• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Kecanduan Alkohol Disarankan Lakukan EEG dan Brain Mapping

Kecanduan Alkohol Disarankan Lakukan EEG dan Brain Mapping

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
undefined

Halodoc, Jakarta – Kecanduan alkohol bisa menyebabkan gangguan pada tubuh, termasuk pada fungsi otak. Maka dari itu, orang yang mengalami kondisi ini disarankan untuk menjalani tes EEG dan Brain Mapping. Secara umum, kedua jenis pemeriksaan ini dilakukan untuk mengetahui potensi dan kerja otak. Pemeriksaan ini juga dilakukan untuk mengetahui perubahan yang terjadi pada otak. 

Kebiasaan mengonsumsi minuman beralkohol yang menyebabkan kecanduan, nyatanya bisa memengaruhi pembentukan fisik otak. Dalam kecanduan aktif dan jangka panjang, pusat-pusat di otak mengalami pengaruh buruk dan memicu berbagai gejala. Kondisi ini bisa menyebabkan seseorang kehilangan memori, depresi, kegelisahan, dan masalah psikologis negatif lainnya. Nah, berbagai perubahan itu bisa diketahui melalui EEG dan Brain Mapping.

Baca juga: Ini Prosedur Melakukan Pemeriksaan Electroencephalography

Mengenal EEG dan Brain Mapping

Electroencephalography (EEG) merupakan pemeriksaan yang dilakukan dengan menggunakan cakram logam kecil bernama elektroda yang diletakkan pada kulit kepala. Tidak hanya pada pecandu alkohol, pemeriksaan ini juga bisa diberikan pada orang yang terindikasi memiliki gangguan pada otak ataupun memiliki penyakit yang berdampak pada otak, seperti demensia, masalah neurofisiologis, dan lain-lainnya.

Tes ini dilakukan untuk mendeteksi aktivitas listrik di otak. Umumnya, EEG adalah jenis pemeriksaan yang dilakukan untuk mendeteksi penyakit epilepsi. Pemeriksaan ini dilakukan dengan alat yang berfungsi untuk merekam aktivitas sel-sel otak dan menunjukkannya sebagai garis bergelombang. EEG kuantitatif (qEEG) adalah analisis EEG yang dilakukan secara digital. EEG kuantitatif juga dikenal sebagai pemetaan otak alias brain mapping

Baik EEG dan qEEG bisa digunakan oleh para ahli untuk mengevaluasi fungsi otak. Hasil pemeriksaan ini juga bisa digunakan untuk melacak perubahan fungsi otak yang bisa terjadi karena berbagai intervensi, misalnya konsumsi obat-obatan tertentu dan minuman serta makanan yang mengandung alkohol. Pemeriksaan EEG bisa dilakukan untuk mengukur dampak yang ditimbulkan kecanduan pada jaringan saraf. 

Baca juga: Ketahui Penjelasan Tentang Electroencephalography (EEG)

Prosedur pemeriksaan EEG dan Brain Mapping dilakukan dengan menggunakan alat yang menyerupai penutup kepala. Alat tersebut kemudian diletakkan pada kulit kepala. Perangkat lunak ini kemudian akan menangkap impuls listrik di otak dan hasil dari pemeriksaan ini akan menunjukkan pola gelombang otak dari berbagai bagian. 

Pemeriksaan ini umumnya tidak membutuhkan waktu lama. EEG dan Brain Mapping biasanya akan selesai dalam waktu 15 menit. Data yang didapat dari hasil pemeriksaan kemudian akan diubah menjadi laporan peta otak visual. Hasil pemeriksaan tersebut kemudian akan dianalisis untuk mengidentifikasi area yang mengalami gangguan.

Melalui pemeriksaan ini juga akan diketahui kemungkinan penyebab masalah muncul. Tes EEG dan Brain Mapping dilakukan oleh dokter dan tenaga medis dan bisa ditemukan di rumah sakit atau fasilitas kesehatan yang menyediakan peralatan EEG dan Brain Mapping. Namun, tentu saja pemeriksaan yang satu ini tidak dilakukan secara sembarangan. Sebelum menjalani tes ini, kamu harus mendapat rekomendasi dari dokter, tentunya setelah melakukan pemeriksaan sebelumnya. 

Baca juga: 8 Penyakit yang Bisa Didiagnosis Lewat Pemeriksaan EEG

Kamu bisa mencari dan menemukan rumah sakit untuk melakukan pemeriksaan EEG dan Brain mapping dengan bantuan aplikasi Halodoc saja. Temukan dan pilih rumah sakit sesuai dengan kebutuhan dan domisili. Membuat janji temu dengan dokter pun menjadi lebih mudah dengan Halodoc. Yuk, download sekarang di App Store dan Google Play! 

Referensi 
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Electroencephalogram.
WebMD. Diakses pada 2020. EEG Test (Electroencephalogram): Purpose, Procedure, & Results.
Healthline. Diakses pada 2020. EEG (Electroencephalogram): Purpose, Procedure, and Risks