• Home
  • /
  • Kesehatan
  • /
  • Bronkopneumonia

Bronkopneumonia

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Bronkopneumonia

Pengertian Bronkopneumonia

Bronkopneumonia adalah bentuk pneumonia yang memengaruhi alveoli dan bronkus di paru-paru. Pneumonia sendiri adalah kondisi yang menyebabkan peradangan di paru-paru sehingga alveoli terisi dengan cairan. Cairan ini mengganggu fungsi normal paru-paru, menghasilkan berbagai masalah pernapasan. Bronkopneumonia bisa menyebabkan radang paru-paru dengan gejala dapat berkisar dari ringan hingga berat dan mungkin termasuk batuk, kesulitan bernapas, dan demam.

 

Faktor Risiko Bronkopneumonia 

Ada beberapa faktor risiko yang dapat mengembangkan kondisi bronkopneumonia yaitu: 

  • Berusia di bawah 2 tahun.
  • Berusia di atas 65 tahun.
  • Merokok atau penggunaan alkohol berlebihan.
  • Mengalami infeksi pernapasan seperti pilek dan flu.
  • Mengidap penyakit paru-paru jangka panjang, seperti Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK), cystic fibrosis, bronkiektasis, dan asma.
  • Mengalami gangguan kesehatan lainnya, seperti diabetes, gagal jantung, atau penyakit hati.
  • Kondisi yang melemahkan sistem kekebalan tubuh, seperti HIV atau gangguan autoimun tertentu.
  • Minum obat untuk menekan sistem kekebalan tubuh, seperti untuk kemoterapi, transplantasi organ, atau penggunaan steroid jangka panjang.
  • Menjalani operasi atau trauma baru-baru ini.

 

Penyebab Bronkopneumonia

Penyebab paling umum dari bronkopneumonia adalah infeksi paru-paru bakteri, seperti Streptococcus pneumoniae dan Haemophilus influenza tipe b (Hib). Infeksi paru-paru virus dan jamur juga dapat menyebabkan pneumonia. Kuman berbahaya dapat masuk ke bronkus dan alveolus dan mulai berkembang biak sehingga memicu bronkopneumonia.

 

Gejala Bronkopneumonia 

Gejala bronkopneumonia bervariasi, tergantung pada tingkat keparahan kondisinya. Gejala lebih cenderung parah pada orang yang memiliki sistem kekebalan yang lebih lemah, seperti anak kecil, orang dewasa yang lebih tua, atau orang yang memiliki kondisi tertentu atau sedang mengonsumsi obat tertentu.

Gejala bronkopneumonia adalah sebagai berikut:

  • Demam.
  • Kesulitan bernapas, seperti sesak napas.
  • Nyeri dada yang mungkin memburuk dengan batuk atau bernapas dalam-dalam.
  • Batuk berlendir.
  • Berkeringat.
  • Menggigil.
  • Nyeri otot.
  • Cepat merasa lelah.
  • Kehilangan selera makan.
  • Sakit kepala.
  • Kebingungan atau disorientasi, terutama pada orang dewasa yang lebih tua.
  • Pusing.
  • Mual dan muntah.
  • Batuk darah.

 

 Diagnosis Bronkopneumonia 

Untuk mendiagnosis bronkopneumonia, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan melihat riwayat kesehatan seseorang. Masalah pernapasan, seperti mengi, adalah gejala khas dari bronkopneumonia. Namun, perlu diketahui juga bronkopneumonia dapat menyebabkan gejala yang mirip dengan pilek atau flu, yang terkadang membuat diagnosis menjadi sulit.

Jika dokter mencurigai seseorang mengalami bronkopneumonia, dokter perlu melakukan beberapa tes untuk menegakkan diagnosa serta menentukan tingkat keparahan. Berikut adalah beberapa jenis tes yang perlu dilakukan:

  • Rontgen Dada atau CT Scan

Tes pencitraan ini memungkinkan dokter untuk melihat ke dalam paru-paru dan memeriksa tanda-tanda infeksi.

  • Tes Darah

Ini dapat membantu mendeteksi tanda-tanda infeksi, seperti jumlah sel darah putih yang abnormal.

  • Bronkoskopi

Melibatkan melewatkan tabung tipis dengan cahaya dan kamera melalui mulut seseorang, turun ke tenggorokan, dan masuk ke paru-paru. Prosedur ini memungkinkan dokter untuk melihat ke dalam paru-paru.

  • Pemeriksaan Kultur Dahak

Merupakan tes laboratorium yang dapat mendeteksi infeksi dari lendir yang dibatukkan seseorang.

  • Oksimetri Nadi

Tes yang digunakan untuk menghitung jumlah oksigen yang mengalir melalui aliran darah.

  • Tes Analisis Gas Darah 

Dokter menggunakan tes ini untuk menentukan kadar oksigen dalam darah seseorang.

 

Komplikasi Bronkopneumonia

Memengaruhi pernapasan seseorang, bronkopneumonia bisa menjadi sangat serius dan terkadang bisa menyebabkan kematian. Komplikasi bronkopneumonia dapat meliputi:

  • Kegagalan Pernapasan

Ini terjadi ketika pertukaran esensial oksigen dan karbon dioksida di paru-paru mulai gagal. Orang dengan gagal napas mungkin memerlukan ventilator atau mesin pernapasan untuk membantu pernapasan.

  • Sindrom Gangguan Pernapasan Akut 

Bentuk kegagalan pernapasan yang lebih parah dan mengancam jiwa.

  • Sepsis

Juga dikenal sebagai keracunan darah atau septikemia, infeksi ini menyebabkan respons imun berlebihan yang merusak organ dan jaringan tubuh. Sepsis dapat menyebabkan kegagalan organ multipel dan mengancam jiwa.

  • Abses Paru-Paru

Kantung berisi nanah yang dapat terbentuk di dalam paru-paru.

 

Pengobatan Bronkopneumonia 

Perawatan untuk bronkopneumonia tergantung pada jenis infeksi dan tingkat keparahan penyakit. Orang tanpa masalah kesehatan lainnya biasanya sembuh dari bronkopneumonia dalam waktu 1 sampai 3 minggu.

Pengobatan bronkopneumonia ringan dapat dilakukan di rumah dengan menggunakan kombinasi istirahat dan obat-obatan. Namun, kasus bronkopneumonia yang lebih parah mungkin memerlukan perawatan di rumah sakit.

Bronkopneumonia yang disebabkan oleh infeksi bakteri diobati dengan antibiotik. Obat ini bekerja dengan membunuh bakteri berbahaya di paru-paru. Saat mengonsumsi antibiotik, penting untuk mengikuti instruksi dokter dengan hati-hati dan menyelesaikan pengobatan sepenuhnya.

Antibiotik tidak bekerja untuk infeksi virus. Untuk bronkopneumonia virus, dokter mungkin meresepkan obat antivirus atau mungkin mengarahkan terapi untuk mengobati gejala. Bronkopneumonia karena virus biasanya hilang dalam 1 hingga 3 minggu.Untuk orang dengan bronkopneumonia jamur, dokter mungkin meresepkan obat antijamur.

Saat proses pemulihan, penting untuk melakukan beberapa hal berikut: 

  • Beristirahat yang banyak.
  • Minum banyak cairan untuk membantu mengencerkan lendir dan mengurangi ketidaknyamanan saat batuk.
  • Minum semua obat, seperti yang diarahkan oleh dokter.

 

Pencegahan Bronkopneumonia

Vaksinasi dapat mencegah beberapa bentuk bronkopneumonia. Anak-anak berusia di bawah lima tahun dan orang dewasa berusia di atas 65 tahun harus menemui dokter untuk mendapatkan vaksinasi pneumonia pneumokokus, yang disebabkan oleh bakteri. Selain itu, jenis vaksinasi lain yang direkomendasikan adalah vaksin flu, campak, cacar air, dan Hib. 

Buat pengidap kanker atau HIV, diskusikan dengan dokter tentang cara mencegah pneumonia dan infeksi lainnya. Rajinlah mencuci tangan agar terhindar dari kuman, tidak merokok karena tembakau merusak kapasitas paru-paru untuk melawan infeksi, serta mengedukasi diri mengenai gejala pneumonia.

 

Kapan Harus ke Dokter?

Bronkopneumonia dapat mengancam jiwa jika tidak diobati, terutama bagi kelompok orang dengan risiko lebih tinggi. Segera  menghubungi dokter lewat aplikasi Halodoc jika mengalami batuk yang tidak kunjung hilang, sesak napas, nyeri dada, atau demam. Kamu juga harus menghubungi dokter jika tiba-tiba mulai merasa lebih buruk setelah pilek atau flu. Yuk, download aplikasi Halodoc guna mendapatkan informasi seputar kesehatan lainnya. 

Referensi:
Medical News Today. Diakses pada 2022. What is bronchopneumonia?
Healthline. Diakses pada 2022. Bronchopneumonia.