Ini Cara Mengobati Sindrom Insensitivitas Androgen

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
Ini Cara Mengobati Sindrom Insensitivitas Androgen

Halodoc, Jakarta - Pasti kamu pernah melihat bayi yang mempunyai kelamin laki-laki tetapi fisiknya menyerupai perempuan. Hal ini disebabkan oleh kelainan genetik, sehingga mengalami kondisi tersebut. Gangguan tersebut disebut juga dengan sindrom insensitivitas androgen.

Penyakit ini termasuk dalam kondisi yang langka terjadi. Gangguan dari hal ini belum diketahui secara pasti, tetapi diduga terjadi kelainan genetik pada kromosom X di dalam tubuhnya. Seseorang yang mengalami penyakit ini harus segera ditangani agar tidak bertambah parah. Berikut cara pengobatannya!

Baca juga: Kenali Gejala Sindrom Insensitivitas Androgen

Pengobatan Sindrom Insensitivitas Androgen

Sindrom insensitivitas androgen adalah suatu kondisi yang disebabkan oleh kelainan genetik. Hal ini dapat memengaruhi perkembangan seksual anak sebelum lahir dan selama masa pubertas. Anak yang mengidap penyakit ini secara genetik adalah laki-laki, tetapi dilahirkan dengan fisik wanita.

Seorang anak yang mengidap gangguan ini mungkin mempunyai alat kelamin tampak seperti wanita atau di antara kedua jenis kelamin tersebut. Pada saat janin berkembang, perkembangan alat kelamin pria atau wanita akan ditentukan oleh pasangan kromosom yang diterima oleh bayi tersebut dari orangtuanya.

Anak yang lahir dengan sepasang kromosom seks pria, yaitu XY. Adanya kromosom Y dapat menghentikan perkembangan ovarium dan rahim, sehingga menyebabkan perkembangan testis. Hal tersebut juga menyebabkan terjadinya perkembangan seksual layaknya pria normal.

Testis yang berkembang dapat menghasilkan hormon pria, yang disebut dengan androgen. Hal tersebut umumnya akan menyebabkan organ seks pria, seperti penis, menjadi berkembang. Hal tersebut karena tubuh mengabaikan androgen, sehingga alat kelamin tetap berkembang dan testis juga tumbuh secara bersamaan.

Baca juga: Waspada, Ini Gejala Ambiguous Genitalia pada Bayi Laki-Laki

Gangguan sindrom insensitivitas androgen terbagi menjadi dua kategori, yaitu:

  1. SIA Lengkap: Pada gangguan dengan jenis lengkap, tubuh tidak merespons terhadap androgen sama sekali. Hal tersebut terjadi pada sekitar 1 dari 20.000 kelahiran.

  2. SIA Parsial: Pada gangguan genetik jenis ini, tubuh akan merespons sebagian androgen. Ketidakpekaan tubuh terhadap androgen parsial ini terjadi di tingkat yang hampir sama dengan sindrom insensitivitas androgen jenis lengkap.

Berikut beberapa pengobatan yang dapat dilakukan untuk mengatasi sindrom insensitivitas androgen yang terjadi.

  1. Memilih Jenis Kelamin Anak

Hal paling pertama yang harus kamu lakukan sebagai orangtua untuk mengatasi gangguan tersebut adalah dengan memilih jenis kelamin anak. Keputusan tersebut adalah salah satu hal yang besar untuk diambil sebagai masa depan anak ibu. Anak juga harus diberikan informasi untuk membantu dalam mengambil keputusan.

Sebagian besar orangtua yang anaknya mengidap gangguan ini lebih memilih jenis kelamin wanita. Hal tersebut karena telah memiliki alat kelamin wanita dan pada akhirnya diidentifikasi menjadi wanita. Walau begitu, meminta saran profesional adalah hal yang terbaik yang dapat dilakukan.

Kamu juga dapat bertanya pada dokter dari Halodoc tentang sindrom insensitivitas androgen ini. Caranya, kamu hanya perlu download aplikasi Halodoc pada smartphone yang kamu miliki! Kamu juga dapat melakukan pemesanan pemeriksaan fisik secara online pada rumah sakit terpilih melalui aplikasi tersebut.

Baca juga: Kenali Ambiguous Genitalia yang Menyerang Bayi

  1. Operasi

Seorang anak yang mengidap gangguan ini terkadang membutuhkan pembedahan untuk mengubah tubuh dan alat kelaminnya agar lebih konsisten dengan jenis kelaminnya. Beberapa prosedur bedah mungkin dilakukan saat anak tersebut masih muda, tetapi hal lainnya akan dilakukan ketika lebih tua. Berikut beberapa hal yang dapat dilakukan:

  • Perbaikan Hernia

Anak yang mengidap gangguan ini umumnya mengalami hernia pada bagian internal tubuhnya. Hal tersebut karena testis yang gagal bergerak dari perut ke skrotum. Gangguan ini dapat diperbaiki dengan menutup dan memperkuat celah di jaringan sekitarnya. Testis juga dapat diangkat dengan operasi lainnya.

  • Pengangkatan Testis

Jika orangtua memilih jenis kelamin wanita, maka testis akan diangkat. Hal tersebut karena berisiko menyebabkan kanker jika dibiarkan. Hal ini umumnya ditunda hingga pubertas karena testis menghasilkan hormon yang membantu perkembangan tubuh wanita normal tanpa pengobatan hormon.

  • Operasi Vagina

Anak dengan sindrom insensitivitas androgen umumnya memiliki vagina yang lebih pendek dari biasanya. Hal tersebut menyebabkan hubungan seks menjadi sulit. Perawatan ini umumnya ditunda hingga anak tersebut pubertas dan memilih perawatan yang diinginkan. Walau begitu, metode pelebaran dapat dilakukan tanpa adanya operasi.

Referensi:
NHS. Diakses pada 2019. Living with-Androgen insensitivity syndrome
Chop. Diakses pada 2019. Androgen Insensitivity Syndrome