Bronkopneumonia

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc

Pengertian Bronkopneumonia

Bronkopneumonia adalah radang paru yang berasal dari cabang-cabang tenggorok yang mengalami infeksi dan tersumbat oleh getah radang, menimbulkan pemadatan-pemadatan bergerombol dalam lobulus paru yang berdekatan, biasanya terjadi akibat batuk rejan, campak, influenza, dan sebagainya.

 

Gejala Bronkopneumonia

Gejala utama bronkopneumonia umumnya adalah menggigil mendadak, demam yang tinggi dengan cepat dan berkeringat banyak, batuk, sesak napas, pernapasan cepat dan dangkal disertai pernafasan cuping hidung, retraksi dinding toraks. Selain itu dapat ditemukan suara nafas vesikuler meningkat sampai bronkial, dan bising tambahan ronki basah halus.

 

Penyebab dan Faktor Risiko Bronkopneumonia

Bronkopneumonia dapat disebabkan oleh bakteri (pneumococcus, Streptococcus), virus pneumonia hipostatik, sindrom loeffler, jamur dan benda asing. Salah satu hal yang juga bisa menjadi faktor risiko adalah daya tahan tubuh anak yang belum kuat.

 

Diagnosis Bronkopneumonia

Diagnosis ditegakkan dari klinis dan pemeriksaan penunjang. Pemeriksaan penunjang yang dapat dilakukan untuk bronkopneumonia adalah pemeriksaan darah menunjukkan leukositosis dengan predominan polimorfonuklear atau dapat ditemukan leukopenia. Dapat ditemukan anemia ringan atau sedang.

Pemeriksaan radiologi memberi gambaran bervariasi:

    • Bercak konsolidasi merata para bronkopneumonia.
    • Bercak konsolidasi satu lobus pada pneumonia lobaris.
    • Gambaran pneumonia difus atau infiltrat interstisialis pada pneumonia stafilokokus.

 

Penanganan Bronkopneumonia

Antibiotika polifragmasi selama 10-15 hari :

  • Ampicillin 100 mg/kgbb/hari dibagi dalam 3-4 dosis.
  • Kloramfenikol dengan dosis : <6 bulan : 25-50 mg/kgbb/hari & > 6 bulan : 50-75 mg/kgbb/hari dibagi dalam 3 dosis.
  • Atau gentamisin dengan dosis 3-5 mg/kgbb/hari dibagi dalam 2 dosis.

Suportif :

  • Oksigen nasal kanul 1-2 liter.
  • IVFD dextrose 10%; NaCl 0,9%=3:1, +KClL 10 mEq/500ml cairan.

 

Kapan Harus ke Dokter?

Jika terdapat gejala di atas pada anak, segeralah berobat ke dokter. Karena jika dibiarkan anak akan tidak mau makan dan kondisi semakin lemah. Untuk melakukan pemeriksaan, bisa langsung membuat janji dengan dokter di rumah sakit pilihan kamu di sini.