Demam Scarlet

Pengertian Demam Scarlet

Demam scarlet atau scarlatina adalah demam yang disertai ruam merah pada kulit yang disebabkan infeksi bakteri Streptococcus. Penyakit ini paling sering menimpa anak-anak yang berusia 5 - 5 tahun.

Demam scarlet umumnya disertai dengan radang tenggorokan dan demam tinggi. Penyakit ini dapat berdampak kepada kondisi ginjal, jantung, dan anggota tubuh lainnya jika tidak segera diobati dengan antibiotik.

Komplikasi Demam Scarlet

Demam scarlet yang tidak ditangani dengan antibiotik dapat mempengaruhi paru-paru, ginjal, telinga bagian tengah, amandel, darah, dan kulit. Pada kasus yang jarang terjadi, komplikasi yang muncul dapat berupa demam rematik, sebuah kondisi serius yang menyerang sistem saraf, kulit, sendi, dan jantung.

Gejala Demam Scarlet

Pengidap demam scarlet umumnya memiliki ruam hampir di seluruh tubuhnya yang terlihat seperti luka bakar akibat sengatan matahari dan terasa kasar. Ruam juga bisa terasa gatal pada sebagian kasus. Jika area ruam ditekan, maka warna kulit akan menjadi pucat. Ruam dapat menyebar dari area wajah ke leher, tubuh, lengan, hingga kaki. Beberapa gejala lain yang menyertai demam scarlet, yaitu:

  • Demam tinggi, yaitu mencapai 38,3 derajat Celcius atau lebih, sering disertai menggigil.
  • Pusing.
  • Pembesaran kelenjar getah bening di leher.
  • Radang pada tenggorokan disertai adanya bercak putih atau kekuningan di area tersebut.
  • Susah menelan.
  • Mual atau muntah.
  • Warna kulit wajah yang memerah dengan lingkaran kulit yang berwarna lebih pucat di sekeliling mulut.
  • Lidah yang berwarna kemerahan disertai benjolan-benjolan kecil seperti buah stroberi. Di tahap awal penyakit biasanya sering disertai lapisan putih pada permukaan lidah.
  • Terdapat lipatan kulit di sekitar leher, ketiak, siku, pangkal paha, dan lutut yang berwarna lebih merah dibanding kulit sekitar.

Ruam kulit muncul akibat racun yang dilepaskan oleh bakteri penyebab demam scarlet dan biasanya muncul selama sekitar satu minggu. Racun yang sama juga menyebabkan lidah menjadi berwarna merah. Setelah gejala-gejala ini mereda, maka kulit yang tadinya terkena ruam akan terkelupas.

Demam scarlet juga dapat timbul sebagai infeksi sekunder pada seseorang yang tengah mengidap penyakit lain, seperti cacar air. Segera hubungi dokter untuk mencegah perburukan akibat komplikasi serius. Jika anak mengalami radang tenggorokan yang disertai: demam 38,9 derajat Celcius, pembesaran kelenjar di leher, dan muncul ruam merah, disarankan juga untuk segera menemui dokter.

Penyebab Demam Scarlet

Demam scarlet disebabkan oleh infeksi bakteri Streptococcus pyogenes, yaitu bakteri penyebab radang tenggorokan. Bakteri ini kerap ditemukan pada kulit dan tenggorokan. Bakteri ini ditularkan melalui percikan air liur ketika seseorang yang terinfeksi bersin atau batuk.

Seseorang juga dapat tertular ketika menyentuh kulit pengidap yang terinfeksi bakteri atau berbagi handuk, seprai, pakaian, hingga bak mandi dengan pengidap. Pengidap yang tidak mengalami gejala, namun memiliki bakteri ini di kulit atau tenggorokannya, dapat menulari bakteri ini juga. Oleh karena itu, bakteri akan dapat menyebar dengan mudah pada orang-orang terdekat atau orang yang sering berada dekat dengan pengidap seperti keluarga, rekan kerja sekantor, atau teman sekelas.

Seseorang yang telah terinfeksi bakteri dapat merasakan gejala atau sakit dalam kurun waktu 2 - 4 hari semenjak terpapar bakteri, namun bisa juga dalam periode yang lebih pendek, 1 hari, atau lebih lama, 7 hari.

Faktor Risiko Demam Scarlet

Demam scarlet lebih umum menyerang anak usia 5 - 15 tahun, dan lebih mudah menyebar di lingkungan dengan interaksi rutin, seperti dalam keluarga atau di sekolah.

Diagnosis Demam Scarlet

Untuk mendiagnosis Demam Scarlet, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik pada anak, seperti melihat kondisi bagian dalam mulut seperti lidah, tenggorokan, dan amandel. Dokter juga akan memeriksa kelenjar getah bening dan memeriksa tampilan dan tekstur ruam.

Bila dari hasil pemeriksaan, anak diduga anak mengidap demam scarlet, dokter akan menjalankan kultur usap tenggorokan, yaitu pengambilan sampel dengan usapan (swab) bagian belakang tenggorokan untuk diperiksa di laboratorium.

Pengobatan Demam Scarlet

Pengobatan Demam Scarlet

  • Terapi antibiotik diberikan dokter untuk mengatasi demam scarlet. Terapi pengobatan ini harus dilakukan hingga tuntas hingga pengidapnya bisa melakukan aktivitas lagi.
  • Penangan di rumah bisa dilakukan dengan menyediakan asupan cairan untuk menjaga kelembapan tenggorokan dan membantu mencegah dehidrasi.
  • Meredakan demam dan sakit tenggorokan dengan pemberian obat-obatan, seperti ibuprofen dan acetaminophen.

Langkah-langkah perawatan di rumah, yaitu:

  • Siapkan larutan air garam untuk dikumur-kumur. Upaya ini efektif dalam membantu meringankan sakit tenggorokan.
  • Permen pelega tenggorokan juga bisa digunakan untuk meredakan radang tenggorokan.
  • Gunakan alat yang dapat menghilangkan udara kering pemicu radang tenggorokan. Pastikan juga sirkulasi udara di dalam ruangan terjaga
  • Hindari pemicu iritasi lain, seperti asap rokok, dan produk pembersih.
  • Sediakan makanan yang nyaman bagi tenggorokan, seperti sup hangat dan hidangan dingin kecil, seperti es batangan untuk menyejukkan radang tenggorokan.
  • Gunakan losion dengan kandungan calamine atau antihistamin untuk meredakan gatal yang muncul.
  • Hindari mengelap penderita dengan air dingin. Air dingin menyebabkan kontraksi pembuluh darah sehingga mengurangi pelepasan panas akibat demam.

Pencegahan Demam Scarlet

Mencegah demam scarlet dapat dimulai dengan mencegah terjadinya penyebaran bakteri yang menjadi penyebab penyakit ini. Beberapa tindakan pencegahan infeksi yang bisa dilakukan, yaitu:

  • Membiasakan cuci tangan dengan air sabun yang hangat hingga bersih.
  • Jangan menggunakan peralatan makan yang sama atau bergantian dan hindari berbagi makanan agar bakteri tidak menyebar kepada orang yang tidak terinfeksi.
  • Cucilah perangkat makan, dan mainan jika memungkinkan, setelah penggunaan.
  • Bagi yang sedang mengidap demam ini, menutup mulut dan hidung saat batuk atau bersin penting untuk dilakukan demi mencegah bakteri menyebar luas ke orang-orang yang sering berada di sekitar.

Kapan Harus ke Dokter?

Hubungi dokter jika mengalami salah satu dari gejala berikut:

  • Memiliki demam lebih dari 38,9 derajat Celsius.
  • Peradangan pada leher.
  • Ruam merah.