Ini Pentingnya Vaksin Rubella untuk Anak

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   04 Desember 2018
Ini Pentingnya Vaksin Rubella untuk AnakIni Pentingnya Vaksin Rubella untuk Anak

Halodoc, Jakarta - Penyakit rubella atau yang juga sering disebut campak jerman, merupakan penyakit menular yang juga disebabkan oleh virus. Penularannya terjadi melalui udara. Pada anak, gejala dari penyakit ini biasanya hanya demam ringan (dengan suhu 37,2 derajat celcius) atau bahkan tanpa gejala. Akibatnya, kondisi ini sering kali tidak diketahui atau terdeteksi.

Beberapa gejala lain yang dapat ditemukan akibat infeksi rubella adalah sakit tenggorokan, bercak kemerahan di kulit, sakit kepala, nyeri pada mata, konjungtivitis, dan pembesaran kelenjar limfe di belakang telinga, leher belakang, serta sub occipital. Selain itu, anak juga dapat mengalami mual, nyeri otot, serta penurunan nafsu makan.

Berdasarkan data survei selama lima tahun terakhir, menunjukkan bahwa 70 persen kasus rubella terjadi pada kelompok usia di bawah 15 tahun. Sedangkan berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan, sejak 2010 sampai 2015 diperkirakan terdapat 23.164 kasus campak dan 30.463 kasus rubella. Jumlah ini diperkirakan masih lebih rendah dibanding angka sebenarnya di lapangan, mengingat masih banyaknya kasus tidak terlaporkan. Terutama, dari pelayanan swasta serta kelengkapan laporan surveilans yang masih rendah.

Rubella Berbahaya bagi Anak dan Ibu Hamil

Penyakit rubella mudah untuk menular dan banyak menyerang anak-anak. Hal yang ditakutkan dari penyakit ini adalah komplikasi yang muncul. Jika penyakit campak dapat menyebabkan komplikasi serius, seperti pneumonia (radang paru), ensefalitis (radang otak), kebutaan, gizi buruk, hingga berujung kematian. Sedangkan komplikasi yang dapat ditimbulkan akibat infeksi rubella adalah kelainan pada jantung dan mata, gangguan pendengaran, dan keterlambatan perkembangan. Bahkah pada ibu hamil, infeksi rubella dapat menyebabkan keguguran, kematian janin, dan sindrom rubella kongenital pada bayi yang dilahirkan.

Tidak Dapat Diobati, Tapi Bisa DIcegah

Berdasarkan data yang diambil dari kementerian kesehatan RI, Indonesia merupakan salah satu negara dengan kasus campak terbanyak di dunia. Namun, sejak tahun 2000, lebih dari 1 miliar anak di negara-negara berisiko tinggi telah diimunisasi. Alhasil, pada 2012, kematian akibat campak mengalami penurunan sebesar 78 persen.

Hal ini menunjukkan bahwa imunisasi dapat dilakukan dengan tujuan mencegah penyakit campak dan menghindari komplikasinya. Rubella juga merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat Indonesia yang memerlukan pencegahan efektif. Data pengawasan kementerian kesehatan RI selama 5 tahun terakhir menunjukkan 70 persen kasus rubella terjadi pada kelompok usia di bawah 15 tahun.

Melihat tingginya angka kejadian rubella, vaksin rubella penting untuk diberikan kepada anak. Pemerintah pun telah berupaya untuk melakukan pencegahan dengan imunisasi measles-rubella (MR) alias campak rubella. Imunisasi MR dapat diberikan kepada semua anak usia 9 bulan, dengan usia kurang dari 15 tahun.

Imunisasi rubella dilakukan lewat penyuntikan dengan dosis 0,5 mililiter. Pemerintah menyediakan pelayanan MR secara gratis pada Agustus-September 2017 dan 2018. Kamu bisa mendapatkan imunisasi MR tersebut di sekolah-sekolah, Puskesmas, Posyandu, dan fasilitas kesehatan lainnya.

Penyakit rubella (campak Jerman) menimbulkan dampak yang sangat buruk pada anak. Jika kamu tidak ingin Si Kecil mengalaminya, tidak ada salahnya untuk mengizinkan dirinya untuk mendapatkan imunisasi berupa vaksin MR di pusat kesehatan terdekat. Dengan begitu, ibu turut andil dalam meningkatkan kesehatan generasi masa depan.

Itu lah pentingnya vaksin rubella yang perlu diketahui. Jika ibu masih ragu dengan pemberian vaksin rubella, ibu dapat berdiskusi dengan dokter melalui aplikasi Halodoc. Diskusi dengan dokter di Halodoc dapat dilakukan via Chat atau Voice/Video Call kapan dan di mana pun. Saran dokter dapat diterima dengan praktis dengan cara download aplikasi Halodoc di Google Play atau App Store sekarang juga!

Baca juga:



Mulai Rp50 Ribu! Bisa Konsultasi dengan Ahli seputar Kesehatan