Ini Cara Mengobati Hipogonadisme

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
Ini Cara Mengobati Hipogonadisme

Halodoc, Jakarta - Hipogonadisme adalah suatu kondisi yang terjadi ketika kelenjar seks tubuh menghasilkan sedikit atau tidak sama sekali hormon. Untuk pria dengan hipogonadisme, testosteron rendah dapat memengaruhi perkembangan dan pemeliharaan organ reproduksi pria termasuk testis, Mr P, dan prostat. Selain itu, kadar testosteron yang rendah dapat menyebabkan masalah seperti berkurangnya kekuatan otot, rambut rontok, dan impotensi.

Untuk wanita, hipogonadisme terjadi ketika ovarium tidak menghasilkan cukup estrogen. Senyawa tersebut bertanggung jawab untuk menjaga organ seks seperti rahim, Miss V, saluran tuba, dan kelenjar susu. Kadar estrogen yang rendah atau sedikit dalam tubuh dapat menyebabkan infertilitas, kehilangan libido, perubahan suasana hati, hilangnya menstruasi, serta osteoporosis.

Terdapat dua jenis hipogonadisme, yaitu primer dan sentral (sekunder). Tipe-tipe hipogonadisme tersebut dikategorikan tergantung pada penyebab kondisinya, yaitu:

  • Hipogonadisme primer. Kondisi ini terjadi ketika ada masalah pada testis atau ovarium seseorang, yaitu pada bagian gonad. Organ tersebut menerima pesan dari otak untuk menghasilkan hormon, tetapi tidak berfungsi dengan baik bagi pengidap gangguan ini.

  • Hipogonadisme sentral. Hipogonadisme jenis ini terjadi karena pusat di otak yang tidak berfungsi dengan baik. Kelenjar hipotalamus dan hipofisis yang mengontrol gonad dan pelepasan hormon. Pada seseorang yang mengidap gangguan ini, kelenjar di otaknya tidak berfungsi dengan baik. Hal ini menyebabkan penurunan kadar hormon luteinizing dan hormon perangsang folikel, yang biasanya dirangsang oleh gonad.

Baca Juga : Hipogonadisme Dapat Sebabkan Kemandulan, Benarkah?

Pengobatan Hipogonadisme

Pengobatan untuk hipogonadisme tergantung pada penyebab kondisi tersebut. Namun, bentuk pengobatan yang paling umum adalah terapi penggantian hormon, yang digunakan untuk mengembalikan kadar hormon ke kisaran normal. Berikut pengobatan hipogonadisme tergantung dari jenis kelaminnya:

1. Wanita

Seorang wanita yang mengidap hipogonadisme biasanya diberikan kombinasi estrogen dan progesteron. Namun, disebutkan bahwa terapi estrogen dapat meningkatkan risiko penyakit jantung, pembekuan darah, dan kanker. Progesteron ditambahkan ke terapi estrogen karena dapat mengurangi risiko kanker endometrium.

Terapi penggantian hormon secara signifikan mengurangi timbulnya berbagai gejala estrogen rendah, termasuk risiko patah tulang karena osteoporosis. Namun, terapi tersebut memang memiliki potensi risiko, termasuk risiko penyakit jantung dan kanker payudara yang lebih tinggi. Karena, tindakan ini perlu dipertimbangkan lagi.

2. Pria

Terapi penggantian testosteron digunakan untuk meningkatkan libido, fungsi ereksi, kognisi, kekuatan otot, dan suasana hati. Pria yang kadar testosteron telah dipulihkan dengan terapi penggantian testosteron, dalam jangka waktu enam bulan, terjadi pengurangan lemak tubuh dan peningkatan massa tubuh tanpa lemak. Selain itu, pengobatan dapat meningkatkan resistensi insulin yang merupakan hasil dari pengurangan massa lemak setelah terapi testosteron.

Meski demikian, ada juga risiko efek samping yang merugikan ketika menggunakan terapi penggantian testosteron, termasuk memburuknya kesehatan prostat. Misalnya pembesaran prostat dan kanker prostat, gangguan kulit seperti jerawat dan iritasi kulit, penurunan kepadatan tulang, serta memburuknya sleep apnea.

Baca Juga : Sindrom Klinefelter Sebabkan Hipogonadisme, Ini Alasannya

Skin Patch

Cara lainnya yang dapat kamu lakukan untuk mengobati Hipogonadisme adalah menggunakan skin patch. Benda tersebut mengandung testosteron atau estrogen yang dapat dimasukkan ke dalam tubuh ketika bantalan tersebut ditempel ke kulit.

Tambalan tersebut dipindahkan ke bagian tubuh lain setiap beberapa minggu. Hal ini berfungsi untuk mengurangi risiko untuk mengalami reaksi samping yang merugikan. Berikut adalah beberapa tempat yang umumnya akan ditempel skin patch tersebut:

  • Lengan atas.

  • Perut.

  • Paha.

  • Punggung.

Baca Juga : Kenali 2 Tipe dari Hipogonadisme

Itulah beberapa pengobatan hipogonadisme yang dapat kamu lakukan. Jika kamu mempunyai pertanyaan perihal gangguan tersebut, dokter dari Halodoc siap membantu. Caranya yaitu dengan download aplikasi Halodoc di smartphone kamu!