• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Ini Hal yang Sebabkan Anemia Penyakit Kronis

Ini Hal yang Sebabkan Anemia Penyakit Kronis

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
undefined

Halodoc, Jakarta - Ada banyak sekali jenis anemia, dan salah satunya disebut dengan anemia penyakit kronis. Anemia jenis ini mengacu pada tingkat sel darah merah yang rendah sebagai akibat penyakit autoimun (penyakit di mana sistem kekebalan tubuh menyerang sendi dan / atau organ tubuh) atau penyakit kronis lainnya. Penyakit kronis diartikan sebagai penyakit yang bertahan lebih dari 3 bulan. Di dunia medis, kondisi ini juga disebut anemia peradangan atau anemia peradangan dan penyakit kronis. 

Anemia penyakit kronis merupakan kondisi ringan atau sedang. Pada kasus ringan, anemia mungkin tidak berhubungan dengan gejala apa pun atau dapat menyebabkan kelelahan, pucat pada kulit dan pusing. Sayangnya, mekanisme yang mendasari anemia penyakit kronis cukup kompleks dan para ahli hingga kini tidak sepenuhnya memahami hal ini. 

Baca juga: Apa Saja Gejala Anemia karena Penyakit Kronis?

Apa Penyebab Anemia Penyakit Kronis?

Penyakit kronis dapat menyebabkan perubahan sel darah merah, sel darah pembawa oksigen yang dibuat oleh sumsum tulang. Perubahan ini menyebabkan sel darah merah lebih cepat mati dan memperlambat produksinya.

Pada anemia penyakit kronis, zat besi yang biasanya didaur ulang dari sel darah merah lama untuk membantu membuat sel darah merah baru disimpan dalam sistem sel yang disebut makrofag.

Ini membatasi jumlah zat besi yang tersedia untuk membantu membuat sel darah merah baru. Selain itu, cara zat besi dimetabolisme (metabolisme adalah serangkaian reaksi kimia terorganisir yang dibutuhkan oleh tubuh untuk bertahan hidup) di dalam sel juga mengalami gangguan. 

Penyakit paling umum yang dapat menyebabkan anemia jenis ini adalah:

  • Semua jenis infeksi.
  • Kanker.
  • Penyakit ginjal kronis (hampir setiap pasien dengan jenis penyakit ini akan mengalami anemia karena ginjal membuat erythropoietin (EPO), hormon yang mengontrol produksi sel darah merah di sumsum tulang.
  • Penyakit autoimun.
  • Rheumatoid arthritis, peradangan sendi kronis.
  • Lupus erythematosus sistemik (atau lupus), kerusakan jaringan akibat serangan sistem kekebalan pada tubuh.
  • Vaskulitis, peradangan pembuluh darah.
  • Sarkoidosis, penyakit radang yang biasanya menyerang paru-paru dan kelenjar getah bening, kemungkinan besar disebabkan oleh respons imun yang abnormal.
  • Penyakit radang usus (penyakit Crohn dan kolitis ulserativa).
  • Penolakan tubuh terhadap organ yang ditransplantasi.
  • Gagal jantung.
  • Kegemukan.

Jika kamu mengidap penyakit seperti yang disebutkan di atas, maka kamu perlu rutin memeriksakan diri ke rumah sakit untuk mengontrol kesehatan kamu secara keseluruhan. Kamu juga bisa mendiskusikan kondisi kesehatan kamu dengan dokter melalui aplikasi Halodoc. Dokter akan selalu siaga memberikan saran kesehatan sesuai kondisi yang kamu alami.

Baca juga: Benarkah Pengidap Anemia Tidak Boleh Mengonsumsi Timun?

Adakah Pengobatan yang Bisa Dilakukan?

Pengobatan anemia penyakit kronis diarahkan pada penyakit yang mendasarinya. Jika pengobatan penyakit yang mendasarinya berhasil, anemia biasanya membaik atau hilang sepenuhnya tanpa pengobatan tambahan. 

Mengobati anemia dengan memperbaiki ketidakseimbangan zat besi dalam tubuh dengan konsumsi suplemen zat besi oral atau vitamin nyatanya terbukti tidak efektif. Bahkan, upaya ini dapat berdampak negatif pada kesehatan secara keseluruhan.

Baca juga: Inilah Jenis-Jenis Anemia yang Merupakan Penyakit Keturunan

Misalnya, suplementasi zat besi adalah kontroversial karena penyakit tertentu seperti kanker menggunakan zat besi untuk tumbuh dan menyebar dan infeksi tertentu menggunakan zat besi sebagai makanan. Diperlukan lebih banyak penelitian untuk memahami mekanisme kompleks anemia jenis ini. 

Pada kasus yang jarang terjadi terkait anemia berat, transfusi darah atau pengobatan dengan obat yang merangsang produksi erythropoietin mungkin diperlukan. Erythropoietin adalah hormon yang merangsang produksi sel darah merah.

Namun, dalam beberapa penelitian, orang yang menggunakan terapi ini bisa mendapatkan efek yang lebih buruk. Jadi, masih diperlukan lebih banyak penelitian untuk menentukan keamanan jangka panjang dan efektivitas tiap terapi untuk pengobatan anemia penyakit kronis.

Referensi:
Cleveland Clinic. Diakses pada 2020. Anemia of Chronic Disease.
MedlinePlus. Diakses pada 2020. Anemia of Chronic Disease.
National Organization for Rare Disorders. Diakses pada 2020. Anemia of Chronic Disease.