Kenali tentang Sindrom Geriatri yang Mengincar Lansia

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Kenali tentang Sindrom Geriatri yang Mengincar Lansia

Halodoc, Jakarta – Sindrom geriatri adalah serangkaian kondisi yang menunjukkan kerusakan organ pada orang dewasa yang lebih tua atau lansia. Tidak seperti gejala pada penyakit yang spesifik lainnya, sindrom geriatri memiliki gejala yang “abu-abu”. 

Beberapa bentuk gejalanya adalah tubuh melemah, sarkopenia atau degenerasi otot, gangguan kognitif, dan inkontinensia urine. Ingin tahu lebih lanjut mengenai sindrom geriatri, baca ulasan lengkapnya di sini. 

Kenapa Mengincar Lansia

Penuaan fisik adalah bagian dari proses biologis normal yang melibatkan degenerasi fisiologis berbagai organ, dan tidak memerlukan perawatan. Ketika lansia hidup lebih lama, pencegahan kecacatan menjadi panduan dan harapan untuk mengalami penuaan yang sehat. 

Berbicara tentang sindrom geriatri akan merujuk pada kondisi kesehatan multifaktor yang terjadi ketika akumulasi efek dari gangguan pada banyak sistem membuat (orang yang lebih tua) rentan terhadap perubahan situasional. 

Baca juga : Tips Mencegah Malnutrisi pada Lansia

Sindrom geriatri biasanya melibatkan banyak faktor dan sistem organ. Misalnya, seorang pasien lansia mengalami infeksi saluran kemih (ISK) dapat datang ke ruang gawat darurat dengan delirium dan fungsi kognitif dan saraf yang berubah. 

Kriteria untuk mendefinisikan apakah lansia mengidap sindrom geriatri atau tidak adalah:

  1. Apakah gangguan terkait usia.

  2. Apakah terjadi penurunan fungsional.

  3. Melibatkan banyak sistem tubuh.

  4. Inkontinensia urine.

  5. Mengalami borok.

  6. Delirium.

  7. Penurunan fungsional tubuh.

Penurunan kemampuan fisik dan sistem organ tubuh yang berkaitan dengan pertambahan usia, secara tidak langsung menambah keparahan dari kondisi sindrom yang dihadapi oleh para lansia. Tidak ada pengobatan yang spesifik untuk menangani sindrom ini selain memberikan perawatan terkait gejala.

Perubahan gaya hidup dan perilaku adalah salah satu yang direkomendasikan. Ini mencakup menghindari asupan cairan yang berlebihan di malam hari untuk mencegah nokturia. Kemudian, meminimalkan minuman berkafein, dan alkohol penurunan berat badan dan berhenti merokok. 

Pelatihan kandung kemih dan latihan otot panggul juga dapat dilakukan terkait keinginan berkemih terus menerus yang tidak wajar. Sama halnya dengan perawatan yang sudah disebutkan di atas, manajemen stres sangat penting untuk dilakukan supaya lansia tidak gampang depresi dan merasa tertekan.

Baca juga: Ini 7 Alasan Kenapa Lansia Kerap Mengalami Gangguan Jiwa

Beberapa aktivitas sehat pun disarankan seperti bergabung dengan komunitas lansia, bermain catur, teka-teki silang, olahraga setiap sore atau pagi, yang diharapkan dapat menjadi bentuk latihan motorik. Sedangkan pembedahan, mungkin menjadi pilihan untuk kasus-kasus yang berat dan serius.

Ingin tahu lebih dalam bagaimana sindrom geriatri dapat memengaruhi kualitas hidup lansia, tanyakan langsung ke Halodoc. Dokter yang ahli di bidangnya akan berusaha memberikan solusi terbaik untukmu di mana saja dan kapan saja. Caranya, cukup download aplikasi Halodoc lewat Google Play atau App Store. Melalui fitur Contact Doctor ibu bisa memilih mengobrol lewat Video/Voice Call atau Chat.

Sejatinya para lansia membutuhkan dukungan fisik dan mental untuk dapat meningkatkan kualitas hidupnya. Saat kamu memiliki anggota keluarga yang membutuhkan bantuan, berikanlah apa yang bisa kamu bantu.

Alangkah lebih baiknya lagi, bila bersamaan dengan memberikan bantuan kepada lansia, kamu melibatkan keluarga lansia dalam hal memenuhi kebutuhannya. Ini bisa jadi salah satu cara para lansia tidak merasa ditinggalkan. 

Ini bisa dimulai dengan hal sederhana, seperti melipat cucian, mengatur pakaian, menulis daftar belanjaan, menanyakan kabar dan pendapat mengenai informasi tentang sesuatu, mempersiapkan makan malam, dan pergi bersama untuk membantu berbelanja bahan makanan dalam hal menjalankan tugas lainnya.

Referensi:

National League for Nursing. Diakses pada 2019. Geriatrics Syndrome.
ResearchGate. Diakses pada 2019. Geriatrics Syndrome.
Science Direct. Diakses pada 2019. Overview of studies related to geriatrics.