25 January 2019

Inilah Perbedaan Amenorrhea Primer dan Amenorrhea Sekunder

Inilah Perbedaan Amenorrhea Primer dan Amenorrhea Sekunder

Halodoc, Jakarta - Saat seorang wanita mengalami kesulitan menstruasi, maka bisa jadi ia mengalami penyakit yang disebut amenorrhea. Meski menstruasi tiap wanita berbeda-beda karena perbedaan hormon dan sistem kerja organ vital dan kondisi panggul, namun jika seorang wanita tidak mengalami siklus menstruasi maka hal ini dapat disebut gangguan. Dalam istilah medis, terdapat dua jenis amenorrhea, yaitu:

  • Amenorrhea primer, yakni kondisi saat seorang gadis berusia lebih dari 15 tahun dan belum pernah menstruasi tetapi telah melalui perubahan lain pada pubertas.

  • Amenorrhea sekunder, yakni kondisi saat seorang wanita tidak haid selama lebih dari tiga siklus atau 6 bulan.

Amenorrhea adalah kondisi umum yang terjadi pada wanita yaitu terdapat ketidakseimbangan dalam fungsi tubuh seorang wanita. Selain itu, kondisi tidak haid ini lebih sering mempengaruhi wanita yang sedang hamil sebab selama kehamilan hormon diatur untuk menghentikan ovulasi dan menstruasi. Jadi, amenorrhea primer terjadi pada wanita yang berusia lebih dari 15 tahun sementara amenorrhea sekunder terjadi pada wanita dengan usia yang lebih tua atau wanita seusai hamil.

Baca Juga: Jangan Panik, Ini Masa Haid yang Normal

Gejala Amenorrhea

Selain tidak dapat haid, beberapa gejala lain akan muncul pada amenorrhea primer dan amenorrhea sekunder. Biasanya gejala tersebut bergantung pada penyebab amenorrhea itu sendiri. Gejala amenorrhea, antara lain:

  • Sakit kepala.

  • Payudara tidak membesar.

  • Gangguan penglihatan.

  • Tumbuhnya rambut-rambut di wajah secara berlebihan.

  • Rambut rontok.

  • Suara berat seperti laki-laki.

  • Jerawat.

  • Keluarnya air susu walau tidak sedang menyusui, akibat meningkatnya kadar prolaktin.

  • Nyeri panggul.

Baca Juga: Sering Kentut Saat Haid, Normalkah?

Penyebab Amonerrhea

Kondisi tidak haid ini dapat disebabkan oleh beberapa penyebab di antaranya:

  • Cacat Lahir. Sangat memungkinkan seorang wanita memiliki organ reproduksi yang tidak berkembang sempurna termasuk penyempitan atau penyumbatan bagian leher rahim (serviks), tidak adanya uterus atau Miss V, dan Miss V yang terbagi menjadi 2 bagian (sekat Miss V). Hal ini mengakibatkan ia tidak bisa mengalami menstruasi.

  • Perubahan Hormon. Amenorrhea terjadi selama kehamilan, menyusui dan, menopause.

  • Konsumsi Obat. Obat dapat menyebabkan amenorrhea antara lain: obat kontrasepsi, antipsikotik, antidepresan, obat tekanan darah, obat kemoterapi kanker dan beberapa obat alergi.

  • Berat Badan Rendah. Berat badan yang sepuluh persen lebih rendah dari berat badan normal dapat membuat hormon di dalam tubuh wanita tidak seimbang sehingga menghentikan ovulasi. Jadi mereka yang mengidap penyakit seperti bulimia dan anoreksia rentan mengalami amenorrhea primer atau amenorrhea sekunder.

  • Stres. Akibat stres, maka hal ini mengubah fungsi hipotalamus, yang merupakan daerah yang mengontrol siklus menstruasi. Hal ini biasanya bersifat sementara dan siklus menstruasi akan kembali bila stres berkurang.

  • Olahraga Berlebihan. Wanita yang memiliki aktivitas fisik yang berlebihan seperti atlet, penari balet atau sejenisnya biasanya membutuhkan pelatihan intensif. Akibatnya hal ini dapat mengganggu siklus menstruasi.

  • Gangguan Ketidakseimbangan Hormon. Kondisi seperti seperti sindrom ovarium polikistik, gangguan tiroid, tumor hipofisis atau menopause dini diduga menyebabkan seorang wanita mengalami amenorrhea.

Baca Juga: Jangan Khawatir, Ini 3 Tanda Periode Menstruasi Kamu Normal

Itulah beberapa hal yang perlu kamu ketahui tentang amenorrhea primer atau sekunder yang menyebabkan seseorang tidak mengalami haid. Jika kamu mempunyai pertanyaan perihal haid atau masalah kesehatan lain, dokter-dokter dari Halodoc siap membantu. Kamu bisa ngobrol langsung dengan dokter ahli di mana dan kapan saja via Chat atau Voice/Video Call. Yuk download aplikasi Halodoc di Apps Store atau Play Store sekarang!