Cek Kreatinin

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli

Apa Itu Cek Kreatinin?

Cek kreatinin merupakan pemeriksaan yang mengungkapkan informasi penting tentang kesehatan ginjal seseorang. Kreatinin adalah produk limbah kimia yang diproduksi oleh metabolisme otot dan sebagian kecil dari konsumsi daging. Ginjal yang sehat menyaring kreatinin dan produk limbah lainnya dari darah. Produk limbah yang tersaring akan dikeluarkan dari tubuh dalam urine. 

Namun, bila ginjal tidak berfungsi dengan baik, maka kadar kreatinin akan semakin meningkat karena menumpuk di dalam darah. Cek kreatinin serum mengukur kadar kreatinin dalam darah dan memberikan gambaran seberapa baik fungsi ginjal dalam menyaring (laju filtrasi glomerulus). Cek kreatinin dapat mengukur kadar kreatinin dalam darah.

Baca juga: 4 Tes untuk Ukur Fungsi Ginjal

 

Mengapa Melakukan Cek Kreatinin?

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, cek kreatinin yang mengukur kadar kreatinin dalam darah bermanfaat untuk menunjukkan apakah ginjal seseorang berfungsi dengan baik atau tidak. Dokter mungkin akan menganjurkan cek kreatinin bila mengidap gejala-gejala penyakit ginjal, seperti:

  • Kelelahan dan sulit tidur.
  • Kehilangan nafsu makan.
  • Pembengkakan di wajah, pergelangan tangan, pergelangan kaki, atau perut.
  • Nyeri di punggung bawah di dekat ginjal.
  • Perubahan dalam frekuensi buang air kecil.
  • Tekanan darah tinggi.
  • Mual dan muntah.

Masalah ginjal juga dapat terkait dengan berbagai penyakit atau kondisi, termasuk:

  • Glomerulonephritis, yang merupakan peradangan pada glomerulus karena kerusakan.
  • Pielonefritis, yang merupakan infeksi bakteri pada ginjal.
  • Penyakit prostat, seperti pembesaran prostat.
  • Penyumbatan saluran kemih, yang mungkin disebabkan oleh batu ginjal.
  • Penurunan aliran darah ke ginjal, yang mungkin disebabkan oleh gagal jantung kongestif, diabetes, dan dehidrasi.
  • Kematian sel-sel ginjal akibat penyalahgunaan narkoba.
  • Infeksi streptokokus, seperti glomerulonefritis poststreptokokus.

Obat-obatan aminoglikosida, seperti gentamisin (Garamycin, Gentasol), juga dapat menyebabkan kerusakan ginjal pada beberapa orang. Bila menggunakan jenis obat ini, dokter dapat memesan cek kreatinin secara teratur untuk memastikan ginjal tetap sehat.

Baca juga: 7 Tanda Awal Penyakit Ginjal

 

Kapan Harus Melakukan Cek Kreatinin?

Seberapa sering cek kreatinin perlu dilakukan tergantung pada kondisi yang mendasarinya dan risiko kerusakan ginjal orang tersebut. Contohnya:

  • Bagi pengidap diabetes tipe 1 atau tipe 2, dokter dapat menganjurkan untuk melakukan cek kreatinin setidaknya satu tahun sekali.
  • Bagi pengidap penyakit ginjal, dokter dapat merekomendasikan cek kreatinin secara berkala untuk memantau kondisi kesehatannya.
  • Bagi orang yang memiliki penyakit yang dapat memengaruhi ginjal, seperti tekanan darah tinggi atau diabetes, atau bagi orang yang sedang mengonsumsi obat-obatan yang dapat berpengaruh pada ginjal, dokter juga dapat menganjurkan cek kreatinin.

 

Bagaimana Melakukan Cek Kreatinin?

Selama cek kreatinin, tenaga medis akan mengambil sampel darah dengan memasukkan jarum ke pembuluh darah di lengan. Sampel darah tersebut kemudian akan dikirim ke laboratorium untuk dianalisis. Setelah itu, dapat beraktivitas seperti biasa. 

Cek kreatinin melalui sampel darah sebenarnya adalah prosedur berisiko rendah. Namun, ada beberapa efek samping kecil dari prosedur tersebut yang perlu ketahui:

  • Pingsan saat melihat darah.
  • Pusing atau vertigo.
  • Rasa sakit atau kemerahan di lokasi tusukan.
  • Memar.
  • Infeksi.

Dalam beberapa kasus, dokter juga dapat mengukur kadar kreatinin dalam urine. Untuk cek ini, dokter mungkin akan meminta untuk mengumpulkan urine dalam wadah khusus dan mengirimkannya ke laboratorium untuk dianalisis. Cek kreatinin urin dapat membantu dokter menilai dengan lebih akurat keberadaan atau tingkat gagal ginjal.

Hasil cek darah kreatinin diukur dalam miligram per desiliter atau mikromol per liter. Kadar kreatinin dalam darah yang normal berada di kisaran 0,84 sampai 1,21 miligram per desiliter (74,3 sampai 107 mikromol per liter), meskipun ini dapat bervariasi dari satu laboratorium dengan laboratorium lainnya antara pria dan wanita atau berdasarkan usia. ini karena jumlah kreatinin dalam darah meningkat seiring masa otot meningkat, pria biasanya memiliki kadar kreatinin yang lebih tinggi daripada wanita.

Umumnya, kadar kreatinin yang tinggi berarti ginjal tidak bekerja dengan baik. Kadar kreatinin dapat meningkat untuk sementara bila mengalami dehidrasi, memiliki volume darah yang rendah, dan makan daging dalam jumlah yang banyak atau minum obat-obatan tertentu.

Bila kadar kreatinin lebih tinggi dari normal, dokter mungkin ingin mengonfirmasi hasilnya dengan tes darah atau urine lain.

 

Di mana Melakukan Cek Kreatinin?

Cek kreatinin bisa dilakukan di klinik atau Puskesmas, dan di rumah sakit.

Baca juga: Panduan Hidup Sehat untuk Jaga Fungsi Ginjal

Referensi:
Healthline. Diakses pada 2020. Creatinine Blood Test.
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Creatinine Test.