Rosacea

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc

Pengertian Rosacea

Rosacea merupakan salah satu penyakit kulit yang umum terjadi pada wanita dengan usia 30 hingga 50 tahun. Penyakit ini menyebabkan kulit pada bagian hidung, pipi, dagu, dan dahi menjadi kemerahan. Rosacea mungkin juga dapat menimbulkan benjolan kecil, merah, dan berisi nanah. Gejala-gejala rosacea tersebut bisa berlangsung selama berminggu-minggu sampai berbulan-bulan, kemudian hilang untuk sementara waktu. Rosacea juga sering disalahartikan sebagai jerawat atau masalah kulit lainnya.

Baca juga: Kenali 4 Jenis Rosacea dan Gejalanya

 

Faktor Risiko Rosacea

Siapa pun sebenarnya bisa mengalami rosacea. Namun, kamu mungkin akan lebih berisiko terkena penyakit kulit ini bila memiliki faktor-faktor berikut:

  • Jenis kelamin. Kebanyakan pengidap rosacea adalah wanita.

  • Memiliki warna kulit yang terang.

  • Berusia di atas 30 tahun.

  • Memiliki kebiasaan merokok.

  • Memiliki riwayat keluarga rosacea.

 

Penyebab Rosacea

Penyebab rosacea memang belum diketahui secara pasti, tapi bisa jadi karena kombinasi dari faktor keturunan dan lingkungan. Beberapa faktor yang dapat memicu flare-up atau memerahnya wajah, antara lain:

  • Paparan sinar matahari atau angin.

  • Udara dingin atau panas.

  • Berolahraga terlalu keras.

  • Memakan makanan pedas.

  • Meminum minuman panas.

  • Udara lembap.

  • Minuman kafein.

  • Stres.

  • Berendam di air hangat.

Baca juga: Ini Jenis Makanan yang Bisa Menjadi Pemicu Rosacea

 

Gejala Rosacea

Gejala yang diawali dengan benjolan kecil padat, bintil air dan jerawat pada kulit yang memerah dengan memicu adanya:

  • Kulit kemerahan yang permanen.

  • Pembuluh darah di bawah kulit terlihat jelas.

  • Kulit perih dan rasa sensasi terbakar.

  • Adanya masalah mata. Banyak pengidap rosacea juga mengalami masalah mata, seperti mata kering, iritasi, bengkak dan kelopak mata merah dan bengkak. Kondisi ini dikenal sebagai okular rosacea. Pada beberapa orang, gejala pada mata ini mendahului gejala kulit.

  • Permukaan kulit menjadi kasar.

  • Hidung membesar. Seiring berjalannya waktu, rosacea dapat menebalkan kulit di hidung dan menyebabkan hidung tampak bulat (rhinophyma). Kondisi ini lebih sering terjadi pada pria daripada wanita.

 

Diagnosis Rosacea

Tidak ada tes khusus yang digunakan untuk mendiagnosis rosacea. Dokter biasanya hanya akan menanyakan riwayat gejala yang dialami dan memeriksa kulit pengidap. Pengidap mungkin juga harus menjalani tes untuk menyingkirkan kemungkinan penyebab lain, seperti psoriasis, eksim, atau lupus. Pasalnya, penyakit tersebut kadang-kadang bisa menyebabkan gejala-gejala yang mirip dengan rosacea. Bila pengidap mengalami gejala pada mata, dokter mungkin akan merujuk pengidap ke dokter spesialis mata untuk dievaluasi.

 

Komplikasi Rosacea

Komplikasi yang dapat terjadi pada rosacea, di antaranya yaitu:

  • Adanya gangguan mata, seperti nyeri, sensitif pada cahaya, penurunan daya penglihatan, bahkan kehilangan penglihatan.

  • Penebalan pada kulit wajah. Seiring berjalannya waktu, kelenjar minyak (kelenjar sebaceous) di hidung dan kadang-kadang pipi akan membesar dan menghasilkan penumpukan jaringan di sekitar hidung. Kondisi ini disebut rhinophyma. Komplikasi ini jauh lebih umum pada pria dan berkembang perlahan selama beberapa tahun.

Baca juga: Benarkah Pengidap Rosacea Berisiko Terserang Alzheimer?

 

Pengobatan Rosacea

Pengobatan rosacea bertujuan untuk meredakan gejala rosacea. Pengobatan rosacea dapat berupa kombinasi obat-obatan dari dokter berdasarkan jenis gejala pengidap. Selain itu, berikut adalah cara-cara yang bisa dilakukan untuk mempercepat penyembuhan rosacea:

  • Menggunakan produk perawatan untuk kulit sensitif.

  • Mengoleskan tabir surya dengan SPF 30 atau bahkan lebih sebelum beraktivitas keluar rumah.

  • Menjaga kondisi mata agar kelopak mata selalu bersih.

  • Mencari tahu dan menghindari pemicu gejala rosacea.

 

Pencegahan Rosacea

Lakukan hal-hal berikut untuk mencegah timbulnya penyakit Rosacea:

  • Hindari beraktivitas sinar matahari dalam waktu yang lama.

  • Hindari minuman beralkohol dan minuman kafein.

  • Hindari stres dengan melakukan kegiatan yang disukai.

 

Kapan Harus ke Dokter?

Segera hubungi dokter apabila merasakan gejala-gejala di atas. Penanganan yang tepat dapat meminimalisir akibat, sehingga pengobatan bisa lebih cepat dilakukan.

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2019. Rosacea - Symptoms and causes.
Medical News Today. Diakses pada 2019. Rosacea: Treatment, types, causes, and symptoms.

Diperbarui pada 19 September 2019