• Beranda
  • /
  • Kesehatan
  • /
  • Adenomiosis
  • Beranda
  • /
  • Kesehatan
  • /
  • Adenomiosis

Adenomiosis

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
penyebab adenomiosispenyebab adenomiosis

Pengertian Adenomiosis

Adenomiosis adalah masalah kesehatan pada sistem reproduksi wanita. Kondisi ini menyebabkan rahim menebal dan membesar. Jaringan endometrium melapisi bagian dalam dinding rahim (endometrium). Sementara itu, adenomiosis terjadi ketika jaringan tersebut tumbuh ke dalam miometrium, dinding otot luar rahim.

Jaringan ekstra pada miometrium dapat menyebabkan rahim membesar menjadi dua kali lipat atau tiga kali lipat, serta menyebabkan pendarahan rahim yang tidak normal dan menstruasi yang terasa menyakitkan.

Penyebab Adenomiosis

Penyebab adenomiosis belum diketahui secara pasti. Namun, para ahli menduga hal ini berkaitan dengan: 

1. Pertumbuhan jaringan invasif

Beberapa ahli percaya bahwa sel-sel endometrium dari lapisan rahim menyerang otot yang membentuk dinding rahim. Sayatan rahim yang dibuat selama operasi, seperti operasi caesar, dapat mendorong invasi langsung ke sel-sel endometrium ke dinding rahim.

2. Berkembang sejak dalam kandungan

Ahli juga menduga bahwa jaringan endometrium disimpan di otot rahim saat rahim pertama kali terbentuk sejak masih janin di dalam kandungan. 

3. Radang rahim yang berhubungan dengan persalinan

Peradangan pada lapisan rahim selama periode postpartum dapat menyebabkan pecahnya batas normal sel-sel yang melapisi rahim. 

4. Stem cell origins 

Sebuah teori baru-baru ini menduga bahwa stem cell sumsum tulang kemungkinan menyerang otot rahim, sehingga menyebabkan adenomiosis.

Namun perlu dipahami, terlepas dari bagaimana adenomiosis berkembang, pertumbuhannya tergantung pada sirkulasi estrogen tubuh.

Faktor Risiko Adenomiosis

Faktor risiko adenomisosi meliputi:

  • Pernah melakukan operasi rahim sebelumnya. Seperti operasi caesar, pengangkatan fibroid, atau dilatasi dan kuretase.
  • Persalinan.
  • Berusia paruh baya.

Sebagian besar kasus adenomiosis yang berhubungan dengan estrogen, ditemukan pada wanita berusia 40 hingga 50 tahunan. Adenomiosis pada wanita ini dapat berhubungan dengan paparan estrogen yang lebih lama dibandingkan dengan wanita yang berusia lebih muda. Namun, penelitian saat ini menunjukkan bahwa kondisi tersebut mungkin juga umum terjadi pada wanita yang berusia lebih muda.

Gejala Adenomiosis

Terkadang adenomiosis tidak menimbulkan tanda atau gejala, atau hanya ketidaknyamanan ringan. Namun, umumnya adenomiosis dapat menimbulkan gejala seperti:

  • Pendarahan menstruasi yang berat atau berkepanjangan. 
  • Kram parah atau nyeri panggul yang tajam selama menstruasi (dismenore).
  • Nyeri panggul kronis.
  • Hubungan seksual terasa menyakitkan (dispareunia).
  • Menstruasi tidak normal.
  • Infertilitas.
  • Rahim membesar yang ditandai dengan nyeri tekan atau tekanan di perut bagian bawah.

Diagnosis Adenomiosis

Dokter biasanya mendiagnosa adenomiosis berdasarkan gejala dan dengan satu atau lebih dari tes ini:

1. Pemeriksaan panggul

Selama pemeriksaan panggul, dokter mungkin akan melihat apakah rahim menjadi lebih besar atau lebih menyakitkan saat dipalpasi.

2. Ultrasonografi

Ultrasonografi transvagina menggunakan gelombang suara untuk menghasilkan gambar organ panggul. Gambar-gambar ini terkadang dapat menunjukkan penebalan otot yang meningkatkan kecurigaan pada adenomiosis. 

3. Pemindaian magnetic resonance imaging (MRI)

Pemeriksaan ini dapat menunjukkan pembesaran rahim dan penebalan area tertentu dari rahim yang dapat menjadi indikasi adenomiosis. 

4. Biopsi

Karena jaringan tumbuh di dalam dinding rahim, satu-satunya cara untuk biopsi jaringan adalah setelah dilakukan histerektomi, prosedur pembedahan untuk mengangkat rahim. 

Pengobatan Adenomiosis

Karena hormon estrogen wanita mendorong pertumbuhan jaringan endometrium, gejala adenomiosis sering hilang setelah menopause. Sementara itu, perawatan ini dapat mengurangi rasa sakit, pendarahan hebat, dan gejala lainnya:

  • Obat nyeri. Obat antiinflamasi non-steroid atau NSAID, seperti ibuprofen atau naproxen untuk meredakan kram.
  • Alat kontrasepsi hormonal. Estrogen dapat mengentalkan dinding rahim dan memperburuk pendarahan serta kram. Kontrasepsi hormonal tertentu dapat menghentikan menstruasi dan gejalanya. Pilihannya termasuk Pil KB, infeksi, dan intrauterine device (IUD). 
  • Histerektomi. Operasi ini untuk mengangkat rahim. Setelah histerektomi, seorang wanita tidak akan memiliki siklus menstruasi atau tidak bisa hamil.

Komplikasi Adenomiosis

Perdarahan yang berat atau berkepanjangan akibat adenomiosis berisiko menyebabkan anemia kronis. Hal tersebut berpotensi menyebabkan kelelahan dan masalah kesehatan lainnya. 

Meski tidak berbahaya, rasa sakit dan pendarahan berlebihan akibat adenomiosis dapat mengganggu aktivitas pengidapnya. Mereka mungkin akan menghindari aktivitas yang biasanya dinikmati, karena kesakitan atau khawatir akan mengalami perdarahan.

Pencegahan Adenomiosis

Karena penyebab pastinya belum diketahui, dokter pun belum mengetahui apa yang harus dilakukan untuk mencegah adenomiosis.

Kapan Harus ke Dokter?

Jika kamu mengalami gejala adenomiosis seperti yang disebutkan di atas, tidak ada salahnya untuk segera mengunjungi dokter. Jika mendapatkan resep dari dokter, kamu juga bisa cek kebutuhan medis di toko kesehatan aplikasi Halodoc. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga!

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2022. Adenomyosis
WebMD. Diakses pada 2022. What Is Adenomyosis?
Cleveland Clinic. Diakses pada 2022. Adenomyosis