Prostatitis

Pengertian Prostatitis

Prostatitis adalah sebuah pembengkakan dan peradangan pada kelenjar prostat. Prostatitis hanya dapat terjadi pada pria karena pria yang memiliki kelenjar prostat. Kelenjar prostat berada di bawah kandung kemih dan memiliki fungsi sebagai penghasil cairan semen yang memberi nutrisi pada sperma dan memiliki fungsi sebagai media transportasi dari sperma.

Gejala Prostatitis

Tanda dan gejala dari prostatitis adalah:

  • Nyeri atau rasa panas yang dirasakan ketika berkemih.
  • Kesulitan dalam buang air kecil (urine menetes, sulit memulai BAK).
  • Frekuensi BAK yang meningkat, terutama di malam hari.
  • Sulit menahan BAK.
  • Urin berwarna keruh.
  • Terdapat darah pada urine.
  • Nyeri pada perut, selangkangan, dan punggung bagian bawah.
  • Nyeri atau rasa tidak nyaman pada penis atau testis.
  • Nyeri saat ejakulasi.
  • Tanda dan gejala flu seperti demam dan meriang (akibat bakteri).

Diagnosis Prostatitis

Diagnosis dari prostatitis ditegakkan melalui anamnesis, pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang. Melalui anamnesis, dokter menggali tanda dan gejala dari prostatitis yang dialami, kemudian pemeriksaan fisik yang dilakukan meliputi pemeriksaan rektal (colok dubur).

Pemeriksaan penunjang yang dapat dilakukan untuk mengkonfirmasi diagnosis antara lain:

  • Tes urine.
  • Tes darah.
  • Pencitraan dengan CT-Scan atau sonografi prostat.

Penyebab dan Faktor Risiko Prostatitis

Penyebab prostatitis umumnya adalah infeksi bakteri. Infeksi terjadi akibat bakteri yang berada pada urine bocor atau rembes ke kelenjar prostat dan bersarang di kelenjar prostat. Faktor risiko seseorang mengidap prostatitis meliputi:

  • Pernah mengidap prostatitis sebelumnya.
  • Infeksi pada saluran kemih atau kandung kemih.
  • Mengalami trauma pelvis akibat bersepeda atau menunggang kuda.
  • Menggunakan kateter urine.
  • Memiliki kondisi HIV positif atau AIDS.
  • Menjalani biopsi prostat.

Penanganan Prostatitis

Penanganan prostatitis dilakukan berdasarkan faktor penyebabnya, biasanya pengidap prostatitis akan diberikan:

  • Antibiotik. Antibiotik dapat diberikan secara oral (diminum) atau jika pengidap berada dalam kondisi yang berat maka antibiotik diberikan melalui injeksi intravena.
  • Obat antiinflamasi. Obat antiinflamasi diberikan untuk mengurangi rasa nyeri, menurunkan demam, dan membuat pengidap merasa lebih nyaman.
  • Obat golongan alpha blocker. Obat golongan ini diberikan untuk menghilangkan gejala nyeri saat berkemih dengan cara membantu relaksasi otot dan leher kandung kemih.

Pencegahan Prostatitis

Pencegahan dari prostatitis masih belum diketahui. Namun beberapa faktor yang menyebabkan meningkatnya risiko terkena prostatitis seperti infeksi saluran kemih yang diakibatkan infeksi menular seksual dapat dicegah dengan tidak berhubungan seksual sembarangan atau menggunakan alat proteksi saat melakukan hubungan.

Kapan Harus ke Dokter?

Jika mengalami gejala di atas, segera menemui dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.