08 October 2018

Kena Cystic Fibrosis, Potensi 7 Sakit Ini Meningkat

Cystic Fibrosis

Halodoc, Jakarta – Cystic fibrosis merupakan kondisi terjadinya mutasi gen cystic fibrosis transmembrane conductance regulator (CFTR) yang berfungsi untuk mengatur pergerakan keluar dan masuknya garam dalam sel. Kondisi tersebut menyebabkan terbentuknya lendir yang kental dan lengket dalam sistem pernapasan, pencernaan, reproduksi, serta peningkatan kadar garam dalam keringat.

Penyakit ini memang cukup berat karena susah untuk disembuhkan. Diperkirakan terdapat 1.000 orang mengidap penyakit ini setiap tahunnya di Amerika Serikat. Dibandingkan dengan pria, perempuan pengidap cystic fibrosis memiliki kerusakan fungsi paru yang lebih besar seiring bertambahnya usia dan mengalami kematian di usia rata-rata yang lebih muda. Penyebabnya adalah cystic fibrosis membawa komplikasi yang justru meningkatkan penyakit lain, di antaranya:

1. Bronkitis

Penyakit ini merupakan radang pada lapisan saluran bronkial yang disebabkan oleh infeksi. Bronkus adalah saluran yang membiarkan udara masuk ke dalam dan keluar dari paru-paru. Pengidap cystic fibrosis sangat berpotensi mengalami bronkitis akibat batuk lendir yang menebal.

2. Pneumonia

Pneumonia (paru-paru basah) adalah infeksi yang memicu inflamasi pada kantong-kantong udara di salah satu atau kedua paru-paru. Pada pengidap pneumonia, sekumpulan kantong-kantor udara kecil di ujung saluran pernapasan dalam paru-paru akan membengkak dan dipenuhi cairan.

3. Sinusitis

Cystic Fibrosis juga akan meningkatkan penyakit sinusitis, yaitu dengan terjadinya pembengkakan dinding dalam hidung.

4. Pneumotoraks

Pneumotoraks merupakan kondisi pengumpulan udara atau gas dalam rongga pleura, yang berada antara paru-paru dan toraks. Pneumotoraks dapat terjadi secara spontan pada orang tanpa kondisi paru-paru kronis dan orang dengan penyakit paru-paru.

5. Bronkiektasis

Bronkiektasis adalah kondisi ketika saluran bronkus yang terdapat dalam paru-paru mengalami kerusakan, penebalan, atah pelebaran secara permanen. Kondisi ini dapat terjadi pada lebih dari satu cabang bronkus. Biasanya kerusakan pada saluran pernapasan juga dapat mengakibatkan pengidap lebih sulit lagi untuk mengeluarkan dahak.

6. Eksaserbasi Akut

Pada tingkatan cystic fibrosis, gejala asma sudah harus benar-benar diwaspadai dan harus segera dicari penanganannya. Hal ini dikarenakan pada tingkatan gejala ini, dampak paling buruk yang akan ditimbulkan bukan saja hilangnya kesadaran diri atau pingsan, melainkan mengancam jiwa pengidap itu sendiri.

7. Hemoptisis

Batuk darah atau hemoptisis adalah keadaan ketika seseorang mengalami batuk yang disertai darah. Batuk darah merupakan gejala yang bisa timbul saat seseorang mengidap cystic fibrosis. Batuk darah juga dapat terjadi akibat penipisan dinding pada saluran pernapasan.

Pengobatan

Seperti yangs udah disebutkan sebelumnya, bahwa cystic fibrosis tidak dapat disembuhkan. Namun, terdapat beberapa pengobatan yang ditujukan untuk mengurangi gejala dan mencegah komplikasi. Pengobatan tersebut meliputi:

1. Antibiotik untuk mencegah dan mengobati infeksi pernapasan.

2. Obat-obatan untuk membuat lendir lebih encer, sehingga mudah dikeluarkan melalui batuk.

3. Obat-obatan untuk melebarkan jalur napas (bronkodilator) dan mengurangi peradangan (steroid).

4. Prosedur mengeluarkan lendir dari paru-paru seperti teknik pernapasan siklus aktif, drainase autogenic, drainase postural yang dimodifikasi, dan alat pembersihan jalan napas.

5. Obat-obatan untuk membantu proses penyerapan makanan.

6. Diet suplemen khusus untuk mencegah malnutrisi.

Apabila kamu mengalami cystic fibrosis, sebaiknya kamu segera melakukan diskusi pada dokter di Halodoc. Melalui aplikasi Halodoc, dokter akan memberikan saran yang tepat mengenai penyakit yang sedang kamu alami. Kamu bisa bertanya jawab via Chat maupun Voice Call/Video Call kapan pun dan di mana pun. Yuk, segera download aplikasinya sekarang!

Baca juga: