22 February 2019

Jangan Sembarangan, Ini 5 Cara Mengobati Vaginitis

Jangan Sembarangan, Ini 5 Cara Mengobati Vaginitis

Halodoc, Jakarta – Vaginitis adalah peradangan Miss V yang disebabkan oleh infeksi bakteri, jamur, atau virus.  Bahan kimia dalam sabun, pewangi, atau bahkan pakaian yang bersentuhan dengan Miss V bisa mengiritasi kulit dan jaringan yang lembut. Penyakit menular seksual seperti trikomoniasis, chlamydia (klamidia), dan herpes genital juga bisa menyebabkan vaginitis. Kamu dicurigai mengidap vaginitis jika mengalami gejala berikut:

  • Keputihan atau perubahan warna pada cairan Miss V.
  • Meningkatnya intensitas keputihan yang dialami.
  • Muncul bau tidak sedap pada Miss V.
  • Timbul iritasi atau gatal pada Miss V.
  • Rasa sakit saat berhubungan intim atau buang air kecil.
  • Adanya flek atau pendarahan ringan.

Baca Juga: Kebiasaan yang Bisa Menjadi Pemicu Terkena Vaginitis

Apabila gejala di atas muncul, sebaiknya segera diskusikan dengan dokter kelamin. Tindakan yang mungkin disarankan dokter untuk mengobati vaginitis antara lain:

  1. Menggunakan Antibiotik

Antibiotik diberikan dalam bentuk tablet, dioleskan pada Miss V, diminum, atau disuntik. Pengobatan vaginosis biasanya diberikan 1-2 kali sehari selama 5-7 hari.

  1. Menggunakan Obat Antijamur

Vaginitis akibat infeksi jamur diatasi dengan konsumsi obat antijamur. Misalnya flukonazol dan nystatin. Metronidazole adalah obat pilihan untuk mengobati infeksi yang disebabkan jamur Trichomonas. Krim antijamur atau supositoria bisa dioleskan langsung ke bagian Miss V seperti miconazole, clotrimazole, tioconazole, terconazole, dan butoconazole. Sebenarnya pengobatan ini bisa dilakukan tanpa harus bertemu dengan dokter.

Baca Juga: Atasi Keputihan Abnormal dengan 6 Cara Berikut

  1. Mengenakan Pakaian Dalam yang Longgar

Vaginitis karena infeksi tidak dapat disembuhkan dengan perawatan di rumah. Meski begitu, ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengendalikan gejala vaginitis. Antara lain mengenakan pakaian dalam yang longgar dan berbahan katun agar udara bersirkulasi di sekitar Miss V. Melepaskan pakaian dalam pada malam hari juga bisa membantu meredakan gejala vaginitis.

  1. Terapi Hormon

Terapi hormon dilakukan untuk wanita menopause yang mengidap vaginitis. Pasalnya penurunan kadar estrogen menyebabkan dinding Miss V menipis. Hal ini menjadi faktor risiko vaginitis akibat iritasi pada dinding Miss V. Terapi hormon bisa dilakukan baik secara topikal (dioleskan langsung ke Miss V) atau dalam bentuk oral. Selain terapi hormon, wanita menopause juga bisa menggunakan produk pelumas Miss V non-hormonal.

  1. Kompres Dingin

Kompres dingin pakai handuk juga bisa dilakukan untuk meredakan gejala vaginitis. Tempelkan handuk yang telah dikompres dingin pada area labial untuk meredakan rasa tidak nyaman hingga pengobatan anti jamur bekerja.

Baca Juga: 6 Trik Atasi Nyeri Haid saat di Kantor

Apabila kamu mengalami kondisi vaginitis, sebaiknya diskusikan terlebih dahulu dengan dokter ahli. Kamu tidak perlu repot pergi ke klinik atau rumah sakit karena kini kamu bisa langsung bertanya pada dokter melalui ponsel. Diskusikan keluhan yang kamu rasakan dengan dokter Halodoc melalui fitur Contact Doctor yang ada di aplikasi Halodoc. Kamu dapat menghubungi dokter kapan saja dan di mana saja via Chat, dan Voice/Video Call. Yuk, segera download aplikasi Halodoc di App Store atau Google Play!