Hal yang Dapat Meningkatkan Risiko MRSA

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
hal-yang-dapat-meningkatkan-risiko-mrsa-halodoc

Halodoc, Jakarta – MRSA yang merupakan singkatan dari methicillin-resistant Staphylococcus aureus, adalah infeksi yang disebabkan oleh bakteri Staphylococcus yang sudah tidak mempan lagi  terhadap berbagai macam jenis antibiotik, seperti amoxicillin atau penisilin. Pada awalnya, Staphylococcus merupakan bakteri yang tidak berbahaya. Namun, lama-kelamaan bakteri tersebut bisa berkembang menjadi MRSA yang tidak bisa diatasi lagi oleh berbagai antibiotik. Ada beberapa hal yang bisa meningkatkan risiko seseorang terkena MRSA. Yuk, simak lebih lanjut di sini.

Mengenal MRSA

Staphylococcus sebenarnya adalah bakteri yang tidak berbahaya dan hidup pada kulit dan hidung manusia. Namun, ketika pertumbuhannya tidak terkendali, bakteri ini bisa menyebabkan infeksi. Infeksi Staphylococcus bisa diatasi dengan konsumsi antibiotik. Namun, setelah penggunaan antibiotik beberapa waktu lamanya, dapat muncul jenis Staphylococcus yang tidak tidak bisa diatasi lagi oleh berbagai antibiotik, yaitu MRSA. 

Infeksi MRSA bisa dibagi menjadi 2 tipe, yaitu:

  • Hospital Acquired MRSA (HA-MRSA)

Infeksi ini biasanya ditularkan di lingkungan rumah sakit (infeksi nosokomial). Penularannya bisa terjadi melalui kontak langsung dengan luka yang terinfeksi atau tangan yang sudah terkontaminasi bakter. HA-MRSA bisa menyebabkan kondisi yang serius, seperti infeksi pada aliran darah dan pneumonia.

  • Community Acquired (CA-MRSA)

Ini merupakan jenis MRSA yang terjadi pada kulit dan ditularkan melalui sentuhan langsung dengan orang-orang yang terinfeksi. Infeksi ini juga bisa terjadi akibat tidak menjaga kebersihan dengan baik.

Baca juga: 8 Gejala MRSA yang Perlu Diwaspadai

Penyebab dan Faktor Risiko MRSA

Penyebab utama infeksi MRSA adalah bakteri Staphylococcus. Namun, ada beberapa kondisi tertentu yang bisa menyebabkan infeksi MRSA lebih mudah terjadi. Berikut ini faktor yang meningkatkan risiko HA-MRSA:

  • Menggunakan perangkat rumah sakit, seperti saat menjalani pengobatan;

  • Menjalani rawat inap di rumah sakit lebih dari 3 bulan; dan

  • Memiliki kekebalan tubuh yang lemah, misalnya pada pengidap AIDS atau kanker.

Sedangkan faktor risiko yang bisa meningkatkan kemungkinan seseorang terkena CA-MRSA, yaitu:

  • Tinggal di lingkungan yang padat penduduk dan kumuh;

  • Bekerja di rumah sakit atau klinik;

  • Sering pinjam-meminjamkan barang-barang pribadi dengan orang lain, seperti peralatan olahraga, handuk, maupun pisau cukur;

  • Melakukan hubungan intim yang tidak aman, termasuk hubungan intim pria dengan pria; dan

  • Aktif dalam kegiatan atau olahraga yang banyak melakukan kontak langsung.

Baca juga: Ini Alasan Homoseksual Rentan Terkena Granuloma Inguinale

Cara Mencegah MRSA

Bila kamu memiliki faktor risiko di atas, sebaiknya berhati-hatilah terhadap infeksi MRSA. Berikut ini beberapa hal yang bisa kamu lakukan untuk mencegah terjadinya infeksi CA-MRSA:

  • Mencuci tangan sampai benar-benar bersih;

  • Menutup luka dengan penutup khusus luka yang bersih agar tidak terkontaminasi;

  • Pastikan kamu menjaga kebersihan pakaian. Terutama bagi kamu yang memiliki luka pada kulit, sebaiknya cuci pakaian dengan air panas dan sabun cuci. Keringkan semua pakaian dengan menggunakan pengering pakaian bersuhu panas; dan

  • Hindari berbagi pakai barang-barang pribadi dengan orang lain, seperti handuk, selimut, peralatan olahraga dan pisau cukur.

Baca juga: Hindari E. Coli dengan Rajin Mencuci Tangan

Orang yang sudah terinfeksi HA-MRSA dan sedang menjalani rawat inap di rumah sakit, sebaiknya ditempatkan dalam ruang isolasi agar infeksi tidak menyebar. Pengunjung dan petugas medis pun juga harus menjaga kebersihan tangan dan menggunakan pakaian khusus. Berbagai peralatan rumah sakit yang digunakan harus didesinfeksi terlebih dahulu secara benar.

Itulah beberapa hal yang bisa meningkatkan risiko MRSA. Bila kamu ingin mengetahui lebih lanjut tentang infeksi MRSA, tanyakan saja kepada dokter dengan menggunakan aplikasi Halodoc. Melalui Video/Voice Call dan Chat, kamu bisa bertanya-tanya seputar kesehatan kepada dokter kapan saja dan di mana saja. Yuk, download Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play.

Referensi: 

Mayo Clinic (2019). MRSA infection - Symptoms and causes.