Ini Gaya Hidup Sehat untuk Mencegah Bruxism

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
cara mencegah bruxism

Halodoc, Jakarta - Punya kebiasaan menekan, menggesekkan, atau menggemeretakkan gigi secara tidak sadar? Jika iya, bisa jadi kamu merupakan salah satu pengidap bruxism. Pengidap bruxism tahap awal memang belum membutuhkan penanganan khusus, karena gejala yang muncul dapat hilang dan timbul sendirinya.

Namun, jika sudah menimbulkan kerusakan gigi, masalah pada rahang, serta gangguan kesehatan lainnya, kamu akan membutuhkan seseorang yang ahli di bidangnya untuk membantu kamu menyelesaikan masalah yang satu ini. Sebelum kamu mendapatkan penanganan dari seorang ahli, tidak ada salahnya jika kamu melakukan beberapa perubahan gaya hidup untuk mencegah terjadinya kebiasaan buruk ini.

Baca juga: 5 Cara Mengatasi Bruxism pada Anak

Ini Gaya Hidup Sehat untuk Mencegah Bruxism

Berbagai langkah mudah dan sederhana dapat kamu lakukan untuk mencegah terjadinya bruxism. Beberapa contoh gaya hidup sehat yang dapat kamu terapkan sehari-hari, antara lain:

  • Seseorang yang merasa kesal atau stres mempunyai kebiasaan menggemeretakkan gigi dengan tidak sadar. Jika hal ini terjadi, tidak ada salahnya kamu tanyakan pada dokter ahli di aplikasi Halodoc, untuk mengetahui cara mengelola stres yang baik.

  • Kamu gemar mengonsumsi minuman beralkohol? Jika iya, sebaiknya dihentikan, ya. Karena alkohol akan membuat kamu keluar dari batas kesadaran diri. Itu artinya, kamu tidak mampu mengontrol apa-apa saja yang terjadi saat kamu sedang berada di bawah pengaruhnya.

  • Hindari minuman berkafein dan bersoda. Lebih baik banyak konsumsi air putih. Selain menyegarkan, air putih mempunyai segudang manfaat kesehatan bagi tubuhmu.

  • Kamu dapat melatih diri agar tidak menggemeretakkan gigi. Caranya, posisikan ujung lidah kamu di antara gigi atas dan gigi bawah. Jika dilakukan secara teratur, otot rahang akan terbiasa untuk rileks.

  • Banyak orang yang terbiasa menggigil kuku, sedotan, pulpen, pinsil, atau benda-benda lainnya. Nah, kebiasaan yang satu ini sebaiknya dihindari, ya. Agar gigi terlatih untuk tidak mempunyai kebiasaan saling menggesek.

  • Jika dirasa muncul gejala diluar kesadaran, kamu bisa merilekskan otot rahang dengan meletakkan handuk hangat pada bagian pipi dan telinga setiap hari sebelum tidur.

  • Jika bruxism yang muncul berkaitan dengan gangguan tidur, sebaiknya mulailah untuk memperbaiki pola tidur sehari-hari. Tidur dengan waktu yang cukup akan membuat kamu terhindar dari berbagai macam serangan penyakit.

  • Memakai night guard, yaitu alat pelindung gigi yang disangkutkan pada gigi atas dan bawah. Alat yang satu ini biasanya dibuat sesuai dengan ukuran gigi pengidap untuk mencegah terjadinya gesekan-gesekan gigi saat tidur.

Baca juga: Berbahayakah Kebiasaan Bruxism saat Tidur?

Bruxism bisa menimbulkan dampak serius jika dibiarkan begitu saja. Jangan sampai hal tersebut terjadi, segera diskusikan dengan dokter di aplikasi Halodoc jika serangkaian gejala muncul. Gejala yang muncul meliputi sakit pada telinga, sakit pada rahang, sakit kepala, mengalami gangguan makan, mengalami insomnia, serta muncul kerusakan pada gigi. Dokter terpercaya Halodoc akan membantu kamu melakukan langkah apa yang harus dilakukan.

Baca juga: Kenali Tanda-Tanda Mengidap Bruxism 

Jika gejala yang muncul dibiarkan menetap tanpa penanganan, kamu bisa saja mengalami sejumlah komplikasi. Komplikasi yang dapat terjadi meliputi adanya gangguan pada rahang, gangguan pada telinga, gigi retak, gigi longgar, mengalami nyeri pada beberapa titik wajah, serta bentuk wajah yang berubah. Sebelum hal tersebut terjadi, lakukan perubahan gaya hidup untuk mencegah terjadinya bruxism, ya. Jangan lupa juga untuk selalu menjaga kesehatan di mana pun kamu berada.

Referensi:
WebMD (Diakses pada 2019). Dental Health and Teeth Grinding (Bruxism).
NHS (Diakses pada 2019). Teeth Grinding (Bruxism).