Kecanduan Media Sosial? Hati-Hati Oversharing

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
Kecanduan Media Sosial? Hati-Hati Oversharing

Halodoc, Jakarta – Pesatnya perkembangan teknologi ditambah dengan munculnya smartphone membua segala aktivitas kita sehari-hari menjadi lebih mudah. Mau bepergian? Tinggal buka aplikasi, dan akan ada kendaraan yang menjemput. Ingin makan tapi malas keluar rumah, tinggal pesan dan akan diantar. Semua serba instan dan praktis.

Mendapatkan informasi pun sekarang jauh lebih cepat. Dahulu, kamu perlu membeli koran hari ini untuk mengetahui berita yang terjadi kemarin. Kini, tinggal klik, kamu sudah bisa mengetahui apa yang terjadi beberapa menit yang lalu. Terlebih dengan munculnya berbagai laman media sosial.

Namun, ternyata banyak orang yang memanfaatkan laman dunia maya ini tanpa berpikir panjang dan cenderung tidak bijak. Terbukti dengan banyaknya berita yang belum tentu benar, aksi saling menghujat, dan berbagai informasi negatif. Tak sedikit pula yang menggunakannya untuk mengumbar berbagai cerita pribadi. Kalau kamu termasuk salah satunya, hati-hati oversharing, ya.

(Baca juga: Perlu Tahu, 4 Dampak Negatif Kesepian Bagi Kesehatan)

Apa Sih Oversharing Itu?

Oversharing adalah terlalu banyak berbagi kehidupan pribadi di laman media sosial, seperti Facebook, Twitter, Instagram, atau Path, baik itu untuk memamerkan aktivitas harian, atau sekadar iseng. Tentu saja, ini bukan hal yang baik, karena oversharing juga menjadi salah satu tanda kecanduan media sosial.

Ironisnya, sebagian besar orang yang melakukan oversharing justru tidak menyadari bahwa mereka telah melakukannya. Padahal, tak semua orang yang terkoneksi dengan akun media sosial kamu adalah teman. Kamu bisa menemukan orang-orang yang sama sekali asing dan belum pernah kamu temui sebelumnya. Bermodal satu hobi atau kesamaan, kamu dan orang asing itu bisa terhubung lewat internet dan dunia maya.

Mengapa Oversharing Berbahaya?

Setiap orang pasti punya masalah, termasuk kamu. Bercerita dengan orang-orang terdekat memang disarankan, karena dengan begitu kamu bisa terhindar dari bahaya stres yang berujung pada depresi. Selain itu, berbagi juga menjadi salah satu cara untuk mempererat hubungan kamu dengan orang lain secara emosional.

Namun, bukan berarti kamu bisa berbagi atau bercerita di laman media sosialmu, meski hampir semua teman yang berada di daftar pertemanan kamu adalah teman-teman dekatmu. Seorang profesor dari DePaul University Chicago, Paul Booth mengemukakan bahwa interaksi yang dilakukan melalui media sosial adalah bentuk ikatan lemah, karena kamu tidak terhubung secara langsung atau bertatap muka dengan lawan bicara.

Oversharing sebagai bentuk dampak kecanduan media sosial tentu harus diwaspadai, karena ini akan menunjukkan bahwa kamu sudah mengumbar kehidupan pribadi secara tak langsung pada orang-orang yang bahkan tidak kamu kenal dengan baik. Inilah yang kemudian memicu tindak kriminal. Sebuah studi menunjukkan bahwa tindak kejahatan tertinggi berasal dari interaksi yang terjadi lewat media sosial.

(Baca juga: Harus Tahu, Tanda Kekerasan Emosional dalam Hubungan)

Bagaimana Mencegah Oversharing di media sosial?

Perlu diingat bahwa tidak semua hal harus kamu umbar di laman media sosial, yang artinya, tak semuanya yang kamu lakukan dalam keseharian kamu harus dipublikasikan ke semua orang. Jadi, pikirkan baik-baik sebelum kamu mulai mengetik dan posting sesuatu pada akun media sosialmu. Mungkin kamu berpikir tidak ada salahnya mempublikasikan satu atau dua hal. Tapi sekali lagi, kamu tidak pernah tahu siapa yang membaca dan menggunakannya di kemudian hari.

Saat sedang galau atau ingin marah, sebaiknya kamu menjauh terlebih dahulu dari gadget. Akan lebih baik kalau kamu meredam galau dan emosi dengan membaca buku. Faktanya, pelaku oversharing berasal dari orang-orang yang galau atau sedang dikuasai emosi.

 

Itu tadi penjelasan singkat tentang bahaya oversharing sebagai salah satu dampak kecanduan media sosial yang perlu diketahui. Lebih baik kamu memanfaatkan internet untuk beli obat aplikasi Halodoc. Aplikasi ini bisa kamu download dari Android atau iPhone. Halodoc juga bisa kamu pakai untuk bertanya seputar masalah kesehatan melalui fitur live chat langsung pada dokter ahlinya, lho. Yuk, bijak menggunakan media sosial!