Ini Tanda Rambut Rontok Perlu Perhatian Khusus

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
Ini Tanda Rambut Rontok Perlu Perhatian Khusus

Halodoc, Jakarta – Rambut rontok atau alopecia merupakan kondisi ketika helai demi helai rambut lepas dari kulit kepala, atau area berambut lainnya di tubuh. Kondisi ini dapat terjadi secara alami yang biasanya tidak berbahaya bagi kesehatan, ataupun karena kondisi medis tertentu. Berikut tanda rambut rontok yang memerlukan perhatian khusus:

  • Mendadak muncul sebidang rambut rontok.
  • Rambut yang rontok berlebihan atau lebih banyak dari biasanya.
  • Ketika menyisir atau memegangnya, rambut mudah sekali terlepas dari kulit.

Jika kamu mengalami gejala tersebut, segera konsultasikan dengan dokter di aplikasi Halodoc lewat Chat atau Voice/Video Call, atau buatlah janji dengan dokter di rumah sakit untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut. Jangan pernah sepelekan gejala aneh apapun yang terjadi pada tubuh, seperti rambut rontok sekalipun. Diskusikan dengan dokter untuk mengetahui penanganan yang paling sesuai dengan gejala dan kondisi kesehatan keseluruhan.

Baca juga: 6 Kesalahan Perawatan yang Bikin Rambut Rontok

Hal-Hal yang Dapat Menyebabkan Rambut Rontok

Siapapun bisa mengalami kerontokan rambut. Namun, ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang untuk mengalami rambut rontok, yaitu:

 

1. Genetik

 

Coba perhatikan, adakah anggota keluarga yang sering mengalami kerontokan rambut? Sebab, kamu memiliki kemungkinan lebih besar untuk mengalami kondisi yang sama. Faktor genetik juga memiliki pengaruh pada usia saat kamu mulai mengalami rambut rontok, serta seberapa cepat dan parahnya kerontokan rambut yang dialami.

 

2. Usia

 

Bertambahnya usia dapat membuat semakin banyak folikel rambut yang berhenti memproduksi sel rambut baru. Hal inilah yang kemudian menyebabkan rambut menjadi rontok, seiring bertambahnya usia.

 

3. Kurang Asupan Protein

 

Kurangnya asupan protein dapat menyebabkan perubahan pada kondisi rambut, kulit, dan kuku. Pada rambut, kekurangan protein dapat membuat rambut jadi rentan terlepas dari folikel, akibat kurangnya produksi keratin.

Baca juga: 5 Cara Merawat Kerontokan Rambut Bagi Pria

 

4. Perubahan Hormon

 

Terjadinya perubahan dan ketidakseimbangan hormon dapat membuat rambut rontok, meski sifatnya sementara. Beberapa hal yang menyebabkan terjadinya perubahan hormon adalah kehamilan, persalinan, dan menopause.

 

5. Penggunaan Obat atau Terapi Tertentu

 

Mengonsumsi obat-obatan seperti obat kanker, depresi, jantung, tekanan darah tinggi, dan pil KB, dapat memicu terjadinya rambut rontok. Tak hanya obat-obatan, terapi tertentu seperti radiasi dan kemoterapi juga dapat meningkatkan risiko kerontokan rambut. 

 

6. Gaya dan Perawatan Rambut Tertentu

 

Kebiasaan menata rambut, seperti mengikatnya terlalu kencang dalam waktu yang lama dapat membuat folikel rambut rusak. Jika hal ini terjadi terus-menerus, rambut akan mengalami kerontokan parah. Selain gaya, perawatan rambut seperti terlalu sering mencuci rambut, mengecat, bleaching, dan meluruskan rambut juga dapat membuat rambut jadi rapuh, tipis, rusak, dan rentan rontok.

Baca juga: 5 Tips Mencegah Kerontokan Sebelum Lanjut Usia

 

7. Masalah Kesehatan Fisik dan Psikis Tertentu

 

Beberapa jenis penyakit seperti diabetes dan lupus dapat meningkatkan risiko pengidapnya untuk mengalami rambut rontok, akibat melemahnya sistem imun tubuh. Namun selain fisik, kesehatan psikis juga perlu diperhatikan. Sebab, masalah pada kesehatan psikis seperti depresi juga dapat memicu terjadinya kerontokan rambut.

Secara spesifik, ada sebuah gangguan kesehatan mental bernama trikotilomania. Gangguan psikis ini membuat pengidapnya memiliki keinginan untuk menarik rambutnya terus-menerus. Hal ini dapat membuat rambut menjadi rontok, menipis, bahkan mungkin juga terjadi kebotakan.

Referensi:
WebMD. Diakses pada 2019. Understanding Hair Loss - Basics.
Mayo Clinic. Diakses pada 2019. Hair loss - Symptoms and causes.