24 September 2018

Begini Cara Merawat Anggota Keluarga yang Terkena Hepatitis

 hepatitis, cara merawat pasien hepatitis

Halodoc, Jakarta – Kebanyakan kasus hepatitis tidak menunjukkan gejala, seperti hepatitis C. Sangat beralasan jika kamu perlu berhati-hati akan tertular, terutama dalam lingkungan keluarga yang tinggal Bersama.

“Bila ada keluarga yang mengalami hepatitis C, disarankan untuk melakukan pemeriksaan karena memiliki risiko tertular saat menggunakan alat-alat secara bersama-sama,” kata dr. Irsan Hasan, SpPD, KGEH dari RS Cipto Mangunkusumo.

Alat-alat yang dimaksud di antaranya adalah pisau cukur, sikat gigi, atau alat-alat pribadi yang memungkinkan darah pasien hepatitis C masuk ke tubuh orang lain. Dr. Irsan pun menyarankan untuk tidak saling tukar-menukar penggunaan alat-alat pribadi.

Meskipun anggota keluarga di rumah terkena hepatitis, bukan berarti kamu harus mengasingkannya. Tetap perlakukan dia sebaik mungkin, meskipun harus berhati-hati. Jangan buat ia merasa terasing dengan cara merawat pasien hepatitis berikut ini.

1. Ajak Anggota Keluarga yang Tidak Terinfeksi untuk Vaksinasi

Kamu bisa membantu keluarga menghindari tertularnya virus hepatitis A dan B dengan vaksin. Vaksin adalah langkah terbaik sebagai cara mencegah hepatitis, tetapi kamu harus bertanya pada dokter mengenai ini terlebih dahulu. Anggota keluarga kamu bisa diberikan vaksin dalam beberapa injeksi atau dalam kombinasi vaksin.

2. Ingatkan Setiap Anggota Keluarga untuk Selalu Mencuci Tangan

Kamu dan keluarga harus membuat kebiasaan mencuci tangan sebagai prioritas hidup. Kamu bisa mengingatkan mereka untuk mencuci tangan dengan seksama setelah dari kamar mandi, saat mengganti popok, dan sebelum menyiapkan makanan. Air hangat dan sabun adalah kombinasi yang baik bagi tangan untuk membunuh bakteri dan virus. Beri tahu keluarga untuk menggosok tangan selama minimal 10-15 detik sebelum membilasnya.

3. Teliti dengan Benda-Benda di Rumah

Virus Hepatitis bisa ditularkan lewat darah yang mungkin bercaknya tertinggal di jarum suntik medis, jarum pentul, peniti, alat cukur di rumah yang pernah digunakan oleh pengidap hepatitis. Jika anggota keluarga yang sehat menggunakan atau tertusuk jarum yang terinfeksi darah ini, mereka rentan tertular hepatitis. Itulah mengapa kamu dan keluarga harus berhati-hati dengan benda-benda tajam tersebut.

Usahakan tidak saling bergantian menggunakan sikat gigi dengan orang rumah. Ketika pengidap hepatitis menggosok gigi dan mungkin ada darah yang tertinggal di sikat dari gusi yang berdarah, orang selanjutnya yang mungkin memakai sikat gigi itu tanpa sadar bisa tertular virus darinya. Oleh karena itu, berikan setiap anggota keluarga masing-masing satu sikat gigi khusus dan jangan satukan tempat penyimpanannya agar tidak keliru saat mengambilnya.

4. Perhatikan Konsumsi Makan dan Minuman Keluarga

Mencuci tangan sebelum dan setelah dari kamar mandi tidaklah cukup jika makanan disiapkan oleh pengidap hepatitis yang tidak berhati-hati dalam membersihkan bahan makanan. Karenanya, kamu dan keluarga masih berisiko terkena hepatitis.

Pada umumnya, buah-buahan segar, roti lapis, salad, dan makanan mentah lainnya lebih mungkin menjadi sumber penyebaran hepatitis jika dibandingkan dengan makanan matang. Makanan laut seperti kerang, remis, tiram, dan udang bisa diambil dari air yang terkontaminasi. Maka dari itu, lebih baik bagi kamu dan keluarga untuk berpikir dua kali sebelum mengonsumsi makanan mentah tersebut.

5. Jaga Kebersihan Rumah

Jika rumah kamu tidak dibersihkan secara teratur, kamu dan keluarga memiliki risiko tinggi untuk tertular penyakit hepatitis. Sebagai cara mencegah penularan hepatitis, keluarga kamu harus merencanakan untuk membersihkan rumah setiap hari, terutama permukaan di rumah yang bisa tersentuh darah atau feses yang terinfeksi. Kamu bisa menggunakan satu per empat cangkir pemutih yang dicampurkan ke dalam 3,8 liter air untuk memastikan bahwa semuanya bersih.

Itulah yang bisa kamu lakukan jika terdapat anggota keluarga yang sedang mengidap hepatitis. Perawatan di atas perlu dilakukan supaya anggota keluarga lainnya tidak tertular tanpa harus mengasingkan keluarga yang mengidap hepatitis. Jika kamu masih ragu dengan cara ini, kamu bisa juga berdiskusi dengan dokter di Halodoc. Kamu bisa berdiskusi kapan saja dan di mana saja, sebab komunikasi melalui aplikasi ini bisa dilakukan via Chat atau Voice Call/Video Call. Ayo, segera download aplikasinya sekarang, ya!

Baca juga: