18 April 2018

Kenalan dengan Diet Fleksibel untuk Turunkan Berat Badan

Kenalan dengan Diet Fleksibel untuk Turunkan Berat Badan

Halodoc, Jakarta – Tren pola makan atau diet acap kali berubah seiring bergulirnya waktu. Mulai dari diet mayo, atkins, ketogenik, hingga diet mediterania diterapkan banyak orang guna mencapai tujuan masing-masing.

Umumnya, selain mendapatkan tubuh yang sehat, berkurangnya berat badan juga jadi tujuan utama dari banyaknya program diet. Menyoal diet, umumnya ada beragam makanan “pantangan” yang mesti dihindari oleh pelaku dietnya. Namun, ada satu diet yang membolehkan pelakunya mengonsumsi makanan apa pun yang mereka sukai. Nah, diet ini dikenal dengan istilah flexible dieting.

Sebuah Gaya Hidup

Sesuai namanya, flexible dieting untuk menurunkan berat badan enggak punya aturan ketat terkait jenis makanan yang boleh dan tidak dikonsumsi oleh pelaku diet. Pendek kata, mereka boleh mengasup makanan yang umumnya dihindari saat orang sedang berdiet. Namun, kata ahli, pola makan ini harus diiringi dengan olahraga yang teratur.

Menurut ahli, flexible dieting bukanlah sebuah diet, tapi lebih menyerupai sebuah gaya hidup.  Flexible dieting menempatkan kontrol di tangan pelaku diet sendiri. Artinya, enggak ada rencana makan atau pembatasan makanan yang harus diikuti. Kamu mungkin bertanya-tanya, bagaimana mungkin seseorang bisa menurunkan berat badannya jika mereka diperbolehkan mengonsumsi makanan apa pun yang mereka inginkan?

Nah, ketika kamu mengikuti flexible dieting, kebutuhan kalori dan makronutrien  dihitung berdasarkan berapa banyak berat badan yang ingin kamu kurangi. Makronutrien sendiri merupakan zat gizi yang memberikan energi tubuh yang diperlukan tubuh dalam jumlah besar.

Oleh sebab itu, kamu yang ingin menjalankan diet ini harus menentukan total pengeluaran energi harian dan kebutuhan makronutrien sebelum memulainya.

Manfaat Flexible Diet

Diet macam ini menggunakan pendekatan yang unik untuk menurunkan berat badan, sehingga membuat banyak orang tertarik. Nah, berikut manfaat flexible dieting untuk turunkan berat badan.

  1. Mudah untuk diikuti

Bagian tersulit dari flexible dieting adalah proses menghitung kebutuhan kalori dan makronutrien, yang mungkin membuat beberapa orang terintimidasi. Untungnya, flexible dieting  sendiri mudah untuk diikuti. Tidak ada resep yang rumit, rencana makanan, atau beragam daftar makanan yang enggak boleh dikonsumsi. Para pelaku diet cukup memilih makanan yang ingin mereka makan, dan tetap berada di dalam kisaran makronutrien dan kebutuhan kalori yang mereka butuhkan.

Nah, ada cara populer untuk menghitung asupan makronutrien dan kebutah kalori yang telah kamu tetapkan. Misalnya, menggunakan situs atau aplikasi penghitung kalori yang bisa kamu unduh di smartphone.

  1. Menjaga Berat Badan Dalam Waktu Lama 

Diet jenis ini memungkinkan seseorang untuk bisa menjaga berat badannya dalam waktu yang panjang.  Penelitian yang dipublikasi dalam US National Library of Medicine – National Institute of Health, menunjukkan hal menarik mengenai flexible dieting.

 Menurut studi tersebut, orang yang mengikuti program  flexible dieting dengan pilihan berbagai makanan, lebih berhasil menjaga berat badan dari waktu ke waktu, dibandingkan dengan mereka yang mengikuti diet ketat.

  1. Makan Tanpa Pantangan 

Umumnya, berbagai macam diet punya daftar makanan yang enggak boleh diasup oleh orang yang menjalani dietnya. Hal inilah yang terkadang membuat pelaku diet  kesal atau merasa frustrasi karena tidak bisa mengonsumsi makanan tertentu. Apalagi kalau makanan yang dilarang adalah menu favoritnya.

 Namun,  flexible dieting memberikan kebebasan pada pelaku dietnya dari pemikiran “makanan yang baik versus makanan yang buruk”. Nah, kondisi ini akan membantu para pelaku dietnya untuk mengembangkan hubungan yang sehat dengan semua makanan.

  1. Bebas Makan Saat Bepergian 

Mengikuti program diet super ketat bisa menyulitkan, terutama ketika kamu sedang berpergian. Namun,  flexible dieting memungkinkan pelaku dietnya punya banyak pilihan atau kebebasan dalam memilih makanan. Alhasil, memudahkan mereka untuk memilih makanan, bahkan ketika berada di pesta atau restoran sekalipun yang memiliki beragam menu makanan.

Umumnya, banyak orang sulit mempertahankan program dietnya dalam jangka waktu lama. Namun, sifat adaptif dari  flexible dieting bisa membuat pelaku dietnya lebih mudah untuk menjalankan program diet dalam jangka waktu yang lama.  

  1. Bermanfaat Bagi Orang dengan Kebutuhan Nutrisi Khusus

 Flexible dieting untuk turunkan berat badan bisa menjadi cara mudah bagi kamu yang mengikuti diet dengan kebutuhan makronutrien spesifik. Misalnya, kamu yang mengikuti diet rendah karbohidrat dapat melacak kebutuhan makronutrien mereka menggunakan  flexible dieting.

(Baca juga: Turunkan Berat Badan Dengan Mediterania)

Kalau kamu mau tahu lebih jauh mengenai flexible dieting,  kamu bisa menghubungi dokter melalui aplikasi Halodoc untuk berdiskusi mengenai diet tersebut. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play!