ISPA

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc

Pengertian ISPA

Infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) merupakan infeksi akut yang menyerang satu komponen saluran pernapasan, tepatnya pernapasan bagian atas. Bagian saluran pernapasan atas yang terkena dapat meliputi hidung, sinus, faring, dan laring.

 

Faktor Risiko ISPA

Beberapa faktor risiko ISPA, antara lain:

  • Bayi dari usia 6 bulan atau anak di bawah 1 tahun.

  • Anak-anak yang lahir prematur atau yang memiliki riwayat jantung bawaan atau penyakit paru-paru.

  • Anak-anak dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah.

  • Bayi yang berada di tempat ramai.

  • Orang-orang di usia pertengahan.

  • Orang dewasa yang mengidap penyakit paru obsruktif kronik, gaga jantung progresif, atau asma.

  • Orang dengan sistem imun lemah, seperti orang dengan transplantasi organ, leukemia, atau HIV/AIDS.

  • Orang yang dikelilingi dengan pengidap yang bersin atau batuk tanpa menutup hidung dan mulutnya.

 

Penyebab ISPA

Beberapa mikroorganisme yang menjadi penyebab ISPA, antara lain:

  • Adenovirus, yang dapat menyebabkan pilek, bronkitis, dan pneumonia.

  • Rhinovirus, yang dapat menyebabkan pilek.

  • Pneumokokus, yang dapat menyebabkan meningitis dan pneumonia.

Baca juga: Ini Bedanya ISPA dan Bronkopneumonia pada Anak

 

Gejala ISPA

Gejala ISPA sebenarnya tak hanya menyoal satu atau dua tanda saja. Sebab, infeksi yang menyerang pernapasan bagian atas ini bisa menimbulkan berbagai keluhan. Berikut beberapa gejala ISPA yang umumnya dialami pengidapnya.

  • Hidung tersumbat dan pilek.

  • Batuk kering tanpa dahak.

  • Demam ringan.

  • Nyeri tenggorokan.

  • Nyeri kepala ringan.

  • Bernapas cepat atau kesulitan bernapas.

  • Warna kebiruan pada kulit akibat kurangnya oksigen.

  • Gejala sinusitis seperti wajah terasa nyeri, hidung beringus, dan demam.

 

Diagnosis ISPA

Seperti penyakit pada umumnya, dokter akan memulai dengan wawancara medis dan pemeriksaan fisik. Setelah itu, bila dirasa perlu dokter juga akan melakukan pemeriksaan penunjang untuk membantu menegakkan diagnosis ISPA. Contohnya:

  • Pemeriksaan darah di laboratorium.

  • Pengambilan sampel dahak untuk diperiksa di laboratorium.

  • Pencitraan dengan x-ray atau CT scan, kedua pemeriksaan ini berutujuan untuk menelisik lebih jauh kondisi paru-paru.

 

Komplikasi ISPA

Komplikasi yang dapat terjadi akibat ISPA, antara lain gagal napas karena paru-paru berhenti berfungsi, dan gagal jantung kongestif. Hal yang perlu digarisbawahi, komplikasi ISPA yang serius bisa menyebabkan kerusakan permanen bahkan kematian.

Baca juga: Begini 4 Cara Mencegah Infeksi Saluran Pernapasan pada Anak

 

Pengobatan ISPA

Beberapa pengobatan yang dianjurkan dokter, antara lain:

  • Obat anti inflamasi non-steroid (OAINS) dan asetaminofen, untuk meredakan demam dan nyeri di tubuh.

  • Obat antihistamin, dekongestan, dan ipratropium, untuk mengatasi hidung berair dan tersumbat.

  • Obat batuk antitusif, untuk mengurangi batuk-batuk.

  • Obat steroid, seperti deksametason dan prednison, untuk mengurangi peradangan dan pembengkakan saluran pernapasan bagian atas.

  • Obat antibiotik, untuk membasmi bakteri penyebab infeksi jika disebabkan oleh bakteri.

 

Pencegahan ISPA

Setidaknya terdapat beberapa upaya yang bisa dilakukan untuk mencegah ISPA. Misalnya:

  • Cucilah tangan secara teratur, apalagi setelah beraktivitas di tempat umum.

  • Menghindari menyentuh bagian wajah, terutama mulut, hidung, dan mata dengan tangan agar terhindar dari penyebaran virus dan bakteri.

  • Menghindari merokok.

  • Mengonsumsi makanan kaya serat dan vitamin untuk meningkatkan daya tahan tubuh.

  • Menutup mulut dan hidung dengan tisu atau tangan ketika bersin untuk mencegah penyebaran penyakit kepada orang lain.

  • Berolahraga secara teratur untuk membantu meningkatkan kekebalan tubuh.

 Baca juga: Sering Demam Tinggi dan Menggigil? Hati-Hati Gejala ISPA

 

Kapan Harus ke Dokter?

Bila dirimu atau anggota keluarga ada yang mengalami gejala-gejala di atas, segeralah temui dokter untuk mendapatkan saran dan penanganan yang tepat.

 

Referensi:
Healthline. Diakses pada 2019. Acute Respiratory Infection.
Diperbarui pada 11 September 2019