Jarang Ganti Kaus Kaki Bisa Kena Mata Ikan

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
Jarang Ganti Kaus Kaki Bisa Kena Mata Ikan

Halodoc, Jakarta - Apakah kamu termasuk orang yang jarang ganti kaus kaki setiap hari? Jika iya, sebaiknya selalu ganti kaus kakimu setiap hari, ya. Sebab, kebiasaan jarang ganti kaus kaki ternyata bisa meningkatkan risiko untuk terkena mata ikan, lho. 

Meski sering kali muncul di telapak kaki, mata ikan juga bisa muncul di bagian tubuh lainnya seperti telapak tangan, jari, dan wajah. Mata ikan adalah benjolan keras dan kasar yang biasa muncul di tempat-tempat yang kerap mendapat tekanan berulang, seperti telapak kaki, jari kaki, dan bagian samping telapak kaki. 

Tekanan yang berulang ini juga dapat menyebabkan mata ikan tumbuh ke dalam, di bawah lapisan kulit yang keras dan tebal. Kondisi ini juga populer dengan sebutan ‘kapalan’. Namun, perlu diketahui bahwa mata ikan berbeda dengan kapalan. 

Baca juga: Bukan Kapalan, Ini Ciri Mata Ikan

Benjolan mata ikan biasanya lebih kecil dan memiliki bagian tengah yang keras dan dikelilingi oleh kulit yang meradang. Selain itu, mata ikan yang tumbuh di kaki juga cenderung sakit saat disentuh. Sementara itu, kapalan jarang sekali menimbulkan rasa sakit dan ukuran benjolannya biasanya lebih besar. 

Jarang Ganti Kaus Kaki dan Hal-Hal Lain yang Bisa Sebabkan Mata Ikan

Mata ikan dapat terjadi pada siapa saja, baik anak-anak maupun orang dewasa. Namun, ada beberapa hal yang dapat meningkatkan risiko seseorang untuk mengalami kondisi ini. Salah satunya adalah kebiasaan jarang ganti kaus kaki. 

Adapun hal-hal lain yang juga meningkatkan risiko adalah:

  • Orang dengan sistem kekebalan tubuh lemah.

  • Pernah mengalami penyakit ini sebelumnya.

  • Kebiasaan berjalan kaki tanpa alas.

  • Memiliki kaki pecah-pecah.

  • Sering memakai sepatu yang kekecilan atau kelonggaran.

  • Tidak menggunakan kaus kaki.

  • Mengidap hammertoe, yaitu kelainan pada jari kaki yang bengkok dan berbentuk seperti cakar.

  • Mengidap bunions, benjolan tulang abnormal yang terbentuk pada sendi di pangkal jempol kaki.

  • Memiliki kelainan bentuk kaki.

Meski bukan tergolong penyakit serius, mata ikan pada kaki dapat menimbulkan rasa tidak nyaman dan mengganggu aktivitas. Terutama jika tidak ditangani dengan baik. Selain itu, penyakit kulit ini juga bisa menular. Penularan mata ikan sangat mungkin terjadi jika lapisan kulit terluar rusak, seperti pada kulit yang lecet, bekas garukan, ataupun kering. 

Penularan penyakit ini juga dapat terjadi melalui sentuhan langsung dengan kulit atau bagian tubuh yang sedang terinfeksi penyakit ini. Namun, penularan secara tidak langsung juga masih mungkin terjadi. Seperti menyentuh barang yang telah bersentuhan dengan seseorang yang terinfeksi, misalnya karena saling pinjam handuk dengan pengidap mata ikan.  

Baca juga: Mata Ikan Menyerang, Perlukah Operasi?

Adakah Cara untuk Terhindar dari Mata Ikan

Kulit manusia sebenarnya memiliki suatu perlindungan yang disebut skin barrier, yaitu lapisan terluar kulit yang berfungsi sebagai pelindung untuk lapisan-lapisan kulit di bawahnya. Pada kulit dengan skin barrier yang cukup kuat atau tidak rusak, risiko penularan mata ikan akan lebih rendah dibandingkan dengan kulit dengan skin barrier yang rusak.

Oleh karena itu, cara terbaik untuk mencegah sekaligus mengobati mata ikan adalah dengan menjaga sistem kekebalan tubuh agar tetap kuat. Hindari juga saling meminjam barang-barang pribadi dengan orang lain. Misalnya baju, pakaian dalam, handuk, sisir, alat makeup, dan lain-lain.

Kondisi ini juga sering disebabkan oleh kebiasaan sehari-hari terkait tekanan dan gesekan yang berulang. Hal ini biasanya dapat diakibatkan dari penggunaan sepatu yang tidak pas (kekecilan atau kelonggaran, terlalu sering pakai sepatu hak tinggi (high heels), tidak pakai kaos kaki, berjalan atau berlari tidak menggunakan alas, ataupun berdiri terlalu lama. 

Baca juga: Sering Bikin Telapak Kaki Sakit, Ini 5 Cara Atasi Mata Ikan

Itulah sebabnya, kamu perlu melakukan hal-hal berikut, jika ingin terhindar dari penyakit mata ikan: 

  • Pakai sepatu yang cocok dan tepat sesuai dengan bentuk kaki.

  • Hindari berjalan tanpa alas kaki, dan kenakanlah sandal atau alas kaki lainnya di kolam renang dan ruang loker, dan daerah umum yang hangat dan lembap.

  • Ganti sepatu dan kaus kaki setiap hari.

  • Cucilah kaki dengan sabun dan air mengalir setelah menggunakan sepatu. Lalu, bilas sampai benar-benar kering. 

Itulah sedikit penjelasan tentang mata ikan. Jika kamu membutuhkan informasi lebih lanjut soal hal ini atau gangguan kesehatan lainnya, jangan ragu untuk mendiskusikannya dengan dokter pada aplikasi Halodoc, lewat fitur Talk to a Doctor, ya. Dapatkan juga kemudahan membeli obat menggunakan aplikasi Halodoc, kapan dan di mana saja, obatmu akan langsung diantar ke rumah dalam waktu satu jam. Yuk, download sekarang di Apps Store atau Google Play Store!