21 September 2018

Inilah yang Dimaksud dengan Hepatitis Kronis

hepatitis kronis, penyebab hepatitis kronis, gejala hepatitis kronis

Halodoc, Jakarta – Hepatitis kronis adalah peradangan hati yang berlangsung setidaknya selama 6 bulan. Banyak penderita hepatitis kronis tidak mengalami gejala, tetapi sebagian mengalami gejala yang samar. Misalnya seperti perasaan tidak enak badan, nafsu makan yang buruk, dan kelelahan. Hepatitis kronis dapat menyebabkan sirosis dengan pembesaran limpa, penumpukan cairan dalam perut, dan penurunan fungsi otak.

Perlu kamu ketahui bahwa hepatitis kronis dapat mengenai pengidap pada usia berapapun. Ini dapat diatasi dengan mengurangi faktor risiko pada kamu. Oleh karena itu kamu perlu mengetahui apa saja tanda-tanda dan gejala hepatitis kronis.

Tanda dan Gejala

Pada kira-kira dua pertiga orang, hepatitis kronis terjadi secara bertahap. Seringkali tanpa menimbulkan satu pun gejala gangguan hati sampai sirosis terjadi. Pada sepertiga sisanya, hepatitis kronis terjadi setelah serangan virus hepatitis yang membandel atau kambuh (biasanya beberapa minggu kemudian).

Biasanya gejala hepatitis kronis yang sering muncul ialah perasaan sakit yang samar (malaise), nafsu makan yang buruk, dan kelelahan. Terkadang orang yang terkena dampaknya juga mengalami demam ringan dan ketidaknyamanan perut bagian atas.

Sementara itu, gejala spesifik pertamanya adalah gejala dari penyakit hati kronis atau sirosis. Ini dapat meliputi pembesaran limpa, pembuluh darah kecil yang seperti laba-laba jadi terlihat di kulit (disebut spider angioma), telapak tangan kemerah-merahan, dan penumpukan cairan dalam perut (ascites).

Kerusakan pada hati dapat menyebabkan penurunan fungsi otak, disebut ensefalopati hepatic dan kecenderungan untuk berdarah (koagulopati). Fungsi otak menurun karena zat-zat beracun menumpuk dalam darah mencapai otak. Hati biasanya membersihkan darah dari zat yang berbahaya, menguraikan zat-zat tersebut dan kemudian mengeluarkannya sebagai produk sisa yang tidak berbahaya ke dalam empedu atau darah. Hati yang rusak kurang mampu untuk membersihkannya.

Ada pula pada sebagian orang mengalami jaundice (penyakit kuning), gatal-gatal, serta feses yang berminyak, berbau, dan berwarna terang. Gejala ini muncul karena aliran empedu dari hati tersumbat.

Hepatitis autoimun dapat menyebabkan gejala lain yang dapat melibatkan hampir semua sistem tubuh, terutama pada wanita muda. Pada wanita, gejala ini termasuk jerawat, terhentinya periode menstruasi, nyeri sendi, luka pada paru-paru, peradangan kelenjar tiroid dan ginjal, serta anemia.

Penyebab Hepatitis Kronis

Hepatitis kronis biasa disebabkan oleh satu virus hepatitis. Virus hepatitis C menyebabkan 60-70 persen kasus, dan setidaknya 75 persen kasus hepatitis C akut menjadi kronis. Sekitar 5-10 persen kasus hepatitis B, terkadang dengan koinfeksi hepatitis D, menjadi kronis.

Jarang terjadi, tapi virus hepatitis E biasanya biasanya jadi penyebab hepatitis kronis pada orang yang memiliki sistem imun yang lemah. Misalnya seperti orang yang menggunakan obat untuk menekan sistem imun setelah transplantasi organ, orang yang menggunakan obat untuk mengobati kanker, atau orang yang memiliki infeksi HIV. Virus hepatitis A tidak menyebabkan hepatitis kronis.

Selain itu, obat-obatan tertentu juga dapat jadi penyebab hepatitis kronis, terutama jika obat tersebut digunakan untuk waktu yang lama. Ini termasuk isoniazid, methyldopa, dan nitrofurantoin. Penyebab lainnya termasuk hepatitis alkoholik dan penyakit hati berlemak yang tidak berkaitan dengan penggunaan alkohol.

Pada kebanyakan orang dengan hepatitis kronis, penyebab yang jelas tidak dapat diidentifikasi. Pada sebagian orang ini, peradangan kronisnya menyerupai peradangan yang disebabkan oleh tubuh yang menyerang jaringannya sendiri. Jenis peradangan ini disebut hepatitis autoimun, lebih sering terjadi pada wanita daripada pria.

Kemungkinan ada tanda-tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Jika kamu memiliki kekhawatiran akan gejala tertentu, sebaiknya kamu berdiskusi pada dokter di Halodoc. Melalui aplikasi Halodoc, tanya jawab mengenai kesehatan jadi lebih praktis karena kamu tidak perlu keluar rumah. Komunikasi dengan dokter bisa dilakukan via Chat atau Voice Call/Video Call kapan pun dan di mana pun. Yuk, buruan download aplikasinya sekarang di App Store dan Google Play!

Baca juga: