Kebiasaan yang Dapat Menyebabkan Bayi Alami Tongue-tie

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
Kebiasaan yang Dapat Menyebabkan Bayi Alami Tongue-tie

Halodoc, Jakarta - Bayi membutuhkan lidah untuk memudahkan proses menyusu. Namun, bayi terkena tongue tie akan mengalami kesulitan untuk melakukan kegiatan tersebut. Tongue tie merupakan sebuah penyakit pada bayi ketika lahir yang menyebabkan jaringan lidah pada bayi menjadi sangat pendek.

Penyakit ini terjadi pada pita frenulum lingual yang memendek dan mengakibatkan lidah bayi tidak mempunyai jarak dengan bagian bawah lidah. Pada bayi yang mengidapnya, lidahnya ketika dijulurkan tidak panjang seperti pada bayi normal. Kelainan tongue tie membuat bayi sulit untuk menyusu sejak lahir.

Bayi umumnya diketahui mengidap tongue tie ketika dilakukan pemeriksaan setelah lahir. Kelainan ini harus segera dirawat karena membuat sang bayi sulit untuk menelan ASI dengan baik, hingga menyulitkannya bicara ketika sudah tumbuh dewasa. Walau begitu, kelainan ini masih dapat diatasi.

Gejala Bayi Terkena Tongue Tie

Bayi yang terkena penyakit ini akan sulit untuk menggerakan lidah ke atas, atau dari kanan ke kiri, dan sebaliknya. Selain itu, bayi tidak dapat menjulurkan lidahnya atau lidah pendek. Gejala lainnya pada bayi terkena tongue tie adalah ujung lidahnya seperti tertekuk yang menyerupai bentuk huruf V atau bentuk hati di ujung lidah.

Bayi dengan kelainan ini juga akan sulit untuk mendapatkan ASI dari ibunya, karena lidah yang pendek. Karena sedikitnya nutrisi yang didapat dari ASI, bayi akan sulit untuk menambah berat badannya. Selain itu, pada sang ibu yang anaknya mengidap tongue tie, puting dari payudara akan terasa sakit ketika menyusui, sehingga dapat menyebabkan peradangan.

Penyebab Bayi Terkena Tongue Tie

Terdapat dua hal yang dapat menyebabkan bayi terkena tongue tie. Hal-hal tersebut adalah:

  1. Faktor Genetik

Salah satu penyebab bayi terkena tongue tie adalah karena faktor keturunan atau genetik. Kelainan ini sudah terjadi ketika bayi di dalam kandungan dan akan terbawa hingga lahir. Pada bayi lainnya, jaringan frenulum akan terpisah sebelum bayi lahir. Sedangkan pada bayi yang mengidap tongue tie tidak terpisah. Kebanyakan anak yang mengalami kelainan ini merupakan keturunan dari orangtuanya.

  1. Umumnya Terjadi pada Bayi Laki-Laki

Tongue tie umumnya menyerang bayi laki-laki dibandingkan dengan bayi perempuan. Hal ini belum diketahui secara pasti, tetapi umumnya berhubungan dengan faktor keluarga. Walau begitu, sekarang ini, kemungkinan menyerang perempuan sama besar peluangnya dengan laki-laki.

Pengobatan pada Bayi yang Mengidap Tongue Tie

Hal pertama yang akan dilakukan oleh dokter adalah melihat kondisi bayi pada beberapa bulan setelah lahir. Hal tersebut karena jaringan pada lidah masih dapat longgar dengan sendirinya dan menyesuaikan dengan kemampuan mulut bayi. Ketika lidah bayi sudah mulai luwes, maka bayi sudah dapat diberi ASI dengan baik. Lalu, apabila kondisi lidahnya tidak berubah, dokter akan melakukan tindakan fretonomy.

Dokter akan memeriksa lidahnya, lalu bagian bawah lidah akan digunting agar jaringan dari frenulum terbuka. Hal ini dilakukan sangat cepat dan tidak akan terasa sakit. Di samping itu, darah yang keluar juga akan sedikit dan tangisan bayi tidak akan lama. Risiko komplikasi akibat prosedur fretonomy juga sangat kecil.

Itulah penjelasan mengenai penyebab bayi terkena tongue tie. Jika kamu mempunyai pertanyaan perihal tongue tie, dokter dari Halodoc siap membantu. Komunikasi dengan dokter bisa dilakukan melalui Chat atau Voice/Video Call. Selain itu, kamu juga dapat membeli obat yang sedang dibutuhkan dan pesanan akan langsung di antar ke rumah dalam waktu satu jam. Yuk, download segera di Google Play atau App Store!

Baca juga: