29 August 2018

Ini Cara Mudah Mengobati Rabun Dekat

rabun dekat,mengobati rabun dekat

Halodoc, Jakarta - Semakin bertambahnya usia, kemampuan anggota tubuh pun pasti semakin menurun. Kita memang tidak bisa menghentikan tanda penuaan tersebut, akan tetapi dengan melakukan pola hidup yang sehat niscaya hal tersebut mampu  memperlambat munculnya tanda-tanda penuaan. Salah satu tanda penuaan yang muncul adalah menurunnya fungsi indera penglihatan yaitu mata. Menginjak usia 40 tahun ke atas, beberapa orang biasanya akan terserang rabun dekat atau dalam istilah kedokterannya adalah hipermetropia. Kondisi ini menyebabkan penderita tidak bisa melihat objek dekat dengan jelas atau terlihat buram, namun biasanya benda yang jauh justru terlihat jelas.

Penyebab Rabun Dekat

Rabun dekat dapat terjadi karena cahaya yang masuk ke mata tidak terfokus di dalam retina, namun malah terfokus di belakangnya. Ini terjadi lantaran kornea memiliki bentuk yang terlalu datar atau kurang melengkung, lensa yang kurang tebal, atau bola mata yang terlalu pendek.  

Pada mata yang normal, saat rangsangan masuk maka lensa akan berusaha mengubah ketebalannya untuk menyesuaikan pantulan sinar agar fokus tersebut jatuh tepat di retina. Akan tetapi pada kondisi rabun dekat, kemampuan akomodasi ini tidak berjalan efektif sehingga penglihatan yang dikirim ke otak akan terlihat buram karena cahaya tidak terfokus dengan benar.

Nah, faktor yang umumnya menyebabkan penyakit ini adalah genetika dan usai. Rabun dekat biasanya akan menurun dari orangtua yang memiliki penyakit ini dan biasanya muncul saat usia memasuki 40 tahun. Faktor lain yang bisa memicu penyakit ini adalah tumor di area mata, diabetes, masalah pada pembuluh darah di retina, dan ketidakmampuan mata berkembang secara normal saat kecil.

 

Mengobati Rabun Dekat

Untuk menyembuhkan kondisi rabun dekat secara total, maka harus dilakukan operasi untuk meningkatkan lengkungan kornea agar cahaya nantinya bisa lebih terfokus dan jatuh tepat di retina. Akan tetapi cara ini memang memiliki beragam risiko. Perawatan yang bisa dilakukan oleh pengidap rabun dekat adalah dengan menggunakan kacamata atau lensa kontak yang sesuai. Sebelum menggunakan kacamata atau lensa mata yang sesuai, terlebih dahulu kamu wajib pergi ke dokter mata untuk dilakukan tes ketajaman mata.

Dalam tes tersebut, biasanya dokter akan memintamu untuk membaca diagram berisi huruf dengan ukuran berbeda-beda dari yang besar hingga kecil atau disebut Snellen Chart. Dokter pun akan menaruh lensa yang sesuai hingga kamu merasa cocok. Setelah hasil pemeriksaannya keluar, kamu pun dapat membeli kacamata atau lensa kontak sesuai resep dokter tersebut.

Namun, apabila kamu merasa kerepotan menggunakan kacamata atau lensa kontak dan ingin pengobatan secara tuntas, kamu dapat meminta tim medis untuk melakukan operasi laser. Operasi laser pun memiliki risiko kerusakan dan infeksi yang lebih kecil dibandingkan dengan operasi tradisional karena dalam operasi laser tidak ada alat yang akan masuk ke mata. Berikut ini adalah tiga tipe utama operasi laser yang dapat mengatasi rabun dekat:

 

  1. Laser in situ keratectomy (LASIK). Operasi ini adalah tindakan yang paling sering digunakan, operasi ini menggunakan laser untuk mengubah bentuk kornea penderita.
  2. Laser epithelial keratomileusis (LASEK). Operasi ini menggunakan laser untuk menyingkirkan sedikit jaringan kornea dan memposisikannya kembali sehingga mengubah bentuk kornea.

  3. Photorefractive keratectomy (PRK). Operasi ini juga menggunakan laser untuk mengubah bentuk kornea, namun menggunakan alkohol untuk mengendurkan permukaan kornea sebelum akhirnya diangkat.

  4. Conductive keratoplasty (CK). Tindakan ini menggunakan frekuensi radio untuk memberi sinar panas di beberapa titik di sekitarnya hanya untuk sementara.

 

Untuk mencegah mata terkena rabun dekat atau berbagai penyakit lainnya, sebaiknya kamu selalu menjaga kesehatan mata dengan banyak mengonsumsi makanan yang kaya vitamin A dan selalu melindungi mata dari paparan sinar matahari langsung serta debu dan polusi.

Jika kamu memiliki masalah pada penglihatan, sebaiknya langsung dikonsultasikan pada dokter. Kamu bisa bertanya pada dokter melalui aplikasi Halodoc. Dengan fitur Contact Doctor, kamu bisa melakukan Video/Voice Call atau Chat kapan saja dan di mana saja. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store atau Google play.

 

Baca juga: