Ini Dampak Hepatitis Terhadap Ibu Hamil

Ditinjau oleh: dr. Fitrina Aprilia
Ini Dampak Hepatitis Terhadap Ibu Hamil

Halodoc, Jakarta – Hepatitis bisa menyerang siapa saja, termasuk wanita yang tengah hamil. Penyakit ini terjadi karena adanya peradangan hati serius dan bisa menular dengan sangat mudah. Hepatitis adalah penyakit yang disebabkan oleh virus yang memiliki nama sama. Jika terjadi pada ibu hamil, hepatitis bisa memicu dampak yang tidak main-main. 

Pada dasarnya, hepatitis dibagi ke dalam beberapa jenis, yaitu hepatitis A, B, C, D, dan E. Dari semua jenis penyakit ini, hepatitis B dan C adalah yang paling umum menyerang wanita hamil. Hepatitis B merupakan jenis penyakit yang paling sering ditularkan dari ibu ke bayi. Hepatitis B dan C menyebar melalui darah atau cairan tubuh, misalnya cairan vagina saat proses persalinan. Hepatitis pada ibu hamil sering ditandai dengan gejala mual, muntah, mudah merasa lelah, kehilangan nafsu makan, serta demam. 

Baca juga: Kenali Berbagai Jenis Penyebab Hepatitis Virus

Dampak Hepatitis Pada Ibu Hamil yang Harus Diwaspadai 

Kabar buruknya, sebagian besar ibu hamil sering tidak menyadari bahwa dirinya terinfeksi virus hepatitis. Pada beberapa kasus, kondisi ini sering muncul tanda menunjukkan gejala sama sekali hingga berbulan-bulan setelah virus menginfeksi. Hal itu yang menjadikan hepatitis sebagai penyakit yang harus diwaspadai bagi ibu hamil, karena bisa tiba-tiba saja menyebabkan komplikasi, baik bagi ibu maupun janin yang tengah dikandung. 

Salah satu komplikasi hepatitis yang bisa terjadi pada ibu hamil adalah batu empedu, dan sering berujung pada penyakit kuning selama kehamilan. Komplikasi atau dampak yang muncul biasanya dipengaruhi juga oleh jenis hepatitis yang menyerang. Jika mengidap hepatitis B, ibu hamil berisiko mengalami ketuban pecah dini hingga perdarahan berat pada akhir masa kehamilan. Dalam kondisi yang paling buruk, hepatitis bahkan bisa menyebabkan kematian bayi saat lahir. 

Baca juga: Perlu Tahu Dampak Hepatitis pada Ibu Hamil dan Janin

Selain pada sang ibu, hepatitis juga berisiko menyerang bayi yang dilahirkan. Umumnya, bayi tidak akan terpengaruh virus ini selama berada di dalam kandungan, tetapi risiko penularan hepatitis atau munculnya komplikasi meningkat saat persalinan. Penyakit ini bisa menyebabkan bayi lahir prematur, kelainan anatomi dan fungsi tubuh bayi, serta bayi lahir dengan berat badan rendah alias BBLR. 

Risiko lain yang bisa menyerang bayi adalah serangan virus yang sama atau bayi mengalami infeksi hepatitis saat lahir. Ibu hamil yang positif memiliki virus hepatitis B memiliki risiko besar menularkan penyakit yang sama pada bayi yang dilahirkan. Penularan penyakit biasanya terjadi saat bayi terkena paparan darah atau cairan vagina ibu selama proses persalinan terjadi. Infeksi virus hepatitis B bisa bersifat sangat parah jika menyerang bayi. Infeksi hepatitis B pada bayi bahkan bisa mengancam nyawa.

Penyakit ini pun bisa terus menghantui dalam jangka waktu yang lama. Virus hepatitis B bisa menyerang anak-anak dan menyebabkan penyakit kronis. Hepatitis kronis bisa berakibat buruk pada kesehatan anak di kemudian hari. Terinfeksi virus hepatitis bisa membuat anak tumbuh dengan membawa atau mengembangkan penyakit, seperti kerusakan hati alias sirosis, hingga kanker hati. Untuk menghindari kondisi ini, ada baiknya ibu hamil melakukan pemeriksaan rutin, sehingga serangan penyakit, termasuk hepatitis, bisa dengan segera dideteksi. 

Baca juga: Waspada, Ini 4 Kebiasaan Penyebab Hepatitis

Atau ibu bisa memanfaatkan aplikasi Halodoc untuk berbicara dengan dokter dan bertanya seputar masalah kesehatan selama hamil. Dokter bisa dihubungi melalui Video/Voice Call dan Chat. Dapatkan informasi seputar kesehatan dan tips hidup sehat dari dokter terpercaya. Yuk, download Halodoc sekarang di App Store dan Google Play!