
DAFTAR ISI:
- Pantoprazole: Obat untuk Apa?
- Fungsi Pantoprazole
- Dosis Pantoprazole
- Cara Penggunaan Pantoprazole
- Efek Samping Pantoprazole
- Interaksi Obat
- Peringatan dan Perhatian
- Kondisi Khusus
- Apakah Pantoprazole Aman untuk Ibu Hamil dan Menyusui?
- Cara Penyimpanan Pantoprazole
- Pantoprazole Tersedia dalam Bentuk Apa Saja?
- Kapan Harus ke Dokter?
Pantoprazole: Obat untuk Apa?
Pantoprazole adalah obat yang termasuk dalam kelas penghambat pompa proton (PPI). Obat ini bekerja dengan mengurangi jumlah asam yang diproduksi oleh lapisan perut.
Pantoprazole digunakan untuk mengobati kondisi seperti penyakit refluks asam (GERD), tukak lambung, sindrom Zollinger-Ellison, dan esofagitis erosif.
Selain itu, pantoprazole juga dapat dikombinasikan dengan antibiotik untuk memberantas bakteri Helicobacter pylori, penyebab utama tukak lambung.
Fungsi Pantoprazole
Secara spesifik, pantoprazole memiliki beberapa fungsi utama:
- Mengurangi produksi asam lambung.
- Meredakan gejala GERD seperti heartburn dan regurgitasi asam.
- Menyembuhkan tukak lambung dan duodenum.
- Mencegah kerusakan pada kerongkongan akibat asam lambung.
- Mengobati sindrom Zollinger-Ellison, kondisi langka yang menyebabkan produksi asam lambung berlebihan.
Simak informasi lebih dalam soal Apa itu Penyakit Asam Lambung (GERD) – Gejala & Pengobatannya berikut ini.
Dosis Pantoprazole
Dosis pantoprazole akan ditentukan oleh dokter berdasarkan kondisi yang diobati dan respons tubuh terhadap obat.
Berikut adalah dosis umum pantoprazole:
- GERD: 20-40 mg sekali sehari selama 4-8 minggu.
- Tukak lambung: 40 mg sekali sehari selama 2-8 minggu.
- Sindrom Zollinger-Ellison: Dosis awal 80 mg per hari, disesuaikan sesuai kebutuhan.
Penting untuk mengikuti anjuran dokter dan membaca label obat dengan seksama. Jangan mengubah dosis sendiri tanpa berkonsultasi dengan dokter.
Cara Penggunaan Pantoprazole
Pantoprazole biasanya diminum sekali sehari, sebaiknya pada waktu yang sama setiap hari. Obat ini dapat diminum dengan atau tanpa makanan.
Telan tablet pantoprazole secara utuh dengan air. Jangan menghancurkan, mengunyah, atau membelah tablet, karena ini dapat memengaruhi cara kerja obat.
Jika kamu melewatkan dosis, segera minum dosis tersebut begitu kamu ingat.
Namun, jika sudah dekat dengan waktu dosis berikutnya, lewati dosis yang terlewat dan lanjutkan jadwal minum obat seperti biasa. Jangan menggandakan dosis.
Efek Samping Pantoprazole
Seperti semua obat, pantoprazole dapat menyebabkan efek samping. Efek samping yang umum meliputi:
- Sakit kepala
- Diare
- Mual
- Sakit perut
- Kembung
Efek samping yang lebih serius jarang terjadi, tetapi mungkin termasuk:
- Reaksi alergi (ruam, gatal-gatal, bengkak, kesulitan bernapas)
- Kadar magnesium rendah (dapat menyebabkan kejang, detak jantung tidak teratur, atau kelemahan otot)
Hentikan penggunaan pantoprazole dan segera cari pertolongan medis jika kamu mengalami efek samping yang serius.
Menurut ahli, penggunaan PPI jangka panjang seperti pantoprazole berhubungan dengan peningkatan risiko infeksi tertentu.
Konsultasikan dengan dokter mengenai manfaat dan risiko penggunaan jangka panjang.
Nah, berikut Ini Rekomendasi Dokter yang Bisa Mengobati GERD untuk kamu hubungi.
Interaksi Obat
Pantoprazole dapat berinteraksi dengan obat lain, memengaruhi cara kerja obat atau meningkatkan risiko efek samping.
Beri tahu dokter tentang semua obat yang kamu konsumsi, termasuk obat resep, obat bebas, vitamin, dan suplemen herbal.
Beberapa obat yang dapat berinteraksi dengan pantoprazole meliputi:
- Warfarin
- Clopidogrel
- Methotrexate
- Digoxin
- Obat antijamur azole (seperti ketoconazole, itraconazole)
- HIV protease inhibitors (seperti atazanavir, nelfinavir)
Peringatan dan Perhatian
Sebelum menggunakan pantoprazole, beri tahu dokter jika kamu memiliki kondisi medis berikut:
- Penyakit hati
- Penyakit ginjal
- Osteoporosis
- Kadar magnesium rendah
Penggunaan pantoprazole jangka panjang dapat meningkatkan risiko kekurangan vitamin B12.
Dokter mungkin akan memantau kadar vitamin B12 jika kamu menggunakan pantoprazole dalam jangka waktu lama.
Kondisi Khusus
Pantoprazole mungkin tidak cocok untuk semua orang. Konsultasikan dengan dokter jika kamu memiliki kondisi medis tertentu, terutama:
- Ibu Hamil dan Menyusui: Konsultasikan dengan dokter sebelum menggunakan pantoprazole jika kamu sedang hamil, berencana untuk hamil, atau menyusui.
- Anak-anak: Keamanan dan efektivitas pantoprazole pada anak-anak mungkin berbeda. Konsultasikan dengan dokter anak sebelum memberikan pantoprazole.
- Lansia: Lansia mungkin lebih rentan terhadap efek samping pantoprazole. Dokter mungkin akan menyesuaikan dosis untuk lansia.
Apakah Pantoprazole Aman untuk Ibu Hamil dan Menyusui?
Keamanan pantoprazole selama kehamilan dan menyusui belum sepenuhnya established. Bicarakan dengan dokter untuk mempertimbangkan manfaat dan risiko sebelum menggunakan obat ini.
Cara Penyimpanan Pantoprazole
Simpan pantoprazole pada suhu kamar, jauh dari kelembapan dan panas. Jauhkan obat dari jangkauan anak-anak.
Pantoprazole Tersedia dalam Bentuk Apa Saja?
Pantoprazole tersedia dalam bentuk:
- Tablet oral
- Injeksi
Tablet oral adalah bentuk yang paling umum digunakan.
Kapan Harus ke Dokter?
Segera cari pertolongan medis jika kamu mengalami gejala berikut:
- Nyeri dada
- Kesulitan menelan
- Muntah darah
- Tinja berwarna hitam atau seperti tar
- Penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas
Konsultasikan dengan dokter jika gejalamu tidak membaik setelah menggunakan pantoprazole selama beberapa minggu.
Dokter dapat membantu mendiagnosis penyebab masalahmu dan merekomendasikan pengobatan yang tepat.
Kamu pun kini dapat dengan mudah berbicara dengan dokter melalui chat atau video call di aplikasi Halodoc dengan klik banner di bawah ini!




