiap hari. Tambahkan juga makanan, misalnya kentang, jagung, nasi merah, pasta, dan roti untuk memenuhi kebutuhan karbohidrat ibu yang semakin meningkat.

Baca juga: Top 5 Gizi yang Dibutuhkan Ibu Saat Hamil

Selain dari makanan, ibu hamil juga dapat memenuhi kebutuhan nutrisi harian dengan mengonsumsi suplemen. Nah, beli suplemennya di Halodoc saja. Caranya sangat mudah, tinggal order saja lewat fitur Buy medicine dan pesanan ibu akan tiba dalam waktu satu jam. Ayo, download Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play.

Referensi:
Mom Junction. Diakses pada 2020. 7 Serious Causes Of Malnutrition During Pregnancy.