Kenali 6 Faktor Risiko Fibromyalgia

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
Fibromyalgia

Halodoc, Jakarta - Jika kamu mengalami gangguan tidur pada malam hari, kerap merasa kelelahan, gangguan pada ingatan dan suasana hati yang disertai dengan nyeri pada seluruh tubuh, bisa jadi kamu mengalami fibromyalgia. Mungkin istilah fibromyalgia masih terasa asing di telinga kamu, ya? Yuk, simak penjelasan selengkapnya tentang fibromyalgia berikut!

Baca juga: Trauma Bisa Sebabkan Fibromyalgia, Benarkah?

Apa yang Dimaksud dengan Fibromyalgia?

Fibromyalgia merupakan salah satu penyakit kronis yang membuat pengidapnya mengalami sakit pada seluruh tubuh. Fibromyalgia terjadi karena adanya gangguan yang memengaruhi otak dalam memproses sinyal rasa sakit. Penyakit ini ditandai dengan adanya nyeri pada tulang dan otot dan menyebar ke seluruh tubuh. Selain merasakan sakit pada seluruh tubuh, pengidap juga akan mengalami kondisi lain, seperti gelisah, depresi, iritasi usus, dan sakit kepala. Wanita lebih berisiko terkena penyakit ini dibanding dengan pria, dan fibromyalgia biasanya dialami oleh orang-orang dengan rentang usia 30-50 tahun.

Baca juga: Bisa Disebabkan Karena Depresi, Ini 6 Penyebab Fibromyalgia

Apa yang Menjadi Gejala Fibromyalgia?

Gejala pada fibromyalgia biasanya akan muncul setelah adanya luka fisik, pembedahan, infeksi, maupun beban psikologi yang berat. Kamu juga perlu berhati-hati, karena gejala penyakit ini juga bisa muncul secara perlahan-lahan tanpa adanya pemicu, lho. Nah, biasanya gejala yang muncul, seperti:

  • Gangguan kognitif, yaitu gangguan pada kemampuan seseorang untuk fokus dan berkonsentrasi.

  • Rasa sakit yang menyebar pada seluruh tubuh dan bertahan selama 3 bulan.

  • Kelelahan. Biasanya, kelelahan ini dialami karena pengidap fibromyalgia sering terbangun dari tidurnya akibat rasa nyeri yang dirasakan. Hal itu akan mengakibatkan berkurangnya kualitas dan jam tidur.

Gejala lainnya dapat berupa kram saat menstruasi, insomnia dan kelainan tidur lainnya, kaku otot terutama pada saat pagi hari, sensasi geli di tangan dan kaki, serta iritasi saluran pencernaan. Selain itu, gejalanya juga dapat berupa kelainan pada sendi yang menghubungkan tengkorak dengan rahang bagian bawah, sakit kepala sebelah, peka terhadap suara dan cahaya, mudah stres, gatal-gatal, serta detak jantung tidak beraturan.

Apa yang Menjadi Penyebab Fibromyalgia?

Stimulasi saraf yang berulang diduga menjadi penyebab dari fibrosis. Stimulasi saraf ini dapat meningkatkan zat kimia tertentu dalam otak yang dapat memicu pemancar rasa sakit. Selain itu, reseptor rasa sakit pada otak yang membuat memori rasa sakit menjadi lebih sensitif, dan bereaksi berlebihan terhadap rasa sakit. Nah, ada beberapa faktor yang menjadi pemicu kondisi ini, antara lain:

  1. Jenis kelamin. Wanita memiliki risiko lebih tinggi mengidap fibromyalgia.

  2. Usia. Kondisi ini umumnya dialami oleh orang-orang dengan rentang usia 30-50 tahun.

  3. Faktor genetika. Risiko seseorang akan lebih tinggi mengidap fibromyalgia, jika memiliki anggota keluarga yang juga mengidap kondisi yang sama.

  4. Memiliki trauma fisik atau emosional, misalnya pernah menjalani operasi, mengalami cedera, mengidap infeksi virus, atau pun pernah mengalami kejadian traumatik.

  5. Senyawa kimia yang tidak seimbang pada otak, seperti dopamin dan serotonin.

  6. Mengidap penyakit yang berhubungan dengan sendi, tulang, dan otot.

Baca juga: Kenalan dengan Fibromyalgia, Penyakit yang Dialami Lady Gaga

Kamu bisa berdiskusi dengan dokter ahli di Halodoc jika kamu atau keluarga terdekat kamu menemukan gejala-gejala dari fibromyalgia. Atau kamu ingin berdiskusi dengan dokter ahli seputar masalah kesehatan kamu? Halodoc bisa jadi solusinya. Dengan aplikasi Halodoc, kamu bisa ngobrol langsung dengan dokter ahli di mana pun dan kapan pun via Chat atau Voice/Video Call. Kamu juga bisa membeli obat di Halodoc, lho. Tanpa perlu keluar rumah, pesanan kamu akan diantar dalam waktu satu jam. Yuk, download aplikasinya sekarang di Google Play atau App Store!