Ini Penyakit yang Dapat Sebabkan Hematochezia

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Ini Penyakit yang Dapat Sebabkan Hematochezia

Halodoc, Jakarta – Hematochezia adalah munculnya darah segar pada tinja (feses). Hematochezia biasanya disebabkan oleh perdarahan di saluran pencernaan bagian bawah. Diagnosis hematochezia ini tergantung pada penyebabnya. Kalau kamu mengalaminya, tanyakan langsung ke Halodoc. Dokter-dokter yang ahli di bidangnya akan berusaha memberikan solusi terbaik untukmu. Caranya, cukup download aplikasi Halodoc lewat Google Play atau App Store. Melalui fitur Contact Doctor kamu bisa memilih mengobrol lewat Video/Voice Call atau Chat.

Sejatinya, dokter akan mendiagnosis beberapa penyebab oleh riwayat pasien dan pemeriksaan fisik, sementara penyebab lain memerlukan tes darah, pemeriksaan lingkup usus dan / atau CT scan, angiografi atau studi kedokteran nuklir. 

Bagaimana Mengobati Hematochezia?

Pengobatan hematochezia tergantung pada penyebabnya. Perawatan sederhana (beberapa wasir, misalnya) dapat dilakukan di rumah, tetapi penyebab lain yang lebih serius (tumor atau bisul, contohnya, mungkin memerlukan upaya lebih banyak, seperti pembedahan dan terapi lainnya). 

Pendarahan dubur minimal dapat diobati di rumah jika penyebabnya diketahui minor, tetapi jika tidak cepat membaik atau orang tersebut berusia 40 tahun ke atas, cari perawatan medis. Secara umum, orang-orang yang kehilangan sejumlah kecil darah lebih baik daripada mereka yang kehilangan banyak darah (biasanya orang lanjut usia dengan masalah medis lainnya).

Baca juga: Pola Hidup Sehat untuk Cegah Hematochezia

Ada banyak penyebab hematochezia. Penyebab umum termasuk wasir, fisura anus, divertikulosis, infeksi, peradangan (IBD atau penyakit iritasi usus, penyakit Crohn, kolitis), masalah pembuluh darah (angiodysplasia). 

Penyebab lain hematochezia termasuk polip, tumor, trauma, sumber pencernaan bagian atas seperti radang lambung, dan divertikulum Meckel. Iskemia usus terjadi ketika aliran darah ke usus berkurang atau berhenti. Misalnya, kolitis iskemik biasanya terjadi di persimpangan kolon transversal dan descending dan dapat menghasilkan darah merah terang atau merah marun. 

Beberapa gejala yang perlu diperhatikan dari hematochezia adalah:

  1. Nyeri dubur;

  2. Darah merah terang hadir di dalam atau di atas tinja;

  3. Nyeri di perut, perut bagian bawah, dubur, atau punggung;

  4. Warna tinja menjadi hitam, merah, atau merah marun;

  5. Tes feses positif untuk kehilangan darah tersembunyi (darah mungkin ada, tetapi kamu tidak dapat melihatnya);

  6. Kebingungan;

  7. Pusing; dan

  8. Pingsan, jantung berdebar atau detak jantung yang cepat

Beberapa gejala justru harus diwaspadai karena bisa menjadi tanda-tanda berbahaya. Di antaranya: 

Baca juga: Ini yang Dimaksud dengan Ulkus Peptikum

  1. Sakit perut atau bengkak;

  2. Mual atau muntah;

  3. Pendarahan berlanjut atau memburuk;

  4. Penurunan berat badan baru-baru ini;

  5. Kebiasaan buang air besar yang berubah;

  6. Diare berat atau berkepanjangan;

  7. Kehilangan darah dalam volume besar;

  8. Nyeri dubur atau trauma; dan

  9. Muntah darah atau area lain dari tubuh berdarah atau memar

Perawatan hematochezia biasanya berfokus pada penghentian pendarahan. Dokter mungkin menggunakan satu atau lebih dari perawatan berikut, tergantung pada sumber pendarahan.

  • Probe Termal Endoskopi

Ini melibatkan pembakaran pembuluh darah atau jaringan yang menyebabkan maag.

Baca juga: BAB Berdarah Tiba-Tiba, Berbahayakah?

  • Klip Endoskopi

Ini dapat menutup pembuluh darah yang berdarah atau sumber pendarahan lain di jaringan saluran pencernaan.

  • Injeksi Endoskopi

Dokter akan menyuntikkan cairan di dekat sumber pendarahan yang akan menghentikan aliran darah.

  • Embolisasi Angiografia

Teknik ini menyuntikkan partikel ke dalam pembuluh darah yang terkena.

Baca juga: Apakah Pengidap Wasir Harus Dioperasi?

  • Injeksi Cyanoacrylate Intravariceal Endoskopi

Kamu akan menerima suntikan di dekat daerah yang terkena yang mengandung lem khusus untuk menghentikan pendarahan di pembuluh darah yang membesar di perut.

  • Ligasi Pita

Prosedur ini melibatkan penempatan gelang karet kecil di sekitar wasir atau vena yang membengkak (varises esofagus) untuk memotong suplai darah mereka, yang akan membuat mereka mengering dan jatuh.