19 July 2018

Kenalan dengan Sindrom Nefrotik Akibat Ginjal Rusak

Sindrom nefrotik, pencegahan sindrom nefrotik, perawatan sindrom nefrotik, sindrom nefrotik pada anak-anak, sindrom nefrotik pada orang dewasa.

Halodoc, Jakarta – Sindrom nefrotik adalah kelainan ginjal yang menyebabkan tubuh mengeluarkan terlalu banyak protein dalam urine. Pada sindrom nefrotik terjadi kerusakan pada kelompok pembuluh darah kecil di ginjal yang berfungsi menyaring limbah dan kelebihan air di darah.

Tubuh membutuhkan protein untuk membangun massa tulang, otot, dan jaringan lainnya, serta melawan infeksi. Ketika ginjal tidak berfungsi dengan baik, ginjal membiarkan protein yang melewati penyaringan dan keluar melalui air seni. Manfaat protein yang lain adalah untuk menjaga keseimbangan tubuh (homeostasis). Contohnya mempertahankan tekanan onkotik agar volume cairan dalam pembuluh darah terjaga sehingga saat protein bocor dari ginjal, cairan dari dalam pembuluh darah keluar ke jaringan lalu menyebabkan edema atau bengkak. Baca juga: Pengidap Skizofrenia Sulit Melakukan Interaksi Sosial

Kerusakan inilah yang membuat pembengkakan (edema), terutama di kaki dan pergelangan kaki, air seni berbusa yang sangat mungkin disebabkan oleh kelebihan protein dalam urine, peningkatan berat badan karena cairan yang berlebih pada tubuh, kelelahan, serta kehilangan selera makan.

Sindrom nefrotik juga bisa disebabkan oleh penyakit lain dan disebut glomerulonefrotis sekunder, contohnya:

  • Penyakit Ginjal Diabetik

Disebabkan karena gangguan komplikasi diabetes, yaitu nephron pada ginjal mengalami kerusakan akibat kadar gula yang terlalu tinggi. Semakin lama seseorang mengidap diabetes juga bisa memicu ginjal diabetik yang bisa memicu kelainan ginjal sindrom nefrotik.

  • Systemic Lupus Erythematosus

Sindrom nefrotik juga bisa dipicu oleh kondisi systemic lupus erythematosus yang dapat menyebabkan kerusakan ginjal serius. Penyakit ini menyerang sistem kekebalan tubuh dan salah satunya mengakibatkan kerusakan ginjal.

  • Amyloidosis 

Gangguan ini terjadi ketika protein amyloid menumpuk di organ-organ tubuh yang salah satunya adalah ginjal, sehingga merusak sistem penyaringan pada ginjal.

  • Pembekuan Darah di Vena Ginjal

 Kondisi ini juga bisa menyebabkan sindrom nefrotik, yaitu gumpalan darah menghalangi pembuluh darah.

Dari sindrom nefrotik bisa menimbulkan masalah medis lainnya seperti gangguan pembekuan darah, kolesterol darah meningkat, mengalami nutrisi buruk karena kehilangan banyak protein, sampai dengan tekanan darah tinggi yang diakibatkan penumpukan limbah pada aliran darah. Baca juga: Ini Bahaya Hati yang Berlemak alias Fatty Liver

 

Perawatan Sindrom Nefrotik

Mengobati sindrom nefrotik biasanya dilakukan sesuai dengan gejala, penyebab, serta penyakit yang mengiringinya. Misalnya pemberian obat tekanan darah tinggi, pemberian obat untuk mengeluarkan cairan dari darah, diet rendah lemak jenuh dan kolesterol, serta membatasi asupan natrium diet. Sebenarnya perawatan yang paling penting adalah penggantian protein dari makanan maupun obat.

Biasanya, sindrom nefrotik ini bisa dideteksi sejak usia dini antara 2-5 tahun. Pemeriksaan pada anak-anak biasanya melewati diagnosis riwayat medis pada keluarga. Mengambil riwayat medis di keluarga adalah salah satu cara yang dilakukan untuk membantu mendiagnosis sindrom nefrotik pada masa kanak-kanak. Tes urine dan darah, USG ginjal, serta biopsi ginjal merupakan kelengkapan lain yang perlu dilakukan untuk pemeriksaan lebih detail.

Selain pengobatan medis, perawatan untuk sindrom nefrotik adalah dengan menjaga pola makan melalui diet ketat dan mengonsumsi nutrisi sehat dan seimbang. Kalau kamu ingin tahu lebih banyak mengenai sindrom nefrotik serta bagaimana pencegahan dan perawatannya, bisa tanyakan langsung ke Halodoc. Dokter-dokter yang ahli di bidangnya akan berusaha memberikan solusi terbaik. Caranya, cukup download aplikasi Halodoc lewat Google Play atau App Store. Melalui fitur Contact Doctor kamu bisa memilih mengobrol lewat Video/Voice Call atau Chat.