18 October 2018

Keriput di Dahi Bisa Beritahu Kondisi Kesehatan Jantung

Keriput di Dahi Bisa Beritahu Kondisi Kesehatan Jantung

Halodoc, Jakarta – Kerutan seringkali dihindari karena alasan estetika dan menolak untuk tua. Lebih dari sekadar estetika, kerutan di dahi tidak hanya menunjukkan tanda penuaan, tapi juga menandakan risiko penyakit jantung.

Menurut penelitian dari Centre Hospitalier Universitaire de Toulouse di Perancis, mengatakan  orang-orang dengan banyak kerutan di dahi melebihi usia mereka lebih tinggi risiko meninggal karena penyakit jantung, dibandingkan dengan mereka yang tidak memiliki kerutan dahi.

Kerutan di dahi bisa menjadi penanda aterosklerosis atau pengerasan arteri karena penumpukan plak di dinding arteri. Pada aterosklerosis, plak menumpuk di dalam arteri, membuatnya kurang elastis dan mempersempitnya dari waktu ke waktu.

Situasi ini membatasi suplai darah yang kaya oksigen ke organ utama tubuh sehingga menyebabkan berbagai penyakit, tapi tergantung pada organ yang dipengaruhi. Ketika plak terakumulasi di dalam arteri koroner, penyakit jantung koroner dan bahkan serangan jantung dapat terjadi.

Beberapa faktor yang dapat menyebabkan penuaan dini kulit dapat berkontribusi pada penuaan dini pada arteri. Selain terlihat di dahi, situasi kesehatan yang sama bisa dilihat pada kebotakan rambut serta lipatan daun telinga.  

Merokok, kadar kolesterol tinggi, resistensi insulin, tekanan darah tinggi, aktivitas fisik yang berkurang, pertambahan usia, dan riwayat keluarga dengan penyakit jantung dapat menempatkan seseorang mengidap aterosklerosis.

Gaya Hidup dapat Mengubahnya

Orang-orang yang memiliki banyak kerutan di dahi melebihi usianya kemungkinan memiliki risiko yang lebih tinggi mengidap penyakit kardiovaskular. Namun, perubahan gaya hidup seperti olahraga dan mengonsumsi makanan sehat sejatinya dapat menurunkan risiko tersebut.

Pemeriksaan tekanan darah, kadar lipid, dan glukosa darah adalah sesuatu yang semestinya dilakukan bila seseorang berpotensi mengalami masalah kesehatan kardiovaskular. Risiko penyakit jantung dapat meningkat seiring bertambahnya usia, tetapi gaya hidup dan melakukan pemeriksaan medis yang rutin dapat mengurangi bahayanya.

Serangan jantung adalah penyakit mematikan pertama yang menghantui penduduk Amerika Serikat. Banyak ahli kesehatan yang merekomendasikan mengganti pola hidup untuk menjaga kualitas jantung sehat dan terhindar dari penyakit kardiovaskular. Beberapa aktivitas yang disarankan sebagai cara mencegah penyakit jantung adalah:

1. Berhenti Merokok

Jika kamu perokok aktif, ada baiknya kamu segera menghentikan aktivitas tersebut untuk mencegahmu dari penyakit-penyakit yang membahayakan jiwa. Tidak hanya membahayakan secara personal, asap rokokmu juga bisa meningkatkan risiko kesehatan orang-orang di sekelilingmu.

2. Memilih Nutrisi yang Sehat

Diet sehat adalah salah satu cara terbaik untuk melawan penyakit kardiovaskular. Kualitas dan kuantitas makanan yang kamu makan dapat memengaruhi kolesterol, tekanan darah, diabetes, dan kelebihan berat badan.

Pilihlah makanan yang kaya nutrisi dan mengandung vitamin, mineral, serat, dan nutrisi lain tetapi lebih rendah kalori. Pilih diet yang menekankan asupan sayuran, buah-buahan, dan biji-bijian termasuk produk susu rendah lemak, konsumsi ikan, kacang-kacangan dan minyak sayur.

Batasi asupan makanan serta minuman manis serta daging merah. Untuk menjaga berat badan yang sehat, koordinasikan pola makan dengan tingkat aktivitas fisik sehingga kalori yang dimakan dan dikeluarkan jadi seimbang.

3. Manajemen Stres

Beberapa penelitian mencatat hubungan antara risiko penyakit jantung koroner dan stres dalam kehidupan seseorang. Orang yang sedang stres kemungkinan besar dapat makan berlebihan, memulai merokok, ataupun merokok lebih banyak daripada yang seharusnya. Olahraga dapat membantumu mengatasi stres dan meningkatkan kualitas hidup.

Kalau ingin mengetahui lebih banyak mengenai keriput dahi apakah bisa menjadi pertanda kondisi kesehatan jantung atau cara mengetahui kesehatan jantung lainnya, bisa tanyakan langsung ke Halodoc. Dokter-dokter yang ahli di bidangnya akan berusaha memberikan solusi terbaik untukmu. Caranya, cukup download aplikasi Halodoc lewat Google Play atau App Store. Melalui fitur Hubungi Dokter, kamu bisa memilih mengobrol lewat Video/Voice Call atau Chat.

Baca juga: