Jangan Diabaikan, Skizofrenia Perlu Penanganan

Ditinjau oleh: dr. Fitrina Aprilia
Jangan Diabaikan, Skizofrenia Perlu Penanganan

Halodoc, Jakarta – Skizofrenia merupakan salah satu jenis gangguan mental yang bisa menyerang siapa saja. Penyakit ini terjadi dalam jangka panjang dan tidak boleh diabaikan sama sekali. Gangguan ini bisa menyebabkan pengidapnya mengalami halusinasi, delusi, perubahan perilaku, hingga kekacauan berpikir. Pengidap penyakit ini bisa mengalami kondisi yang menyebabkan kesulitan membedakan kenyataan dengan pikiran sendiri. 

Kabar buruknya, orang yang mengidap penyakit ini disebut memiliki risiko lebih tinggi mengalami kematian di usia muda. Skizofrenia juga bisa memicu gangguan mental lainnya muncul, seperti depresi, gangguan kecemasan, hingga penyalahgunaan obat-obatan. Penanganan tepat dan cepat sangat dibutuhkan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan akibat skizofrenia. 

Baca juga: 5 Pemahaman Keliru Penyakit Skizofrenia yang Dipercaya Orang Awam

Cara Tepat Menangani Skizofrenia 

Sayangnya, hingga kini masih belum diketahui secara pasti apa yang menjadi penyebab skizofrenia bisa terjadi. Namun, ada beberapa kondisi yang disebut bisa meningkatkan risiko penyakit ini, salah satunya adalah faktor genetik, orang yang memiliki riwayat keluarga skizofrenia disebut lebih berisiko mengalami penyakit yang sama. Selain itu, faktor kimia otak juga bisa menjadi pemicu skizofrenia, di mana terjadi ketidakseimbangan kadar dopamin dan serotonin. 

Skizofrenia juga bisa terjadi akibat komplikasi kehamilan dan persalinan. Ada beberapa kondisi selama masa kehamilan yang bisa menyebabkan skizofrenia terjadi pada anak, misalnya kekurangan nutrisi, paparan racun dan virus, diabetes, preeklamsia, serta perdarahan yang terjadi saat hamil. Kekurangan oksigen saat persalinan juga bisa meningkatkan faktor penyakit skizofrenia. Faktor psikologis, seperti sering stres juga bisa meningkatkan risiko penyakit ini. 

Baca juga: Mengenal Gejala Penyakit Skizofrenia

Hingga kini masih belum ada obat untuk menyembuhkan skizofrenia. Namun, penanganan tetap perlu dilakukan untuk mengendalikan dan mengurangi gejala yang muncul. Ada tiga cara penanganan yang bisa dilakukan pada pengidap skizofrenia, yaitu: 

  • Konsumsi Obat 

Konsumsi obat pada pengidap skizofrenia bertujuan untuk menangani gejala halusinasi dan delusi. Dokter akan meresepkan obat yang dibutuhkan dalam dosis seminimal mungkin. Pengidap penyakit ini mungkin harus mengonsumsi obat seumur hidup, meski gejala yang dialami sudah membaik. Mengonsumsi obat skizofrenia mungkin akan memicu beberapa efek samping, seperti berat badan bertambah, kejang, mulut kering, pusing, tremor, hingga gangguan penglihatan. 

  • Psikoterapi

Selain konsumsi obat, pengidap skizofrenia juga membutuhkan penanganan berupa psikoterapi. Konsumsi obat yang dikombinasikan dengan psikoterapi bertujuan untuk mengendalikan gejala yang muncul. Ada jenis psikoterapi yang bisa dilakukan, di antaranya, terapi individual, terapi perilaku kognitif, dan terapi remediasi kognitif. 

  • Terapi Elektrokonvulsif 

Pada beberapa kondisi, pengidap skizofrenia cenderung memiliki keinginan untuk bunuh diri dan mengalami gejala depresi berat. Salah satu cara paling efektif untuk mengatasi kondisi tersebut adalah terapi elektrokonvulsif. Jenis terapi ini dilakukan dalam jangka waktu 2–4 minggu, sebanyak 2–3 kali dalam sepekan. Prosedur ini juga bisa dikombinasikan dengan psikoterapi dan pemberian obat-obatan. Terapi ini dilakukan dengan bantuan obat dan bius umum untuk membuat tubuh serta otot pengidap skizofrenia lebih rileks. Setelah itu, dokter akan memasang elektroda di ubun-ubun, kemudian mengalirkan arus listrik rendah yang memicu kejang singkat pada otak. 

Baca juga: Inilah 4 Jenis Skizofrenia yang Perlu Diketahui

Masih penasaran tentang skizofrenia dan cara menanganinya? Tanya dokter di aplikasi Halodoc saja. Kamu bisa dengan mudah menghubungi dokter melalui Video/Voice Call dan Chat. Dapatkan informasi seputar kesehatan dan tips hidup sehat dari dokter terpercaya. Yuk, download Halodoc sekarang di App Store dan Google Play! 

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2019. Diseases and Conditions. Schizophrenia
WebMD. Diakses pada 2019. Schizophrenia and Electroconvulsive Therapy (ECT)
WebMD. Diakses pada 2019. Which Medications Treat Schizophrenia?