Trikotilomania

Pengertian Trikotilomania

Trikotilomania adalah kondisi kelainan yang mana penderitanya memiliki dorongan yang tidak tertahankan untuk mencabuti rambut sendiri. Kondisi ini termasuk kelompok masalah psikologis yang disebut dengan gangguan pengendalian impuls (impulse-control disorder), dikarenakan tidak adanya kemampuan dalam mencegah diri untuk tidak melakukan suatu perbuatan tertentu.

Apabila penderita trikotilomania mencoba menahan keinginan untuk mencabuti rambut, biasanya akan timbul semacam perasaan tegang, gelisah, dan tidak nyaman pada diri mereka. Sebaliknya, ketika keinginan tersebut sudah terpenuhi, mereka akan merasa lega.

Banyak penderita trikotilomania yang menyangkal bahwa diri mereka bermasalah. Ketika terjadi kebotakan, biasanya mereka akan menyembunyikan bagian yang botak tersebut dengan memakai topi, alis palsu, atau bulu mata palsu.

Tapi tidak semua pengidap trikotilomania merasa senang atau lega setelah mencabuti rambut. Beberapa di antaranya malah jadi merasa malu dengan perilaku mereka dan merasa minder karena penampilan fisik mereka menjadi tidak menarik.

Komplikasi Trikotilomania

Trikotilomania dapat menyebabkan kebotakan (alopecia), mengidap tekanan psikologis, seperti perasaan malu, bersalah, dan terasing yang akan berimbas pada hubungan sosial dan menurunnya prestasi di bidang pekerjaan atau pendidikan.

Pada sejumlah kasus, trikotilomania juga bisa menyebabkan trichobezoars atau terbentuknya gumpalan-gumpalan rambut di dalam perut. Komplikasi ini bisa terjadi apabila pengidap trikotilomania sering memakan rambut yang mereka cabuti.

Tanda dan Gejala Trikotilomania

Selain mencabuti rambut di kepala, ada juga pengidap trikotilomania yang suka mencabuti rambut pada bagian-bagian lain, seperti:

  • Mata (bulu mata dan alis).
  • Wajah (kumis, janggut, dan jambang).
  • Ketiak.
  • Dada.
  • Perut.
  • Kemaluan.
  • Tangan dan kaki.

Gejala lain yang bisa terlihat dari pengidap trikotilomania adalah mereka suka mengamati rambut-rambut yang sudah dicabut (misalnya mengamati akarnya) atau memilin-milin rambut tersebut. Pada beberapa kasus, pengidap bahkan mengunyah atau memakan rambut mereka.

Penyebab Trikotilomania

Terdapat dugaan bahwa trikotilomania berkaitan dengan kelainan pada jalur penghubung bagian-bagian di dalam otak yang berperan dalam mengatur gerakan, emosi, dan impuls, serta dalam membentuk kebiasaan. Namun hal ini merupakan salah satu faktor saja, banyaknya faktor lain yang juga dapat meningkatkan risiko seseorang terkena trikotilomania menyebabkan kondisi ini sulit untuk disimpulkan penyebabnya.

Menurut penelitian, genetik adalah salah satu faktor yang sangat berpengaruh terhadap terbentuknya trikotilomania. Seseorang yang memiliki keluarga dekat pengidap trikotiloma diyakini berisiko tinggi mengidap kondisi yang sama.

Kasus trikotilomania paling banyak ditemukan pada perempuan usia praremaja, yaitu kisaran usia11-13 tahun, ketika terjadi perubahan hormon. Menurut penelitian yang lain, trikotilomania kadang-kadang berkaitan dengan masalah psikologis lain, seperti gangguan kepribadian, gangguan makan, gangguan suasana hati, gangguan kecemasan, penyalahgunaan zat bahkan berkaitan dengan gangguan obsesif kompulsi (OCD)

Pengobatan Trikotilomania

Trikotilomania bisa diobati melalui psikoterapi, diantaranya dengan terapi perilaku kognitif atau cognitif behavioural therapy (CBT). Melalui CBT, pengidap trikotilomania akan dibantu oleh seorang ahli dalam mengubah perilaku negatif mereka menjadi positif (dalam kasus ini adalah mencabuti rambut).

Selain dengan pemberian edukasi mengenai kondisi yang mereka alami dan cara mengatasinya, ahli juga akan membantu memperbaiki anggapan mereka tentang diri sendiri sendiri dan tentang bagaimana mereka berhubungan secara sosial. Di dalam CBT, terkadang ahli terapi akan melibatkan keluarga untuk memberikan dukungan.

Dalam penanganan trikotilomania, CBT akan dikombinasikan jugadengan pemberian obat seperti clomipramine, obat golongan penghambat pelepasan selektif serotonin atau selective serotonin reuptake inhibitor (SSRI), seperti obat-obatan yang mengandung fluoxetine dan sertraline. Dalam menggunakan obat-obatan di atas, sangat penting untuk mematuhi aturan pakai dari dokter agar cepat sembuh dan terhindar dari efek samping.

Pencegahan Trikotilomania

Cara-cara mencegah terjadinya trikotilomania:

  • Pikirkan pemicu kamu suka mencabut rambut.
  • Jelaskan dalam sebuah buku catatan, bagaimana perasaan setelah mencabut rambut.
  • Memikirkan strategi untuk berhenti menarik rambut.

Kapan Harus ke Dokter?

Segera berbicara dengan dokter jika mengalami tanda dan gejala di atas.