Kanker Endometrium Tipe 1 dan Tipe 2, Ini Perbedaannya

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Kanker Endometrium Tipe 1 dan Tipe 2, Ini Perbedaannya

Halodoc, Jakarta - Sel kanker bisa bertumbuh dan berkembang di organ mana pun pada tubuh. Payudara, paru-paru, hati, ginjal, hingga rahim atau endometrium, yang dikenal dengan kanker endometrium atau kanker rahim. Sayangnya, bagian rahim menjadi tempat bertumbuh dan berkembangnya janin, sehingga kondisi ini perlu ditangani.

Kanker ini biasanya terjadi karena terbentuknya kista yang menyebabkan perdarahan pada vagina yang tidak wajar. Kadar estrogen diduga memegang peranan penting terjadinya kelainan ini, meski penyebab pastinya masih belum diketahui. Estrogen berfungsi membantu percepatan pertumbuhan pada dinding rahim, dan kondisi ini bisa menyebabkan penumpukan berlebih jaringan dinding rahim yang memicu kanker. 

Kanker Endometrium Tipe 1 dan 2, Apa Bedanya?

Terkadang, dokter membagi kanker endometrium menjadi dua jenis, yaitu:

  • Tipe 1, menjadi jenis kanker yang paling umum. Merupakan bentuk dari adenokarsinoma endometrioid dan terkait kelebihan estrogen dalam tubuh. Kanker tipe ini tumbuh lebih lambat dan cenderung tidak menyebar ke bagian tubuh lainnya.

  • Tipe 2, termasuk karsinoma serosa uterus dan clear cell carcinoma. Kanker ini tidak terkait dengan kelebihan estrogen, tumbuh lebih cepat, dan cenderung menyebar ke bagian tubuh lainnya. 

Baca juga: Kenali Perbedaan antara Tumor dan Kanker

Setidaknya, 95 persen kasus kanker endometrium adalah adenokarsinoma. Artinya, sel yang bertumbuh dan berkembang menjadi kanker adalah sel jaringan kelenjar. Jadi, untuk jenis kanker rahim yang paling umum, kankernya ada di kelenjar endometrium. Adenokarsinoma sendiri terbagi menjadi tiga, yaitu:

  • Endometrioid Adenokarsinoma, sering didiagnosis pada tahap awal dan biasanya berhasil disembuhkan dengan pengobatan. Kanker ini terbagi lagi menjadi beberapa subkategori, beberapa jenis memiliki sel skuamosa serta sel kelenjar. Adenoacanthoma memiliki campuran sel kelenjar kanker dan sel skuamosa nonkanker. Jika keduanya bersifat kanker, kondisi ini menjadi karsinoma adenosquamous. 

  • Uterine Serous Carcinoma, jenis ini jauh lebih jarang daripada kanker endometrium. Hanya sekitar lima dari 100 jenis kanker rahim atau sebesar 5 persen termasuk jenis ini. Kanker yang tumbuh lebih cepat dan bersifat kambuhan, meski telah dideteksi lebih awal. 

  • Clear Cell Carcinoma. Jenis kanker endometrium ini jarang terjadi. Setidaknya, hanya ada satu atau dua kasus kanker ini atau hanya sebesar dua persen dari 100 kasus yang termasuk jenis clear cell carcinoma. 

Baca juga: Wajib Tahu, Deretan Skrining Kesehatan untuk 13 Jenis Kanker

Mengenali Gejala Kanker Endometrium

Perdarahan vagina menjadi gejala utama kanker endometrium yang bisa kamu kenali. Meski baru stadium awal, perdarahan sudah bisa terjadi. Meski begitu, perdarahan ini tandanya berbeda, bergantung apakah seseorang sudah menopause atau belum. Apabila belum, perdarahan vagina bisa dikenali dengan tanda:

  • Darah menstruasi lebih banyak dan waktunya lebih panjang atau lebih dari tujuh hari;

  • Bercak darah terjadi meski tidak menstruasi;

  • Siklus menstruasi lebih cepat atau setiap 21 hari;

  • Perdarahan bisa terjadi sebelum atau sesudah berhubungan intim.

Apabila pengidap telah masuk pada masa menopause, perdarahan atau munculnya bercak setahun sejak masa menopause yang terjadi dianggap tidak normal, sehingga sebaiknya segera periksakan diri ke dokter untuk mendapatkan penanganan segera. Buat janji dengan dokter langsung di rumah sakit mana saja yang terdekat dengan lokasi tempat tinggalmu. Nah, selain perdarahan, pada orang menopause gejalanya yang bisa diketahui adalah nyeri pada perut bagian bawah atau panggul, nyeri ketika berhubungan intim, dan keputihan yang encer setelah masa menopause. 

Baca juga: Benarkah Kanker Rahim adalah Penyakit Genetik?

Referensi: 

Cancer Research UK. Diakses pada 2019. Womb Cancer.
American Cancer Society. Diakses pada 2019. Endometrial Cancer.
NHS. Choices UK. Diakses pada 2019. Womb Cancer.