
DAFTAR ISI
- Apa Itu Lamivudine?
- Merek Dagang Lamivudine
- Studi tentang Lamivudine
- Peringatan sebelum Menggunakan Lamivudine
- Dosis Lamivudine
- Cara Menggunakan Lamivudine
- Efek Samping Lamivudine
- Interaksi Lamivudine
- Kontraindikasi Lamivudine
Perhatian Penting
1. Artikel ini bersifat edukasi dan ditujukan hanya untuk tenaga kesehatan.
2. Pasien tidak diperbolehkan menggunakan informasi ini untuk penggunaan mandiri.
3. Semua keputusan terapi harus berdasarkan pemeriksaan dokter.
Apa Itu Lamivudine?
Lamivudine adalah obat antivirus analog nukleosida yang bekerja dengan cara menghambat enzim reverse transcriptase pada virus HIV dan DNA polimerase pada virus Hepatitis B.
Dengan menghentikan pembentukan rantai DNA virus, obat ini secara efektif menghentikan replikasi virus di dalam tubuh, sehingga beban virus (viral load) menurun dan sistem kekebalan tubuh dapat terlindungi dari kerusakan lebih lanjut.
- Golongan: Antivirus, Nucleoside Reverse Transcriptase Inhibitor (NRTI).
- Kategori: Obat resep.
- Manfaat: Mengobati infeksi virus HIV serta infeksi virus Hepatitis B kronis pada dewasa dan anak-anak.
- Digunakan oleh: Dewasa dan anak-anak.
- Lamivudine untuk ibu hamil: Kategori C. Studi pada hewan menunjukkan adanya efek toksik pada janin, namun data pada manusia terbatas; penggunaan hanya disarankan jika manfaat klinis melebihi risiko terhadap janin.
- Lamivudine untuk ibu menyusui: Lamivudine dapat terserap ke dalam ASI. Ibu dengan infeksi HIV disarankan untuk tidak menyusui guna mencegah penularan virus kepada bayi.
- Bentuk obat: Tablet dan Sirup (Larutan Oral).
Merek Dagang Lamivudine
Berikut ini merek dagang Lamivudine:
- Lamivudine 100 mg 30 Tablet. Obat generik antivirus yang digunakan secara rutin untuk menekan replikasi virus pada pasien penderita Hepatitis B kronis.
- Heplav 100 mg 30 Tablet. Obat bermerek dengan kandungan Lamivudine yang bekerja menghambat enzim DNA polimerase virus guna mencegah kerusakan hati lebih lanjut akibat infeksi Hepatitis B.
Kamu bisa cari tahu lebih jauh mengenai Terapi Antiretroviral (ART) untuk Pengidap HIV dan AIDS.
Studi Tentang Lamivudine
Penelitian yang dipublikasikan Indonesia Journal of Cancer, membandingkan dua obat antivirus, yaitu Telbivudine dan Lamivudine, untuk melihat mana yang lebih efektif mencegah virus Hepatitis B “bangun kembali” (reaktivasi) pada pasien kanker yang sedang menjalani kemoterapi.
Hasilnya menunjukkan bahwa, Telbivudine jauh lebih unggul dalam menjaga virus tetap tidur dibandingkan Lamivudine. Hanya sekitar 11% pasien pengguna Telbivudine yang virusnya aktif kembali, sementara pada kelompok Lamivudine angkanya mencapai lebih dari 41%.
Meskipun beberapa pasien tetap mengalami reaktivasi virus atau gangguan hati, penelitian ini membawa kabar baik karena tidak ada pasien yang harus menghentikan kemoterapinya akibat masalah virus tersebut, dan tidak ada pasien yang meninggal karena hepatitis.
Kesimpulannya, pemberian obat antivirus sebagai pelindung sebelum kemoterapi dimulai sangat penting bagi penderita Hepatitis B agar pengobatan kanker mereka bisa berjalan dengan lebih aman.
Peringatan sebelum Menggunakan Lamivudine
Penggunaan Lamivudine memerlukan pemantauan ketat untuk menghindari efek toksik sistemik dan risiko kekambuhan penyakit.
Berikut adalah hal-hal yang perlu diperhatikan:
- Waspadai risiko asidosis laktat dan hepatomegali berat dengan steatosis.
- Lakukan pemeriksaan fungsi ginjal secara rutin, karena dosis harus disesuaikan pada pasien dengan gangguan ginjal.
- Monitor kondisi hati secara klinis dan laboratorium selama beberapa bulan setelah pengobatan dihentikan, terutama pada pasien Hepatitis B, karena risiko eksaserbasi akut.
- Pastikan pasien tidak sedang menggunakan emtricitabine secara bersamaan karena keduanya memiliki struktur yang serupa.
Dosis Lamivudine
Dosis Lamivudine ditentukan berdasarkan berat badan, fungsi ginjal, serta indikasi utama (HIV atau Hepatitis B).
Infeksi HIV Oral
Dewasa: 150 mg dua kali sehari atau 300 mg sekali sehari, dalam kombinasi dengan antiretroviral lain.
Anak:
- Usia di atas 3 bulan dengan berat 14-21 kg: 75 mg dua kali sehari.
- Usia di atas 3 bulan dengan berat 22-30 kg, 75 mg di pagi hari dan 150 mg di malam hari.
Hepatitis B Kronis
- Dewasa: 100 mg sekali sehari.
- Anak usia 2-17 tahun: 3 mg/kg sekali sehari. Maksimal 100 mg sehari.
Cara Menggunakan Lamivudine
Kepatuhan terhadap jadwal konsumsi sangat krusial untuk mencegah terjadinya resistensi virus terhadap obat.
- Lamivudine dapat dikonsumsi dengan atau tanpa makanan.
- Upayakan untuk mengonsumsi obat pada waktu yang sama setiap hari agar kadar antivirus dalam darah tetap stabil.
Efek Samping Lamivudine
Meskipun secara umum ditoleransi dengan baik, beberapa efek samping dapat muncul mulai dari keluhan ringan hingga kondisi metabolik yang serius.
Efek samping umum berupa nyeri perut, mual, muntah, diare, sakit kepala, demam, batuk, rasa tidak enak badan.
Efek samping serius berupa anemia, pankreatitis, nyeri muskuloskeletal, insomnia, hiperkolesterolemia, resistensi insulin, hiperglikemia, hingga peningkatan kreatin fosfokinase.
Cari tahu juga mengenai Lenacapavir – Manfaat, Dosis, dan Efek Sampingnya.
Interaksi Lamivudine
Beberapa obat dapat memengaruhi konsentrasi Lamivudine dalam darah atau meningkatkan risiko efek samping pada ginjal.
- Trimetoprim dosis tinggi dapat menyebabkan ekskresi ginjal menurun.
- Zidovudin dapat menyebabkan anemia berat.
- Kegagalan pengobatan dan munculnya resistensi akibat tiga kombinasi rejimen yakni lamivudin, tenofovir, dan abacavir atau didanosin.
Kontraindikasi Lamivudine
Terdapat kondisi spesifik di mana pemberian Lamivudine dilarang untuk mencegah reaksi medis yang merugikan.
- Orang dengan hipersensitivitas terhadap Lamivudine.
- Ibu menyusui tanpa rekomendasi dokter.
Pastikan pasien menjalani pemeriksaan laboratorium secara berkala untuk memantau fungsi hati dan jumlah virus selama masa pengobatan.
Segera lakukan konsultasi dengan dokter spesialis penyakit dalam di Halodoc, jika kamu memiliki keluhan atau pertanyaan lain seputar masalah kesehatan.
Tak perlu bingung cari obat, kamu bisa dapatkan di apotek 24 jam terdekat dari rumah, karena ada Apotek Online Halodoc.
Obat dan produk kesehatan di Toko Kesehatan Halodoc dijamin 100% asli dan tepercaya. Produk dikirim dari apotek terdekat dari rumahmu, diantar dalam waktu 1 jam.
Segera download Halodoc untuk pengalaman belanja obat online dengan praktis!



