31 October 2018

Inilah 4 Faktor Penyebab ISK pada Wanita

Inilah 4 Faktor Penyebab ISK pada Wanita

Halodoc, Jakarta – Infeksi saluran kemih (ISK) terjadi saat organ yang termasuk dalam sistem kemih mengalami infeksi. Saluran kemih dalam tubuh, seperti ginjal, ureter, kandung kemih, dan uretra mengalami infeksi akibat serangan bakteri, tapi infeksi paling sering terjadi di kandung kemih dan uretra.

ISK terjadi saat bakteri atau kuman masuk ke dalam saluran kemih dan bergerak menuju uretra. Lebih buruknya, perjalanan kuman bisa berlanjut menjadi infeksi bakteri yang bisa meluas dalam kandung kemih, saluran kencing, uretra, hingga ginjal.

Sebenarnya, kondisi ini bisa terjadi pada siapa saja. Anyang-anyangan alias rasa sakit dan tidak nyaman saat buang air kecil merupakan gejala yang khas dari penyakit ini. Berita buruknya, wanita ternyata lebih berisiko mengalami infeksi saluran kemih alias ISK. Hal tersebut bisa terjadi karena uretra pada wanita lebih pendek, sehingga bakteri jadi lebih mudah untuk mencapai kandung kemih.

Pada wanita, risiko infeksi saluran kemih menjadi lebih besar karena beberapa kondisi. Seperti kehamilan, pernah mengalami ISK sebelumnya, menopause, memiliki kelainan pada saluran kemih sejak lahir, penggunaan kateter urine dalam jangka panjang, hingga adanya sumbatan dalam saluran kemih, misalnya karena batu ginjal. Selain itu, ada beberapa faktor lain yang menjadi pemicu ISK ke wanita. Apa saja?

1. Infeksi Bakteri Escherichia Coli

Bakteri Escherichia Coli alias E.Coli. adalah penyebab infeksi saluran kencing paling umum. Untuk mencegah ISK karena infeksi bakteri ini, pastikan selalu menjaga kebersihan pada daerah kewanitaan dan mengurangi pemakaian panty liner.

Infeksi saluran kemih juga bisa terjadi karena kurang bersih saat membersihkan area intim. Karena itu, wanita dianjurkan untuk selalu membersihkan organ intim dengan cara yang benar, yaitu dari arah depan ke belakang bukan sebaliknya. Membersihkan Miss V juga sebaiknya dilakukan dengan menggunakan air bersih yang mengalir.

2. Tidak Tuntas Membersihkan Organ Intim

Setelah buang air besar atau buang air kecil, membersihkan organ intim dengan benar adalah cara terbaik untuk mencegah infeksi bakteri. Sayangnya, belum banyak orang yang menyadari dan melakukannya dengan cara yang benar.

Selain tidak melakukan cara membersihkan yang tepat, kebanyakan orang juga tidak tuntas dalam membersihkan. Itulah yang membuat sisa kotoran mungkin masih menempel dan menyebabkan kuman dan bakteri berkumpul. Setelah itu, bakteri mulai berkembang biak yang pada akhirnya menyebabkan infeksi kandung kemih.

3. Menahan Buang Air Kecil

Kebiasaan menahan buang air kecil, terutama setelah berhubungan intim bisa menyebabkan terjadinya ISK. Sebab, bakteri penyebab infeksi ini biasanya disebarkan lewat aktivitas seksual antara pria dan wanita. Dengan kondisi uretra yang lebih pendek, wanita menjadi lebih berisiko mengalami infeksi. Maka dari itu, sangat dianjurkan untuk selalu buang air kecil sesudah melakukan hubungan intim.

4. Malas Minum Air Putih

Selain menyebabkan tubuh kekurangan cairan alias dehidrasi, malas minum air putih juga bisa menyebabkan infeksi saluran kemih. Bagaimana caranya?

Saat tubuh kurang asupan air putih, ginjal pun akan kehilangan cairan. Padahal, organ ini membutuhkan cairan untuk berfungsi dengan baik. Kondisi ini akan membuat seseorang menjadi jarang buang air kecil dan ginjal menjadi kering. Nah, pada saat seperti itulah bakteri menjadi lebih mudah untuk menyerang sehingga terjadilah infeksi saluran kemih. Maka dari itu, memenuhi kebutuhan tubuh akan cairan sangat penting dilakukan, yakni dengan cara minum dua liter air atau sekitar delapan gelas dalam satu hari.

Punya keluhan seputar masalah kemih atau bagian tubuh lain dan butuh saran dokter? Pakai aplikasi Halodoc saja! Lebih mudah menghubungi dokter melalui Video/Voice Call dan Chat. Dapatkan informasi kesehatan dan tips hidup sehat dari dokter terpercaya. Yuk, download sekarang di App Store dan Google Play!

Baca juga: