Bintitan

Ditinjau oleh: dr. Fitrina Aprilia

Pengertian Bintitan

Bintitan adalah munculnya bintil berbentuk seperti jerawat atau bisul yang tumbuh di tepi kelopak mata. Bintil tersebut terasa menyakitkan, dan umumnya muncul pada salah satu mata saja. Meskipun terasa sakit,  tidak akan menyebabkan gangguan penglihatan pada sang pengidap. Bintitan umumnya terjadi pada kelopak mata bagian luar. Tetapi bintitan juga bisa muncul pada kelopak mata bagian dalam. Bintitan yang tumbuh pada bagian dalam akan lebih menyakitkan bila dibandingkan dengan bintitan yang tumbuh pada luar kelopak mata. 

Baca juga: Sama-Sama Menyerang Mata, Ini Perbedaan Bintitan dan Kalazion

 

Faktor Risiko Bintitan

Karena bintitan disebabkan oleh bakteri Stafilokokus maka kebersihan tangan harus dijaga. Risiko seseorang untuk terkena bintitan dapat meningkat jika tangan yang kotor sering menyentuh wajah terutama bagian mata. Selain itu, iritasi atau infeksi pada mata akibat debu atau kotoran juga dapat meningkatkan risiko bintitan. Pengguna lensa kontak seharusnya menjaga kebersihan tangan dan juga lensa kontaknya karena bakteri penyebab bintitan dapat berkembang pada lensa yang kotor.

 

Penyebab Bintitan

Bakteri Stafilokokus adalah penyebab utama bintitan. Bakteri ini hidup pada kulit manusia tanpa menyebabkan penyakit. Menyentuh bintitan dengan tangan yang kotor akan meningkatkan risiko bintitan. Contohnya, bakteri bisa menyebabkan bintitan. Hal tersebut dikarenakan infeksi bisa saja terjadi pada akar bulu mata, kelenjar keringat, dan juga kelenjar minyak. Untuk itu untuk mengurangi risiko bintitan, maka hindarilah memegang mata dengan tangan yang kotor. Peradangan di kelopak mata atau blefaritis juga dapat memicu risiko munculnya bintitan. Apalagi bila anda mengidap blefaritis dalam waktu yang lama. Penyebabnya adalah komplikasi akibat penyakit kulit rosaseae dan juga infeksi bakteri.

Lihat Juga: Bisul

Gejala Bintitan

Bintitan mudah dideteksi karena umumnya gejala awal yang muncul adalah benjolan merah yang mirip bisul pada kelopak mata. Namun, terdapat gejala lain yang juga merupakan indikasi akan adanya bintitan, meliputi:

  • Mata berair dan merah;

  • Kelopak mata yang bengkak dan terasa nyeri; dan

  • Munculnya kotoran mata di sekeliling kelopak mata.

Bintitan pada umumnya tidak membutuhkan penangan medis serius. tetapi jika terjadi pembengkakan hingga sampai di pipi, maka penanganan medis khusus diperlukan.

 

Pengobatan Bintitan

Umumnya, dalam waktu 7-20 hari bintitan bisa sembuh dengan sendirinya. Setelah pecah dan mengeluarkan nanah, bintitan akan sembuh. Meskipun bintitan sembuh setelah pecah, tetapi jangan pernah memencet atau memecahkan benjolan bintitan. Hal ini tentu saja mencegah infeksi lebih parah. Maka, lebih baik ditunggu sampai bintitan pecah sendiri. Terdapat beberapa langkah yang bisa mengurangi rasa tidak nyaman akibat bintitan, yaitu:

  • Menjaga kebersihan mata, misalnya dengan menghindari pemakaian kosmetik untuk sementara.

  • Kompres kelopak mata dengan air hangat sebanyak 3-6 kali sehari dapat mengurangi rasa nyeri sekaligus mempercepat kesembuhan.

  • Hindari pemakaian lensa kontak sampai bintitan sembuh.

  • Analgesik, mengonsumsi analgesik atau obat pereda sakit jika dibutuhkan.

Berobatlah ke dokter jika bintitan semakin nyeri dan tidak kunjung sembuh. Umumnya, langkah penanganan yang bisa dilakukan adalah mengeluarkan nanah agar tekanan pada mata akan berkurang. Jika terasa sakit, untuk mengurangi rasa nyerinya, kamu bisa mengoleskan salep obat bintitan untuk mata, yang bisa kamu beli di aplikasi Halodoc. 

Selain itu, penggunaan antibiotik terkadang akan dianjurkan. Terutama jika mengalami komplikasi lain, misalnya kalazion (kista yang disebabkan tersumbatnya salah satu kelenjar pada kelopak mata) atau selulitis preseptal (infeksi pada jaringan di sekitar mata).

Baca juga: Benarkah Bintitan Bisa Menular Melalui Kontak Mata?

 

Pencegahan Bintitan

  • Menggosok mata dapat memicu berpindahnya bakteri ke mata, dan memicu iritasi

  • Mata harus dilindungi seperti memakai kacamata pelindung saat membersihkan rumah agar terhindar dari debu. Selain itu, hindari menyentuh mata sebelum cuci tangan.

  • Jika menggunakan lensa kontak, cuci dan sterilkan sebelum digunakan. Pastikan tidak lupa mencuci tangan sebelum memasangnya.

  • Perhatikan kosmetik yang digunakan. Hindari kosmetik yang kedaluarsa, bersihkan makeup sebelum tidur, dan buanglah kosmetik untuk mata yang pernah digunakan sebelum dan sewaktu mengidap bintitan.

  • Infeksi atau inflamasi pada kelopak mata harus segera ditangani dengan seksama.

Baca juga: 5 Cara Efektif Hilangkan Bintitan

 

Kapan Harus ke Dokter?

Bintitan yang mulai mengganggu dan disertai gejala lain sama sekali tidak boleh diabaikan. Segera pergi ke rumah sakit terdekat untuk melakukan pemeriksaan dan menentukan penanganan yang tepat. Kamu bisa mengatur jadwal temu dan memilih dokter di rumah sakit sesuai domisili kamu melalui Halodoc.

Referensi:
Medicalnewstoday.com (Diakses pada 2019). Stye: Causes, prevention, and treatment
Diperbarui pada 15 Agustus 2019