• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Kapan Batu Ginjal Perlu Segera Dioperasi?

Kapan Batu Ginjal Perlu Segera Dioperasi?

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Kapan Batu Ginjal Perlu Segera Dioperasi?

Halodoc, Jakarta – Penyakit batu ginjal bukan kondisi yang bisa dipandang sebelah mata. Jika dibiarkan tanpa penanganan medis, penyakit ini bisa menimbulkan sederet masalah lainnya pada tubuh. Pada beberapa kasus, kondisi ini bisa menyebabkan kerusakan permanen pada ginjal. 

Batu ginjal terjadi terjadi karena pembentukan materi keras (seperti batu) yang berasal dari mineral dan garam di dalam ginjal. Batu ginjal ini bisa terbentuk di sepanjang saluran urine, dari ginjal, ureter, kandung kemih, hingga uretra. Nah, pertanyaannya, kapan sih penyakit batu ginjal perlu segera diobati?

Baca Juga: Begini Metode untuk Mengobati Batu Ginjal

Kapan Operasi Batu Ginjal Diperlukan?

Sebenarnya cara mengatasi batu ginjal tak harus selalu berujung pada meja operasi. Bila batu ginjal berukuran kecil dengan gejala minimal, biasanya tidak memerlukan perawatan invasif. Pengidapnya disarankan untuk memperbanyak asupan cairan untuk membuat urine encer, sehingga mencegah pembentukan batu.

Selain itu, pengidapnya mungkin disarankan untuk mengonsumsi obat pereda nyeri untuk meredakan nyeri ringan akibat batu ginjal. Lantas, kapan operasi batu ginjal perlu segera dilakukan?

Menurut pakar di National Institutes of Health dan National Health Service – UK, prosedur operasi batu ginjal diperlukan jika:

  • Ukuran batu ginjal terlalu besar untuk dikeluarkan secara alami.
  • Batu ginjal tumbuh semakin banyak.
  • Batu ginjal menghalangi aliran urine dan menyebabkan infeksi atau kerusakan ginjal.
  • Rasa sakitnya akibat batu ginjal tidak bisa dikendalikan.

Memangnya, apa dampaknya bila batu ginjal yang besar tak dikeluarkan dalam tubuh? 

Waspada, Komplikasinya Berbahaya

Jangan sekali-kali meremehkan batu ginjal. Alasannya, bila tak ditangani dengan baik, penyakit ini bisa menimbulkan komplikasi yang berbahaya bagi tubuh. Menurut National Institutes of Health (NIH) komplikasi batu ginjal bisa berupa obstruksi ureter (uropati obstruktif unilateral akut/acute unilateral obstructive uropathy).

Kondisi ini terjadi ketika batu berpindah ke ureter. Ureter kecil dan halus, dan batu ginjal mungkin terlalu besar untuk melewati ureter dengan lancar ke kandung kemih. Keluarnya batu ke ureter tersebut menyebabkan kejang dan iritasi pada ureter. 

Selain itu, berikut ini komplikasi batu ginjal yang mungkin terjadi, yaitu: 

  1. Obstruksi ureter.
  2. Infeksi ginjal.
  3. Infeksi yang menyebar ke seluruh tubuh melalui aliran darah (bakteremia).
  4. Perdarahan saat berkemih (akibat keluarnya batu pada ureter).
  5. Kerusakan ginjal permanen, bila ukuran batu ginjal amat besar hingga menghambat aliran urine.

Baca juga: Jangan Disepelekan, Inilah Penyebab Gagal Ginjal

Komplikasinya sudah, bagaimana dengan gejala batu ginjal? 

Dari Nyeri Hebat sampai Demam

Biasanya pengidap batu ginjal tidak mengalami keluhan. Keluhan atau gejalanya baru muncul saat batu tersebut bergerak di dalam ginjal atau masuk ke ureter.

Hati-hati, bila tersangkut di ureter kondisi tersebut dapat menghalangi aliran urine dan menyebabkan ginjal membengkak dan ureter kejang. Nah, kondisi inilah yang bakal membuat pengidapnya meringis kesakitan. 

Pada kondisi ini mungkin pengidapnya akan mengalami gejala, seperti:

  • Nyeri hebat dan tajam di bagian samping dan punggung, di bawah tulang rusuk.
  • Nyeri atau sensasi terbakar saat buang air kecil.
  • Nyeri yang datang secara bergelombang dan intensitasnya berfluktuasi.
  • Nyeri yang menjalar ke perut bagian bawah dan selangkangan.

Tanda dan gejala lain mungkin termasuk:

  • Urine keruh atau berbau tidak sedap.
  • Mual dan muntah.
  • Urine berwarna merah muda, merah, atau cokelat.
  • Nyeri yang disebabkan oleh batu ginjal dapat berubah. Misalnya, berpindah ke lokasi lain atau meningkat intensitasnya , saat batu bergerak melalui saluran kemih.
  • Kebutuhan terus-menerus untuk buang air kecil, buang air kecil lebih sering dari biasanya, atau buang air kecil dalam jumlah kecil.
  • Demam dan menggigil jika ada infeksi.

Baca juga: Minum Infused Water Bisa Mencegah Batu Ginjal, Benarkah?

Itulah beberapa gejala penyakit ginjal yang perlu diwaspadai. Selain perlu menjaga kesehatan ginjal, di tengah pandemi COVID-19 ini, kita harus senantiasa menjaga sistem kekebalan tubuh. 

Nah, kamu bisa membeli suplemen atau vitamin untuk meningkatkan sistem imun menggunakan aplikasi Halodoc. Tanpa perlu repot keluar rumah, kamu bisa membelinya kapan pun dan di mana pun. Praktis, kan?

Referensi:
National Institutes of Health – MedlinePlus. Diakses pada 2021.
Kidney stones
National Health Service – UK. Diakses pada 2021. Diakses pada 2021. Health A-Z. Kidney Stones.
Mayo Clinic. Diakses pada 2021. Disease & Conditions. Kidney Stones.